
Ogannews.com – Sebanyak 48 peserta mengikuti pelatihan kerja yang diselenggarakan oleh Badan Latihan Kerja (BLK) Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU).
Kegiatan itu merupakan bagian dari program pendidikan dan pelatihan keterampilan bagi pencari kerja berdasarkan klaster kompetensi yang dibiayai melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun 2024.
Kegiatan pelatihan ini secara resmi dibuka oleh Kepala Dinas Tenaga Kerja OKU, Kadarisman S.Ag, M.Si, dalam sebuah acara di Aula BLK Disnaker OKU pada Senin (26/8/24).
Kepala Disnaker OKU, Kadarisman menjelaskan bahwa pelatihan ini terbagi dalam tiga kejuruan, yaitu Tata Kecantikan, Menjahit Pakaian dengan Mesin, serta Pembuatan Roti dan Kue.
“Setiap kejuruan diikuti oleh 16 peserta, jadi total ada 48 peserta yang terlibat dalam pelatihan ini,” ujar Kadarisman.
Pelatihan tersebut akan berlangsung selama satu bulan penuh, di mana para peserta akan menerima pembekalan intensif setiap hari sesuai jam kerja.
Menariknya, seluruh pelatihan ini diselenggarakan secara gratis, tanpa dipungut biaya sepeserpun. Selain itu, para peserta juga mendapatkan konsumsi serta modul pelatihan untuk mendukung proses belajar mereka.
“Pelatihan ini murni untuk membekali masyarakat dengan keterampilan kerja, sehingga mereka bisa memasuki dunia kerja atau bahkan menciptakan usaha sendiri secara mandiri,” jelas Kadarisman.
Kadarisman berharap keterampilan yang didapatkan dari pelatihan ini dapat dimanfaatkan secara optimal oleh para peserta. Misalnya, peserta yang mengikuti pelatihan menjahit bisa membuka jasa jahit di rumah, atau yang mengikuti pelatihan pembuatan roti bisa memulai usaha roti dan kue. Begitu pula dengan peserta pelatihan tata kecantikan yang bisa mengembangkan usaha rias pengantin atau merias untuk acara-acara lainnya.
Dalam kesempatan tersebut, Kadarisman juga mengingatkan para peserta untuk mengikuti pelatihan dengan sungguh-sungguh.
“Ikuti dengan sebaik-baiknya, jangan malas-malasan. Nanti ada uji kompetensi, dan bagi yang lulus akan mendapatkan sertifikat keterampilan dari Kementerian Tenaga Kerja. Kami berharap kegiatan ini dapat bermanfaat dan membantu mengurangi angka pengangguran di OKU,” tandasnya.
Pelatihan ini diharapkan dapat membuka peluang kerja baru bagi masyarakat OKU serta mendorong mereka untuk lebih produktif dan mandiri di tengah persaingan dunia kerja yang semakin ketat. (*)







