
OKU Timur, Ogannews.com – Kabupaten OKU Timur kembali menjadi sorotan nasional setelah menjadi pusat Panen Raya Jagung Serentak Kuartal III Tahun 2025. Acara yang digelar di Desa Negeri Ratu, Kecamatan Bunga Mayang, Sabtu (27/9/25), dihadiri langsung oleh Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo bersama sejumlah pejabat penting lainnya.
Hadir pula Menteri Koordinator Pangan Zulkifli Hasan, Ketua Komisi IV DPR RI Titiek Soeharto, Kepala Badan Pangan Nasional Arief Prasetyo Adi, serta Dirut Perum Bulog Mayjen TNI Ahmad Rizal Ramdhani.
Panen raya ini merupakan bagian dari program nasional yang dilaksanakan serentak di 34 provinsi di seluruh Indonesia. OKU Timur dipilih sebagai lokasi utama karena dikenal sebagai salah satu lumbung jagung terbesar di Provinsi Sumatera Selatan.
Dalam sambutannya, Titiek Soeharto mengapresiasi langkah Polri dalam mendukung visi Presiden RI Prabowo Subianto untuk mencapai swasembada pangan. Menurutnya, keberhasilan panen raya yang menghasilkan jutaan ton jagung adalah bukti nyata komitmen seluruh pihak.
“Presiden Prabowo menegaskan bahwa Indonesia tidak boleh lagi bergantung pada impor. Dengan swasembada beras dan peningkatan produksi jagung, kita optimistis bisa memenuhi kebutuhan pangan nasional tanpa impor,” ujar Titiek.
Kapolri Jenderal Listyo Sigit menegaskan bahwa target penanaman jagung tahun 2025 adalah di atas 1 juta hektar. Hingga kini, Polri bersama mitra terkait telah memperoleh lahan 819.081 hektar, dengan 483.822 hektar di antaranya sudah ditanami.
“Kolaborasi antara Polri, kementerian, Perhutani, mitra strategis, kelompok tani, hingga masyarakat sangat krusial. Bersama-sama, kita bisa wujudkan target 1 juta hektar sesuai harapan Presiden,” tegas Kapolri.
Kapolda Sumsel Irjen Pol Andi Rian R. Djayadi melaporkan, sepanjang Kuartal I hingga III tahun 2025, Sumsel mencatat panen jagung seluas 25.952 hektar dengan total produksi mencapai 130.735 ton.
Pada kegiatan panen kali ini, Polda Sumsel memaksimalkan lima unit mesin pengering jagung berkapasitas 10 ton per mesin, serta menyalurkan 300 paket bantuan sosial untuk kelompok tani.
“Di Desa Negeri Ratu dan Sabalioh OKU Timur, lahan panen hari ini seluas 25 hektar dengan estimasi 150 ton jagung. Total ada 259 kelompok tani yang terlibat,” jelas Kapolda.
Selain panen raya, acara juga dirangkai dengan:
• Launching 5 unit mesin pengering jagung dan rencana pembangunan 21 unit tambahan pada tahun 2026.
• Peninjauan pasar murah dan stand inovasi pertanian.
• Simbolis pelepasan panen jagung ke Perum Bulog.
• Dialog interaktif dengan jajaran Polda dari berbagai daerah.
Dengan capaian ini, Sumatera Selatan khususnya OKU Timur semakin mengukuhkan diri sebagai sentra produksi jagung nasional yang berkontribusi besar terhadap swasembada pangan Indonesia. (*)








