Menu

Mode Gelap
Jelang HUT ke-81 RI, PLN Suplai Listrik 11 MVA untuk Industri Pelabuhan dan Batu Bara di Muara Enim PLN UP3 Lahat Nyalakan Listrik Gratis di Ponpes Babussalam, Santri Haru Sambut Cahaya Baru untuk Belajar dan Beribadah Meriah! Siswa Baru SMPN 2 OKU Antusias Saksikan Parade Ekstrakurikuler di Hari Keempat MPLS Kuasa Hukum Fauzi Syukri Luruskan Isu Praperadilan Kasus Sawit di Lubuk Batang: “Bukan Sengketa Lahan” Semangat Hari Ketiga MPLS, Kepala SDN 3 OKU Senam Bersama Siswa Baru Polisi Genjot Penyidikan Dugaan Pelecehan Pasien ICU RSUD Martapura

Pendidikan

Program Makan Bergizi Gratis Belum Dimulai di OKU, Dinas Pendidikan Tunggu Arahan

Kepala Dinas Pendidikan OKU, Topan Indra Fauzi.

Ogannews.com – Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) menjadi salah satu daerah yang belum memulai Program Makan Bergizi Gratis (MBG), meskipun program ini telah resmi diluncurkan serentak di 190 titik di 26 provinsi pada Senin, 6 Januari 2025. 

Program itu merupakan inisiatif Presiden Republik Indonesia, H. Prabowo Subianto, untuk meningkatkan gizi anak-anak Indonesia.  

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten OKU, H. Topan Indra Fauzi, menjelaskan bahwa pelaksanaan Program MBG bukan merupakan tanggung jawab langsung dinas yang ia pimpin. 

“Sejauh ini, program tersebut bukan di Dinas Pendidikan Kabupaten OKU,” ujarnya, Selasa (7/1/25).

H. Topan mengungkapkan pihaknya masih menunggu Standard Operating Procedure (SOP), Petunjuk Pelaksanaan (Juklak), dan Petunjuk Teknis (Juknis) terkait program tersebut. 

Meski demikian, Dinas Pendidikan telah melakukan koordinasi dengan Kodim 0403 OKU untuk mengumpulkan data jumlah siswa di wilayahnya. 

“Kami sudah berkoordinasi terkait data siswa dari tingkat Taman Kanak-kanak (TK), Sekolah Dasar (SD), hingga Sekolah Menengah Pertama (SMP),” jelasnya.  

Menurut data sementara, jumlah siswa di Kabupaten OKU yang berpotensi menjadi sasaran program ini mencapai 5.000 siswa TK, 35.000 siswa SD, dan 15.000 siswa SMP. 

“Kami siap mendukung dan mensukseskan Program Makan Bergizi Gratis ini, tetapi saat ini kami masih menunggu arahan lebih lanjut,” tambah H. Topan.  

Program MBG diharapkan dapat memberikan manfaat besar bagi peningkatan gizi dan kesehatan siswa di seluruh Indonesia. 

Namun, kesiapan setiap daerah, termasuk di OKU, tampaknya masih memerlukan penyelarasan dengan kebijakan pusat agar implementasinya berjalan optimal. (Fiq)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca juga

Jelang HUT ke-81 RI, PLN Suplai Listrik 11 MVA untuk Industri Pelabuhan dan Batu Bara di Muara Enim

21 Juli 2026 - 16:15 WIB

PLN UP3 Lahat Nyalakan Listrik Gratis di Ponpes Babussalam, Santri Haru Sambut Cahaya Baru untuk Belajar dan Beribadah

17 Juli 2026 - 17:08 WIB

Meriah! Siswa Baru SMPN 2 OKU Antusias Saksikan Parade Ekstrakurikuler di Hari Keempat MPLS

16 Juli 2026 - 19:48 WIB

Kuasa Hukum Fauzi Syukri Luruskan Isu Praperadilan Kasus Sawit di Lubuk Batang: “Bukan Sengketa Lahan”

15 Juli 2026 - 17:30 WIB

Semangat Hari Ketiga MPLS, Kepala SDN 3 OKU Senam Bersama Siswa Baru

15 Juli 2026 - 17:18 WIB

Trending di OKU