Menu

Mode Gelap
HKG PKK ke-54, Pemkab OKU Timur Perkuat Ketahanan Keluarga Menuju Indonesia Emas 2045 PLN dan BDx Bangun Infrastruktur Listrik 1,2 GW untuk Data Center AI, Dorong Indonesia Jadi Hub Digital Regional Hebat! Siswa SMKN 3 OKU Berhasil Terbitkan Buku Sendiri Perpustakaan SMKN 3 OKU Jadi Magnet Baru Siswa, Ruang Nyaman yang Bantu Kurangi Ketergantungan Gadget SMKN 3 OKU Buka SPMB 2026, Siapkan Kuota 576 Siswa Baru dan 8 Jurusan Unggulan Tanpa Pesta Mewah, Perpisahan 116 Siswa SDN 11 OKU Justru Banjir Haru dan Doa

Pendidikan

Program Makan Bergizi Gratis Belum Dimulai di OKU, Dinas Pendidikan Tunggu Arahan

Kepala Dinas Pendidikan OKU, Topan Indra Fauzi.

Ogannews.com – Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) menjadi salah satu daerah yang belum memulai Program Makan Bergizi Gratis (MBG), meskipun program ini telah resmi diluncurkan serentak di 190 titik di 26 provinsi pada Senin, 6 Januari 2025. 

Program itu merupakan inisiatif Presiden Republik Indonesia, H. Prabowo Subianto, untuk meningkatkan gizi anak-anak Indonesia.  

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten OKU, H. Topan Indra Fauzi, menjelaskan bahwa pelaksanaan Program MBG bukan merupakan tanggung jawab langsung dinas yang ia pimpin. 

“Sejauh ini, program tersebut bukan di Dinas Pendidikan Kabupaten OKU,” ujarnya, Selasa (7/1/25).

H. Topan mengungkapkan pihaknya masih menunggu Standard Operating Procedure (SOP), Petunjuk Pelaksanaan (Juklak), dan Petunjuk Teknis (Juknis) terkait program tersebut. 

Meski demikian, Dinas Pendidikan telah melakukan koordinasi dengan Kodim 0403 OKU untuk mengumpulkan data jumlah siswa di wilayahnya. 

“Kami sudah berkoordinasi terkait data siswa dari tingkat Taman Kanak-kanak (TK), Sekolah Dasar (SD), hingga Sekolah Menengah Pertama (SMP),” jelasnya.  

Menurut data sementara, jumlah siswa di Kabupaten OKU yang berpotensi menjadi sasaran program ini mencapai 5.000 siswa TK, 35.000 siswa SD, dan 15.000 siswa SMP. 

“Kami siap mendukung dan mensukseskan Program Makan Bergizi Gratis ini, tetapi saat ini kami masih menunggu arahan lebih lanjut,” tambah H. Topan.  

Program MBG diharapkan dapat memberikan manfaat besar bagi peningkatan gizi dan kesehatan siswa di seluruh Indonesia. 

Namun, kesiapan setiap daerah, termasuk di OKU, tampaknya masih memerlukan penyelarasan dengan kebijakan pusat agar implementasinya berjalan optimal. (Fiq)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca juga

HKG PKK ke-54, Pemkab OKU Timur Perkuat Ketahanan Keluarga Menuju Indonesia Emas 2045

4 Juni 2026 - 21:21 WIB

Hebat! Siswa SMKN 3 OKU Berhasil Terbitkan Buku Sendiri

4 Juni 2026 - 06:20 WIB

Perpustakaan SMKN 3 OKU Jadi Magnet Baru Siswa, Ruang Nyaman yang Bantu Kurangi Ketergantungan Gadget

4 Juni 2026 - 05:56 WIB

SMKN 3 OKU Buka SPMB 2026, Siapkan Kuota 576 Siswa Baru dan 8 Jurusan Unggulan

3 Juni 2026 - 17:16 WIB

Tanpa Pesta Mewah, Perpisahan 116 Siswa SDN 11 OKU Justru Banjir Haru dan Doa

3 Juni 2026 - 08:28 WIB

Trending di OKU