
Ogannews.com – Di tengah suasana bulan suci Ramadhan 1445 Hijriah yang biasanya diwarnai oleh semangat beribadah dan persiapan untuk menyambut Hari Raya Idul Fitri 1445 Hijriah pedagang peci di pasar tradisional masih merasakan tantangan besar terkait dengan minimnya minat pembeli.
Meskipun peci merupakan salah satu item penting dalam busana tradisional Muslim, namun tren pembelian yang menurun tetap menjadi kenyataan yang harus dihadapi.
Di Kota Baturaja sendiri, telah terlihat beberapa pedagang peci “ngemper” di pinggir jalan Ahmad Yani, Kota Baturaja.
Ade, salah satu pedagang mengaku minat pembeli peci masih jauh di bawah ekspektasi, bahkan ketika mendekati bulan puasa.
“Sehari bisa dapat Rp100 ribu, biasanya dipertengahan bulan Ramadhan sudah mulai ramai,” katanya, Senin (18/03/24).
Ade menjual berbagai jenis peci dengan harga bervariatif. Seperti peci songkok dirinya menjual dengan harga Rp60 ribu, sedangkan peci haji dirinya menjual dengan harga Rp15 ribu.
“Banyak yang dicari jenis peci songkok atau peci hitam,” beber pria asal Palembang itu.
Pedagang tersebut mengaku peci yang ia jual berasal dari Kota Pelembang, Sumatera Selatan (Sumsel). (Fiq)







