
Ogannews.com – Sebanyak 25 desa dan kelurahan di Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) menerima bantuan bahan bacaan bermutu dari Perpustakaan Nasional Republik Indonesia (Perpusnas RI).
Bantuan ini ditujukan untuk memperkuat literasi masyarakat melalui perpustakaan desa, taman bacaan masyarakat, hingga perpustakaan rumah ibadah.
Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan OKU, Ahmad Azhar SSTP MM, mengungkapkan bahwa bantuan tersebut tertuang dalam Surat Keputusan Kepala Perpusnas RI E. Aminudin Aziz Nomor 80 Tahun 2025 tertanggal 10 Maret 2025.
Penyaluran bantuan tersebut juga disertai dengan sosialisasi daring melalui Zoom Meeting yang diikuti oleh seluruh penerima pada Kamis (17/4/25).
“Alhamdulillah, tahun ini OKU mendapat kepercayaan dari Perpusnas RI untuk menerima bahan bacaan bermutu. Ini menjadi semangat baru bagi pengembangan perpustakaan di tingkat desa dan kelurahan,” ujar Ahmad Azhar, yang akrab disapa Alal.
Adapun desa dan kelurahan yang menerima bantuan antara lain:
– Desa Karang Dapo (Perpustakaan Cerdas Kadabe)
– Desa Batu Marta II (Perpustakaan Widya Kencana)
– Desa Karang Lantang, Desa Penantian, Desa Belatung, Desa Karta Mulia, Desa Sumber Bahagia, Desa Kebun Jati, Desa Pengaringan, Desa Batang Hari,
– Desa Padang Bindu, Desa Ulak Pandan, Desa Panai Makmur, Desa Seleman, Desa Tubohan, Desa Gunung Tiga, Desa Banuayu,
– Desa Tanjung Lengkayap, Desa Lubuk Dalam, Desa Tanjung Agung, Desa Segara Kembang,
– serta tiga kelurahan, yakni Baturaja Permai, Kemelak Bindung Langit, dan Sukajadi.
Menurut Alal, program ini merupakan bentuk dukungan pemerintah dalam mendorong peningkatan kecakapan literasi masyarakat serta pemerataan akses pendidikan melalui penguatan peran perpustakaan.
Ia berharap, kehadiran bahan bacaan berkualitas ini mampu menjadi pemantik semangat membaca di tengah masyarakat.
“Ini bukan sekadar bantuan buku, tapi investasi jangka panjang untuk membangun budaya literasi di tingkat akar rumput. Kami mengajak masyarakat untuk memanfaatkan bahan bacaan ini sebaik-baiknya,” pungkasnya.
Dengan adanya program ini, diharapkan perpustakaan desa dan kelurahan di OKU dapat tumbuh menjadi pusat pembelajaran masyarakat yang aktif dan inspiratif. (*)








