Menu

Mode Gelap
Meriah! Siswa Baru SMPN 2 OKU Antusias Saksikan Parade Ekstrakurikuler di Hari Keempat MPLS Kuasa Hukum Fauzi Syukri Luruskan Isu Praperadilan Kasus Sawit di Lubuk Batang: “Bukan Sengketa Lahan” Semangat Hari Ketiga MPLS, Kepala SDN 3 OKU Senam Bersama Siswa Baru Polisi Genjot Penyidikan Dugaan Pelecehan Pasien ICU RSUD Martapura Viral! Perawat RSUD Martapura Dituding Lecehkan Pasien 110 Siswa Baru SDN 16 OKU Ikuti MPLS Ramah Anak, Tanamkan Karakter Sejak Hari Pertama

Kesehatan & Kecantikan

Menanggulangi Stunting, Program OKU Best Diluncurkan

Pj Bupati OKU, H Teddy Meilwansyah memberikan bantuan berupa makanan tambahan.

Ogannews.com – Pemerintah Kabupaten Ogan Komering Ulu (Pemkab OKU) meluncurkan program OKU Best atau OKU Bebas Stunting yang digelar di Pendopo Rumah Dinas (Rumdin) Bupati OKU pada Rabu, (27/03/24).

Pada acara tersebut juga sekaligus memberikan bantuan makanan tambahan kepada anak-anak yang mengalami stunting, yang diberikan oleh orang tua asuh anak stunting di Kabupaten OKU.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) OKU, Dedy Wijaya mengatakan, bahwa pemerintah pusat telah menetapkan target nasional angka stunting di Indonesia tahun 2024 harus berada di bawah 14 persen.

“Menurut data nasional dari hasil riset SSGI (Survei Status Gizi Indonesia), angka stunting di OKU mengalami penurunan signifikan setiap tahunnya, dengan persentase pada tahun 2021 sebesar 31%, 2022 sebesar 19%, dan data untuk tahun 2023 sedang menunggu hasil riset dari Survei Kesehatan Indonesia yang baru saja dilaksanakan,” tuturnya.

Lanjut disampaikan Dedy, dari data primer yang diperoleh dari hasil pengukuran petugas gizi di 18 puskesmas, yang dilaporkan ke aplikasi EPPGBM Kemenkes, menunjukkan bahwa angka stunting di OKU jauh lebih rendah dibandingkan dengan angka nasional.

“Pada tahun 2022, angka stunting OKU sebesar 3,95%, dan pada tahun 2023 sebesar 2,4%, dengan jumlah anak stunting sebanyak 262,” ungkapnya.

Maka dari itu, Pemerintah mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terlibat dalam berbagai program guna menurunkan angka stunting menjadi di bawah 14% pada tahun 2024 sesuai dengan target nasional.

“Gubernur Sumatera Selatan juga telah mengamanatkan kepada seluruh kabupaten dan kota di Sumsel untuk mendukung program orang tua asuh anak stunting. Kabupaten OKU merupakan kabupaten pertama di Sumsel yang merencanakan gerakan orang tua asuh anak stunting,” ujarnya.

Sebagai wujud nyata dari program orang tua asuh anak stunting, sambung dia, pada hari peluncuran ini telah terkumpul bantuan dari beberapa kepala OPD, pejabat struktural, dan ASN, yang berupa telur sesuai dengan panduan program tersebut.

“Telur ini akan diberikan kepada 262 anak stunting yang tersebar di OKU melalui 18 puskesmas, sebagai bagian dari program pemberian makanan tambahan yang akan dilakukan selama enam bulan ke depan,” tambahnya.

Sementara itu, Pj Bupati OKU, H Teddy Meilwansyah menyampaikan rasa terima kasih kepada seluruh kepala OPD yang telah berperan aktif dalam upaya menurunkan angka anak stunting di Kabupaten OKU.

Ia juga menyatakan keyakinannya bahwa dengan kerjasama semua pihak, masalah stunting pada anak-anak OKU dapat diselesaikan.

“Dengan semangat yang tinggi, saya berharap tidak akan ada lagi anak yang mengalami stunting di Kabupaten OKU,” pungkasnya. (Fiq)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca juga

Meriah! Siswa Baru SMPN 2 OKU Antusias Saksikan Parade Ekstrakurikuler di Hari Keempat MPLS

16 Juli 2026 - 19:48 WIB

Kuasa Hukum Fauzi Syukri Luruskan Isu Praperadilan Kasus Sawit di Lubuk Batang: “Bukan Sengketa Lahan”

15 Juli 2026 - 17:30 WIB

Semangat Hari Ketiga MPLS, Kepala SDN 3 OKU Senam Bersama Siswa Baru

15 Juli 2026 - 17:18 WIB

110 Siswa Baru SDN 16 OKU Ikuti MPLS Ramah Anak, Tanamkan Karakter Sejak Hari Pertama

14 Juli 2026 - 17:41 WIB

PTPN I (Persero) Regional 7 Pabrik Baturaja Salurkan Santunan Anak Yatim Piatu di Wilayah Desa Lekis Rejo untuk Mempersiapkan Masuk Sekolah Pada Ajaran Baru Tahun 2026.

14 Juli 2026 - 16:05 WIB

Trending di Daerah