Menu ✖

Mode Gelap
Bupati OKU Jajaki WTP Mobile, Targetkan Air Bersih Tetap Mengalir Saat Banjir Pengukuran Terjadwal Hadirkan Layanan Pertanahan yang Lebih Jelas bagi Masyarakat Mengenal Nomor Sertipikat dan Makna yang Terkandung di Dalamnya Manfaatkan ATR/BPN Dekat untuk Cari Informasi Layanan Pertanahan, Masyarakat: Lebih Hemat Waktu, Biaya, dan Tenaga Masuki Tahap Ketiga Pilot Project, PERINTIS 10 Hari Kini Tersedia di 131 Kantah Manfaatkan PTSL untuk Urus Sertipikat, Masyarakat: Proses Dipermudah

Pendidikan

Program Makan Bergizi Gratis Belum Dimulai di OKU, Dinas Pendidikan Tunggu Arahan

Kepala Dinas Pendidikan OKU, Topan Indra Fauzi.

Ogannews.com – Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) menjadi salah satu daerah yang belum memulai Program Makan Bergizi Gratis (MBG), meskipun program ini telah resmi diluncurkan serentak di 190 titik di 26 provinsi pada Senin, 6 Januari 2025. 

Program itu merupakan inisiatif Presiden Republik Indonesia, H. Prabowo Subianto, untuk meningkatkan gizi anak-anak Indonesia.  

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten OKU, H. Topan Indra Fauzi, menjelaskan bahwa pelaksanaan Program MBG bukan merupakan tanggung jawab langsung dinas yang ia pimpin. 

“Sejauh ini, program tersebut bukan di Dinas Pendidikan Kabupaten OKU,” ujarnya, Selasa (7/1/25).

H. Topan mengungkapkan pihaknya masih menunggu Standard Operating Procedure (SOP), Petunjuk Pelaksanaan (Juklak), dan Petunjuk Teknis (Juknis) terkait program tersebut. 

Meski demikian, Dinas Pendidikan telah melakukan koordinasi dengan Kodim 0403 OKU untuk mengumpulkan data jumlah siswa di wilayahnya. 

“Kami sudah berkoordinasi terkait data siswa dari tingkat Taman Kanak-kanak (TK), Sekolah Dasar (SD), hingga Sekolah Menengah Pertama (SMP),” jelasnya.  

Menurut data sementara, jumlah siswa di Kabupaten OKU yang berpotensi menjadi sasaran program ini mencapai 5.000 siswa TK, 35.000 siswa SD, dan 15.000 siswa SMP. 

“Kami siap mendukung dan mensukseskan Program Makan Bergizi Gratis ini, tetapi saat ini kami masih menunggu arahan lebih lanjut,” tambah H. Topan.  

Program MBG diharapkan dapat memberikan manfaat besar bagi peningkatan gizi dan kesehatan siswa di seluruh Indonesia. 

Namun, kesiapan setiap daerah, termasuk di OKU, tampaknya masih memerlukan penyelarasan dengan kebijakan pusat agar implementasinya berjalan optimal. (Fiq)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca juga

Bupati OKU Jajaki WTP Mobile, Targetkan Air Bersih Tetap Mengalir Saat Banjir

27 Oktober 2026 - 12:24 WIB

Resto Raja Kuliner Baturaja Dilalap Api, 1 Jam Damkar Berjibaku

16 Oktober 2026 - 21:49 WIB

PLN Tindak Lanjuti Kebutuhan Listrik Dinas Perpustakaan Muara Enim

16 Oktober 2026 - 15:44 WIB

BPBD OKU Gelar Simulasi Penyelamatan Banjir, Perkuat Kesiapsiagaan Hadapi Bencana

15 Oktober 2026 - 19:26 WIB

Bupati OKU Soroti Guru Terjerat Pinjol dan Judol, Minta Sekolah Berinovasi

15 Oktober 2026 - 18:06 WIB

Trending di OKU