
Palembang, Ogannews.com — Warga Kecamatan Ilir Barat I, Kota Palembang, digegerkan oleh penemuan jenazah seorang anak perempuan yang mengapung di selokan Jalan Ratu Alamsyah Prawira Negara, Minggu pagi (26/4/2026) sekitar pukul 09.00 WIB. Peristiwa ini langsung memicu respons cepat dari aparat kepolisian.
Jajaran Polsek Ilir Barat I Polrestabes Palembang yang menerima laporan segera turun ke lokasi. Kapolsek Ilir Barat I, Kompol Fauzi Saleh, bahkan memimpin langsung proses evakuasi dan penanganan awal di tempat kejadian perkara (TKP) bersama personel gabungan.
Korban diketahui berinisial S.T.Z. (10), warga Kelurahan Bukit Lama, Kecamatan Ilir Barat I. Jenazah korban kemudian dievakuasi ke Rumah Sakit Bhayangkara Polda Sumatera Selatan guna menjalani Visum et Repertum (VER) untuk memastikan penyebab pasti kematian.
Penemuan mayat bocah tersebut pertama kali terungkap sekitar pukul 08.30 WIB. Seorang saksi, W. (35), petugas parkir di sekitar lokasi, mengaku mendapat informasi dari warga terkait adanya tubuh anak perempuan yang mengapung di selokan.
“Saksi langsung mendatangi lokasi dan mengenali korban. Selanjutnya ia berkoordinasi dengan pihak kepolisian untuk menghubungi keluarga korban,” ungkap sumber di lapangan.
Petugas kepolisian bergerak cepat dengan mengamankan TKP, berkoordinasi dengan tim Inafis Satreskrim Polrestabes Palembang, serta mengumpulkan keterangan saksi dan barang bukti. Hingga saat ini, sedikitnya tiga orang saksi telah dimintai keterangan, termasuk pihak keluarga korban.
Dari informasi awal yang dihimpun, korban diketahui memiliki riwayat penyakit epilepsi yang kerap kambuh. Namun, polisi menegaskan bahwa informasi tersebut masih dalam tahap pendalaman dan akan dikaji bersama hasil visum medis.
Kabid Humas Polda Sumatera Selatan, Kombes Pol Nandang Mu’min Wijaya, menyampaikan belasungkawa mendalam atas peristiwa tersebut. Ia memastikan proses penyelidikan berjalan profesional dan transparan.
“Kami turut berduka atas kejadian ini. Tim di lapangan sudah bergerak cepat. Penyebab kematian akan dipastikan melalui hasil visum,” tegasnya.
Pihak kepolisian juga mengimbau masyarakat yang memiliki informasi tambahan terkait peristiwa ini untuk segera melapor melalui kantor polisi terdekat atau layanan darurat 110.
Hingga kini, kasus tersebut masih dalam penyelidikan. Kepolisian berjanji akan menyampaikan perkembangan terbaru kepada publik setelah seluruh proses pemeriksaan medis dan penyelidikan rampung. (*)










