Menu ✖

Mode Gelap
Demo di Polda Sumsel Ricuh, Dua Tersangka Ditahan Tragis! Petani di Prabumulih Tewas Tertemper Kereta Babaranjang, Tubuh Korban Terpisah Resto Raja Kuliner Baturaja Dilalap Api, 1 Jam Damkar Berjibaku PLN Tindak Lanjuti Kebutuhan Listrik Dinas Perpustakaan Muara Enim BPBD OKU Gelar Simulasi Penyelamatan Banjir, Perkuat Kesiapsiagaan Hadapi Bencana Bupati OKU Soroti Guru Terjerat Pinjol dan Judol, Minta Sekolah Berinovasi

Prabumulih

Tragis! Petani di Prabumulih Tewas Tertemper Kereta Babaranjang, Tubuh Korban Terpisah

Prabumulih, ogannews.com – Kecelakaan maut terjadi di jalur kereta api KM 311, Desa Karang Bindu, Kecamatan Rambang Kapak Tengah, Kota Prabumulih, Sumatera Selatan, Sabtu (17/10/2026) pagi. Seorang petani berusia 61 tahun tewas setelah tertemper Kereta Api (KA) Babaranjang rute Tanjung Karang–Tanjung Enim.

Korban berinisial A, warga Desa Tanjung Menang, Kecamatan Prabumulih Selatan, meninggal dunia di lokasi kejadian. Insiden yang terjadi sekitar pukul 09.19 WIB itu menyebabkan tubuh korban dan bagian kakinya terpisah.

Peristiwa tersebut melibatkan KA 4128 yang melintas di jalur hulu. Berdasarkan informasi awal, masinis melihat korban sedang berjalan menyusuri bantaran rel dengan posisi membelakangi arah datangnya kereta.

Saat rangkaian kereta melintas, korban tertemper pada sisi kiri kereta. Masinis kemudian melaporkan kejadian itu kepada Petugas Pengatur Perjalanan Kereta Api (PPKA), yang selanjutnya meneruskan informasi kepada petugas terkait.

Laporan tersebut ditindaklanjuti petugas pemeriksa jalur, Polisi Khusus Kereta Api (Polsuska), dan satuan pengamanan stasiun. Mereka kemudian menghubungi Polsek Rambang Kapak Tengah serta personel piket Polres Prabumulih.

Menerima laporan tersebut, personel gabungan Polres Prabumulih dan Polsek Rambang Kapak Tengah langsung mendatangi tempat kejadian perkara (TKP).

Petugas melakukan penanganan di lokasi, mengamankan area sekitar, mengumpulkan keterangan saksi, serta berkoordinasi dengan pihak perkeretaapian dan keluarga korban.

Jenazah korban selanjutnya dievakuasi ke RSUD Kota Prabumulih untuk penanganan lebih lanjut.

Kapolres Prabumulih AKBP Gunarto menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban. Ia menegaskan bahwa jajarannya bergerak cepat setelah menerima laporan kejadian.

“Kami jajaran Polres Prabumulih menyampaikan duka cita mendalam kepada pihak keluarga korban. Begitu laporan diterima, personel piket gabungan langsung menuju lokasi untuk melakukan penanganan dan memastikan proses evakuasi berjalan cepat, tertib, serta humanis,” ujar Gunarto.

Sementara itu, Kabid Humas Polda Sumatera Selatan Kombes Pol. Nandang Mu’min Wijaya mengimbau masyarakat agar tidak berjalan maupun melakukan aktivitas di sepanjang jalur rel aktif.

Ia menegaskan pentingnya mematuhi ketentuan keselamatan dan menjaga jarak aman dari perjalanan kereta api.

“Kami memastikan setiap laporan peristiwa ditindaklanjuti secara profesional. Kami juga mengimbau masyarakat agar tidak berjalan atau melakukan aktivitas di sepanjang jalur rel aktif, selalu mematuhi rambu dan ketentuan keselamatan, serta menjaga jarak aman dari perjalanan kereta api,” kata Nandang.

Menurutnya, kereta api membutuhkan jarak pengereman yang panjang sehingga tidak dapat berhenti secara mendadak ketika menghadapi situasi berbahaya di lintasan.

Kepolisian bersama pihak terkait terus berkoordinasi dalam penanganan peristiwa tersebut. Masyarakat juga diingatkan agar tidak menjadikan jalur rel sebagai tempat beraktivitas karena berisiko membahayakan keselamatan jiwa.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca juga

Mahasiswi di Prabumulih Dibegal, Motor Raib Usai Diancam Sajam

25 Maret 2026 - 14:09 WIB

Produksi Minyak PEP Limau Field Melesat, Tembus 5.102 Barel per Hari

6 Maret 2026 - 10:04 WIB

Trending di Nasional