Menu

Mode Gelap
Kemarau Hampir Lima Bulan, Pemkab OKU Kerahkan Lima Tangki Air Bersih untuk Warga Terdampak Sports and Cultural Day Tutup Super Garuda Shield 2026 Wabup OKU Temui Menteri Koperasi, Dorong Koperasi Jadi Motor Ekonomi Daerah 49 Prajurit Indonesia, AS, dan Jepang Uji Kemampuan Strike and Raid Ratusan Prajurit Kostrad Pacu Adrenalin dalam Latihan Menembak Lorong SGS 2026 Alutsista Modern Disajikan, TNI dan AS Simulasikan Serangan Gabungan di Baturaja

Daerah

OKU Perkuat Kesiapsiagaan Bencana, Bupati Teddy Tambah Armada dan Peralatan Penanggulangan

Penyerahan tambahan alat penanganan bencana ke BPBD OKU.

Ogannews.com — Pemerintah Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) terus meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana banjir, longsor, puting beliung, dan cuaca ekstrem hidrometeorologi. Sebagai langkah konkret, Pemkab OKU menambah sejumlah armada serta peralatan penanganan bencana untuk memperkuat respons di lapangan.

Penyerahan peralatan berlangsung secara simbolis oleh Bupati OKU, H. Teddy Meilwansyah, di halaman Kantor Dinas PUPR pada Jumat, (12/12/25). 

Dalam penyerahan tersebut, Dinas PUPR menerima 1 unit excavator. Sementara BPBD OKU mendapatkan mesin pompa air 8 inci, dua unit perahu rafting, gergaji mesin, dan alat pendeteksi ketinggian air. 

Sedangkan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) OKU menerima tambahan 1 unit mobil operasional dan 3 unit sepeda motor angkutan.

Dalam sambutannya, Bupati Teddy menegaskan bahwa pemerintah daerah berkomitmen penuh memberikan pelayanan maksimal kepada masyarakat, terutama saat bencana melanda. 

“Ini adalah bentuk komitmen kita dalam kesiapsiagaan menghadapi potensi banjir, longsor, dan puting beliung. Keselamatan masyarakat adalah yang utama,” ujar Bupati Teddy. 

Melihat perkembangan cuaca ekstrem belakangan ini, OKU telah ditetapkan dalam status siaga bencana. Pemerintah juga telah memasang tiga alat pendeteksi ketinggian air di titik strategis seperti Ulu Ogan dan Lengkiti, yang bisa diakses secara terbuka oleh masyarakat. 

Teddy menilai alat tersebut sangat penting sebagai sistem peringatan dini agar masyarakat, baik di hulu maupun hilir sungai, dapat memantau kenaikan debit air secara real-time. 

“Seluruh masyarakat bisa mengaksesnya. Jika ketinggian air melebihi ambang batas, mereka bisa segera bersiap. Tolong Pak Kalaksa, alat ini disosialisasikan secara masif,” tegasnya.

Belajar dari pengalaman bencana sebelumnya, Bupati Teddy meminta BPBD OKU melakukan pemetaan ulang wilayah rawan bencana serta memperkuat koordinasi lintas instansi.

Ia juga menginstruksikan agar Satgas Bencana Desa/Kelurahan dibentuk untuk memastikan respons cepat saat bencana terjadi. 

“Persiapkan logistik, peralatan, dan bentuk satgas hingga tingkat desa. Edukasi masyarakat agar mampu melakukan antisipasi dan tidak panik. Semoga OKU dijauhkan dari segala bencana,” katanya.

Kepala BPBD OKU, Januar Efendi, mengungkapkan bahwa pihaknya telah melakukan pemetaan wilayah rawan bencana serta mengaktifkan posko bencana. 

“Kami sudah menyiapkan logistik, peralatan, serta melakukan pengendalian operasi, termasuk penambahan peralatan hari ini,” ujarnya. 

Ia menambahkan, BPBD akan mengintensifkan sosialisasi penggunaan alat pendeteksi ketinggian air kepada masyarakat. 

“Sosialisasi akan terus kami gencarkan,” tambahnya. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca juga

Di Momen HPN 2026, PLN Wujudkan Mimpi Bapak Mino Punya Listrik Sendiri

2 September 2026 - 16:30 WIB

Jaringan Air Tanah Jadi Andalan Baru Petani OKU, Bupati Teddy: Jangan Sampai Rusak

24 Agustus 2026 - 07:40 WIB

Hujan Deras Ganggu Jaringan Listrik, PLN ULP Lembayung Kerahkan 31 Personel Pulihkan Listrik di Lahat

19 Agustus 2026 - 22:32 WIB

Tiga Orang Tewas dalam Kecelakaan Maut Calya Vs Truk Tangki di Prabumulih

15 Agustus 2026 - 10:00 WIB

Hari Pramuka ke-65, Bupati OKU Dorong Generasi Muda Mandiri dan Berkontribusi Nyata

14 Agustus 2026 - 19:48 WIB

Trending di Daerah