
OKU Selatan, ogannews.com – Gangguan jaringan listrik akibat pohon yang menyentuh kabel kembali menjadi perhatian PT PLN (Persero) ULP Muara Dua. Merespons kondisi tersebut, sejumlah personel teknis PLN langsung diterjunkan ke lapangan untuk mengamankan jaringan sekaligus memulihkan pasokan listrik masyarakat.
Langkah cepat ini menjadi bagian dari upaya PLN ULP Muara Dua menjaga keandalan sistem kelistrikan, terutama menghadapi potensi gangguan yang dipicu faktor lingkungan maupun kondisi cuaca.
Manager PLN ULP Muara Dua, Bayu Murtadla, mengatakan petugas langsung bergerak setelah menerima laporan adanya tanaman dan pohon milik warga yang telah mengenai jaringan listrik.
“Kami langsung memobilisasi tim teknis ke lokasi begitu menerima laporan adanya tanaman dan pohon warga yang mengenai jaringan. Penanganan dilakukan secara maksimal dengan tetap mengedepankan prinsip keselamatan kerja (K3), agar pemulihan aliran listrik dapat berjalan cepat dan aman bagi masyarakat,” ujar Bayu.
Di lokasi, petugas melakukan pemangkasan terhadap pohon yang berpotensi mengganggu jaringan serta melakukan penanganan teknis yang diperlukan. Tindakan tersebut dilakukan untuk mencegah gangguan meluas dan memastikan pasokan listrik kembali normal.
Gerak cepat petugas PLN mendapat apresiasi dari masyarakat. Supri (42), warga Muara Dua, mengaku terbantu dengan respons petugas yang segera datang setelah gangguan dilaporkan.
“Kami sangat mengapresiasi kerja cepat petugas PLN. Begitu ada pohon yang mengenai kabel listrik, tim langsung turun ke lokasi dan bekerja keras melakukan pemangkasan serta perbaikan. Aliran listrik bisa segera kembali normal sehingga aktivitas warga tidak terganggu lama,” katanya.
Bayu menegaskan, menjaga keandalan jaringan listrik bukan hanya menjadi tanggung jawab PLN. Masyarakat juga memiliki peran penting, terutama dengan memastikan pepohonan dan tanaman di sekitar jalur jaringan tidak tumbuh hingga membahayakan kabel listrik.
PLN ULP Muara Dua secara rutin melaksanakan kegiatan rabas-rabas pohon atau Right of Way (ROW) sesuai jadwal dan lokasi yang telah ditentukan. Namun, dukungan masyarakat tetap diperlukan untuk mencegah potensi gangguan sebelum terjadi.
“Kami sangat mengharapkan kerja sama dan kesadaran dari seluruh warga. Kami mengimbau masyarakat untuk merelakan pohon atau tanaman miliknya yang sudah mendekati jaringan listrik untuk dipangkas oleh petugas,” jelas Bayu.
Ia juga mengingatkan masyarakat agar tidak menanam pohon berkayu tinggi di sekitar jalur jaringan listrik. Jarak aman tanaman dari kabel listrik PLN minimal tiga meter untuk mengurangi risiko gangguan sekaligus menjaga keselamatan masyarakat.
Menurutnya, pohon yang terlalu dekat dengan jaringan tidak hanya berpotensi menyebabkan listrik padam, tetapi juga dapat menimbulkan risiko keselamatan apabila dahan atau batang bersentuhan dengan penghantar listrik.
PLN ULP Muara Dua mengajak masyarakat menjadi bagian dari upaya menjaga keandalan listrik dengan segera melaporkan apabila menemukan pohon yang mulai mendekati jaringan atau kondisi lain yang berpotensi membahayakan sistem kelistrikan.
Laporan dapat disampaikan melalui aplikasi PLN Mobile pada menu Pengaduan atau dengan menghubungi Contact Center PLN 123.
Dengan respons cepat petugas dan kepedulian masyarakat, potensi gangguan jaringan listrik diharapkan dapat dicegah sebelum berkembang menjadi pemadaman yang mengganggu aktivitas warga.(*)











