Menu

Mode Gelap
Numpang Menginap, Remaja di OKU Malah Gasak HP dan Helm Temannya HKG PKK ke-54, Pemkab OKU Timur Perkuat Ketahanan Keluarga Menuju Indonesia Emas 2045 Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan OKU Gandeng Mahasiswa Unbara, Bekali Keterampilan Cegah dan Tangani Kebakaran PLN dan BDx Bangun Infrastruktur Listrik 1,2 GW untuk Data Center AI, Dorong Indonesia Jadi Hub Digital Regional Hebat! Siswa SMKN 3 OKU Berhasil Terbitkan Buku Sendiri Perpustakaan SMKN 3 OKU Jadi Magnet Baru Siswa, Ruang Nyaman yang Bantu Kurangi Ketergantungan Gadget

Daerah

OKU Perkuat Kesiapsiagaan Bencana, Bupati Teddy Tambah Armada dan Peralatan Penanggulangan

Penyerahan tambahan alat penanganan bencana ke BPBD OKU.

Ogannews.com — Pemerintah Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) terus meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana banjir, longsor, puting beliung, dan cuaca ekstrem hidrometeorologi. Sebagai langkah konkret, Pemkab OKU menambah sejumlah armada serta peralatan penanganan bencana untuk memperkuat respons di lapangan.

Penyerahan peralatan berlangsung secara simbolis oleh Bupati OKU, H. Teddy Meilwansyah, di halaman Kantor Dinas PUPR pada Jumat, (12/12/25). 

Dalam penyerahan tersebut, Dinas PUPR menerima 1 unit excavator. Sementara BPBD OKU mendapatkan mesin pompa air 8 inci, dua unit perahu rafting, gergaji mesin, dan alat pendeteksi ketinggian air. 

Sedangkan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) OKU menerima tambahan 1 unit mobil operasional dan 3 unit sepeda motor angkutan.

Dalam sambutannya, Bupati Teddy menegaskan bahwa pemerintah daerah berkomitmen penuh memberikan pelayanan maksimal kepada masyarakat, terutama saat bencana melanda. 

“Ini adalah bentuk komitmen kita dalam kesiapsiagaan menghadapi potensi banjir, longsor, dan puting beliung. Keselamatan masyarakat adalah yang utama,” ujar Bupati Teddy. 

Melihat perkembangan cuaca ekstrem belakangan ini, OKU telah ditetapkan dalam status siaga bencana. Pemerintah juga telah memasang tiga alat pendeteksi ketinggian air di titik strategis seperti Ulu Ogan dan Lengkiti, yang bisa diakses secara terbuka oleh masyarakat. 

Teddy menilai alat tersebut sangat penting sebagai sistem peringatan dini agar masyarakat, baik di hulu maupun hilir sungai, dapat memantau kenaikan debit air secara real-time. 

“Seluruh masyarakat bisa mengaksesnya. Jika ketinggian air melebihi ambang batas, mereka bisa segera bersiap. Tolong Pak Kalaksa, alat ini disosialisasikan secara masif,” tegasnya.

Belajar dari pengalaman bencana sebelumnya, Bupati Teddy meminta BPBD OKU melakukan pemetaan ulang wilayah rawan bencana serta memperkuat koordinasi lintas instansi.

Ia juga menginstruksikan agar Satgas Bencana Desa/Kelurahan dibentuk untuk memastikan respons cepat saat bencana terjadi. 

“Persiapkan logistik, peralatan, dan bentuk satgas hingga tingkat desa. Edukasi masyarakat agar mampu melakukan antisipasi dan tidak panik. Semoga OKU dijauhkan dari segala bencana,” katanya.

Kepala BPBD OKU, Januar Efendi, mengungkapkan bahwa pihaknya telah melakukan pemetaan wilayah rawan bencana serta mengaktifkan posko bencana. 

“Kami sudah menyiapkan logistik, peralatan, serta melakukan pengendalian operasi, termasuk penambahan peralatan hari ini,” ujarnya. 

Ia menambahkan, BPBD akan mengintensifkan sosialisasi penggunaan alat pendeteksi ketinggian air kepada masyarakat. 

“Sosialisasi akan terus kami gencarkan,” tambahnya. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca juga

HKG PKK ke-54, Pemkab OKU Timur Perkuat Ketahanan Keluarga Menuju Indonesia Emas 2045

4 Juni 2026 - 21:21 WIB

Pemkab Muara Enim dan PLN Bentuk Satgas Terpadu, Percepat Meterisasi 225 Titik Lampu Jalan

2 Juni 2026 - 14:59 WIB

Remaja Tewas Ditembak di Dalam Kamar, Polres OKI Sita Revolver

2 Juni 2026 - 11:04 WIB

PLN UP3 Lahat Tebar 630 Paket Daging Kurban hingga Pelosok Desa, Warga: Sangat Berarti bagi Kami

30 Mei 2026 - 10:48 WIB

Makna Berbagi di Idul Adha, Bupati OKU Turun Langsung Serahkan Sapi Kurban

27 Mei 2026 - 15:40 WIB

Trending di Daerah