Menu

Mode Gelap
PLN Baturaja Jemput Bola, Siapkan Listrik Andal untuk Koperasi Desa Merah Putih di 5 Desa OKU Teddy ‘Sentil’ Baznas OKU: Kurangi Retorika, Perbanyak Aksi Nyata untuk Umat Demo Pedagang atau Penguasa Kios? Perumda Buka Borok Lama Pasar Baturaja Banjir Rendam Baturaja Timur, 90 KK Terima Bantuan Sembako dari Pemkab OKU Bupati OKU Jemput Investasi ke Jakarta, Dorong RDF Plant Jadi Solusi Sampah dan Energi Baru 312 Posbakum Segera Hadir di OKU Timur, Akses Keadilan Kini Menjangkau Hingga Desa

Pendidikan

Program Makan Bergizi Gratis Belum Dimulai di OKU, Dinas Pendidikan Tunggu Arahan

Kepala Dinas Pendidikan OKU, Topan Indra Fauzi.

Ogannews.com – Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) menjadi salah satu daerah yang belum memulai Program Makan Bergizi Gratis (MBG), meskipun program ini telah resmi diluncurkan serentak di 190 titik di 26 provinsi pada Senin, 6 Januari 2025. 

Program itu merupakan inisiatif Presiden Republik Indonesia, H. Prabowo Subianto, untuk meningkatkan gizi anak-anak Indonesia.  

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten OKU, H. Topan Indra Fauzi, menjelaskan bahwa pelaksanaan Program MBG bukan merupakan tanggung jawab langsung dinas yang ia pimpin. 

“Sejauh ini, program tersebut bukan di Dinas Pendidikan Kabupaten OKU,” ujarnya, Selasa (7/1/25).

H. Topan mengungkapkan pihaknya masih menunggu Standard Operating Procedure (SOP), Petunjuk Pelaksanaan (Juklak), dan Petunjuk Teknis (Juknis) terkait program tersebut. 

Meski demikian, Dinas Pendidikan telah melakukan koordinasi dengan Kodim 0403 OKU untuk mengumpulkan data jumlah siswa di wilayahnya. 

“Kami sudah berkoordinasi terkait data siswa dari tingkat Taman Kanak-kanak (TK), Sekolah Dasar (SD), hingga Sekolah Menengah Pertama (SMP),” jelasnya.  

Menurut data sementara, jumlah siswa di Kabupaten OKU yang berpotensi menjadi sasaran program ini mencapai 5.000 siswa TK, 35.000 siswa SD, dan 15.000 siswa SMP. 

“Kami siap mendukung dan mensukseskan Program Makan Bergizi Gratis ini, tetapi saat ini kami masih menunggu arahan lebih lanjut,” tambah H. Topan.  

Program MBG diharapkan dapat memberikan manfaat besar bagi peningkatan gizi dan kesehatan siswa di seluruh Indonesia. 

Namun, kesiapan setiap daerah, termasuk di OKU, tampaknya masih memerlukan penyelarasan dengan kebijakan pusat agar implementasinya berjalan optimal. (Fiq)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca juga

PLN Baturaja Jemput Bola, Siapkan Listrik Andal untuk Koperasi Desa Merah Putih di 5 Desa OKU

18 April 2026 - 12:59 WIB

Teddy ‘Sentil’ Baznas OKU: Kurangi Retorika, Perbanyak Aksi Nyata untuk Umat

18 April 2026 - 05:25 WIB

Demo Pedagang atau Penguasa Kios? Perumda Buka Borok Lama Pasar Baturaja

17 April 2026 - 19:33 WIB

Banjir Rendam Baturaja Timur, 90 KK Terima Bantuan Sembako dari Pemkab OKU

17 April 2026 - 10:32 WIB

Bupati OKU Jemput Investasi ke Jakarta, Dorong RDF Plant Jadi Solusi Sampah dan Energi Baru

17 April 2026 - 10:24 WIB

Trending di OKU