Menu ✖

Mode Gelap
Bupati OKU Jajaki WTP Mobile, Targetkan Air Bersih Tetap Mengalir Saat Banjir Pengukuran Terjadwal Hadirkan Layanan Pertanahan yang Lebih Jelas bagi Masyarakat Mengenal Nomor Sertipikat dan Makna yang Terkandung di Dalamnya Manfaatkan ATR/BPN Dekat untuk Cari Informasi Layanan Pertanahan, Masyarakat: Lebih Hemat Waktu, Biaya, dan Tenaga Masuki Tahap Ketiga Pilot Project, PERINTIS 10 Hari Kini Tersedia di 131 Kantah Manfaatkan PTSL untuk Urus Sertipikat, Masyarakat: Proses Dipermudah

Daerah

OKU Perkuat Kesiapsiagaan Bencana, Bupati Teddy Tambah Armada dan Peralatan Penanggulangan

Penyerahan tambahan alat penanganan bencana ke BPBD OKU.

Ogannews.com — Pemerintah Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) terus meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana banjir, longsor, puting beliung, dan cuaca ekstrem hidrometeorologi. Sebagai langkah konkret, Pemkab OKU menambah sejumlah armada serta peralatan penanganan bencana untuk memperkuat respons di lapangan.

Penyerahan peralatan berlangsung secara simbolis oleh Bupati OKU, H. Teddy Meilwansyah, di halaman Kantor Dinas PUPR pada Jumat, (12/12/25). 

Dalam penyerahan tersebut, Dinas PUPR menerima 1 unit excavator. Sementara BPBD OKU mendapatkan mesin pompa air 8 inci, dua unit perahu rafting, gergaji mesin, dan alat pendeteksi ketinggian air. 

Sedangkan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) OKU menerima tambahan 1 unit mobil operasional dan 3 unit sepeda motor angkutan.

Dalam sambutannya, Bupati Teddy menegaskan bahwa pemerintah daerah berkomitmen penuh memberikan pelayanan maksimal kepada masyarakat, terutama saat bencana melanda. 

“Ini adalah bentuk komitmen kita dalam kesiapsiagaan menghadapi potensi banjir, longsor, dan puting beliung. Keselamatan masyarakat adalah yang utama,” ujar Bupati Teddy. 

Melihat perkembangan cuaca ekstrem belakangan ini, OKU telah ditetapkan dalam status siaga bencana. Pemerintah juga telah memasang tiga alat pendeteksi ketinggian air di titik strategis seperti Ulu Ogan dan Lengkiti, yang bisa diakses secara terbuka oleh masyarakat. 

Teddy menilai alat tersebut sangat penting sebagai sistem peringatan dini agar masyarakat, baik di hulu maupun hilir sungai, dapat memantau kenaikan debit air secara real-time. 

“Seluruh masyarakat bisa mengaksesnya. Jika ketinggian air melebihi ambang batas, mereka bisa segera bersiap. Tolong Pak Kalaksa, alat ini disosialisasikan secara masif,” tegasnya.

Belajar dari pengalaman bencana sebelumnya, Bupati Teddy meminta BPBD OKU melakukan pemetaan ulang wilayah rawan bencana serta memperkuat koordinasi lintas instansi.

Ia juga menginstruksikan agar Satgas Bencana Desa/Kelurahan dibentuk untuk memastikan respons cepat saat bencana terjadi. 

“Persiapkan logistik, peralatan, dan bentuk satgas hingga tingkat desa. Edukasi masyarakat agar mampu melakukan antisipasi dan tidak panik. Semoga OKU dijauhkan dari segala bencana,” katanya.

Kepala BPBD OKU, Januar Efendi, mengungkapkan bahwa pihaknya telah melakukan pemetaan wilayah rawan bencana serta mengaktifkan posko bencana. 

“Kami sudah menyiapkan logistik, peralatan, serta melakukan pengendalian operasi, termasuk penambahan peralatan hari ini,” ujarnya. 

Ia menambahkan, BPBD akan mengintensifkan sosialisasi penggunaan alat pendeteksi ketinggian air kepada masyarakat. 

“Sosialisasi akan terus kami gencarkan,” tambahnya. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca juga

PLN Tindak Lanjuti Kebutuhan Listrik Dinas Perpustakaan Muara Enim

16 Oktober 2026 - 15:44 WIB

PLN ULP Lembayung Sisir Gardu Listrik, Warga Diingatkan Bahaya Pencurian Aset

14 Oktober 2026 - 18:17 WIB

12 UMKM Binaan PLN Jambi Pamerkan Produk Unggulan di Palembang Icon, Catat Tanggalnya!

9 Oktober 2026 - 10:19 WIB

PLN dan Pemprov Sumsel Perkuat Sinergi, Keandalan Listrik Lahat Jadi Penopang Investasi

7 Oktober 2026 - 16:35 WIB

YBM PLN UP3 Lahat Salurkan Beasiswa Cahaya Pintar untuk 66 Pelajar di Kabupaten Lahat

2 Oktober 2026 - 19:53 WIB

Trending di Daerah