
OKU, ogannews.com – Pemerintah Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) bergerak cepat membantu warga yang menjadi korban kebakaran di Kelurahan Kemalaraja, Kecamatan Baturaja Timur.
Bupati OKU Teddy Meilwansyah turun langsung menyerahkan bantuan darurat kepada delapan kepala keluarga (KK) yang terdampak kebakaran, Rabu (16/9/2026) pagi.
Penyerahan bantuan tersebut menjadi bentuk respons pemerintah daerah untuk memastikan kebutuhan dasar warga tetap terpenuhi setelah kehilangan tempat tinggal maupun tempat usaha akibat kebakaran.
Dalam kunjungan tersebut, Teddy didampingi Asisten III Romson Fitri, Kepala BPBD OKU Januar Efendi, Kepala Dinas Sosial Iwarman, Camat Baturaja Timur Doni Heridadi, serta jajaran pemerintah kecamatan dan kelurahan.
Bantuan yang diberikan berupa paket sembako, di antaranya beras, mi instan, minyak goreng, susu dan sarden. Selain kebutuhan pangan, para korban juga mendapatkan alas tidur serta perlengkapan kesehatan.
Teddy mengatakan, kehadiran pemerintah daerah di tengah warga yang tertimpa musibah merupakan bentuk tanggung jawab pemerintah untuk memastikan kebutuhan dasar korban terpenuhi.
“Kehadiran kami di sini adalah kewajiban dan bentuk tanggung jawab moral pemerintah daerah. Kami ingin memastikan kebutuhan dasar para korban pascakebakaran yang terjadi beberapa hari lalu dapat langsung terpenuhi,” ujar Teddy.
Kebakaran yang terjadi pada Senin (14/9/2026) tersebut menghanguskan delapan bangunan yang terdiri atas ruko dan bangunan semipermanen.
Akibat kejadian itu, sejumlah warga tidak hanya kehilangan tempat tinggal, tetapi juga tempat usaha yang selama ini menjadi sumber penghasilan keluarga.
Total kerugian akibat kebakaran diperkirakan mencapai Rp470 juta.
Berdasarkan data yang dihimpun, kerugian terbesar dialami Hendry, pemilik rumah makan, dan Ahmad Arifin, pemilik usaha servis elektronik. Keduanya masing-masing mengalami kerugian sekitar Rp100 juta.
Sementara itu, Leka Heriansyah, pemilik usaha variasi motor, diperkirakan mengalami kerugian Rp80 juta. Sedangkan Bendri, pedagang buah, mengalami kerugian sekitar Rp60 juta.
Di tengah kondisi tersebut, bantuan pemerintah diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan warga selama masa pemulihan pascakebakaran.
“Kami tahu ini tidak mengganti seluruh kerugian usaha yang ada. Namun, pemerintah hadir untuk memastikan warga tidak sendirian menghadapi masa sulit ini,” kata Teddy saat meninjau lokasi dan puing-puing bangunan yang terbakar.
Para korban menyambut positif kepedulian Pemerintah Kabupaten OKU yang bergerak cepat memberikan bantuan setelah musibah terjadi.
Meski demikian, proses pemulihan masih membutuhkan waktu mengingat sebagian korban kehilangan tempat tinggal sekaligus sumber mata pencaharian.
Sementara itu, hingga kini penyebab pasti kebakaran masih dalam penyelidikan pihak kepolisian. Petugas masih melakukan pendalaman untuk mengetahui sumber api yang menghanguskan sejumlah bangunan usaha milik warga tersebut.(*)









