
OKU Timur, ogannews.com – Puluhan prajurit pasukan khusus dari tiga negara menguji kemampuan operasi taktis dalam latihan multinasional di Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) Timur, Sumatera Selatan.
Sebanyak 49 personel Special Operations Forces (SOF) Indonesia, Amerika Serikat, dan Jepang terlibat dalam Tactical Ground Operation (TGO) Strike and Raid Operations Field Training Exercise (FTX) yang digelar di Pusat Latihan Tempur (Puslatpur) TNI AD, Martapura, OKU Timur, Selasa (8/9/2026).
Latihan ini menjadi salah satu bagian penting dalam rangkaian Super Garuda Shield 2026, dengan fokus menguji kemampuan pasukan dalam menjalankan operasi khusus secara terpadu di medan latihan.
Bukan sekadar mengandalkan kemampuan individu, para prajurit dituntut mampu bergerak sebagai satu kesatuan melalui skenario operasi yang membutuhkan kecepatan, ketepatan, komunikasi, serta pengambilan keputusan dalam situasi taktis.
Dari Indonesia, sebanyak 24 personel diterjunkan dalam latihan tersebut. Mereka terdiri dari 8 personel Bravo, 8 personel Taifib, dan 8 personel Gultor.
Sementara itu, Amerika Serikat mengerahkan 21 personel, sedangkan Jepang melibatkan 4 personel. Ketiga kontingen kemudian berlatih secara terpadu dengan mengedepankan koordinasi dan kesamaan prosedur dalam setiap tahapan operasi.
Materi Strike and Raid Operations dirancang untuk mengasah kemampuan prajurit sejak tahap perencanaan hingga pelaksanaan operasi. Setiap personel dituntut mampu memahami peran masing-masing sekaligus menyesuaikan diri dengan pola operasi pasukan dari negara lain.
Interaksi langsung di lapangan juga menjadi bagian penting dari latihan. Perbedaan prosedur, metode, maupun karakteristik satuan menjadi tantangan tersendiri yang harus dijembatani melalui komunikasi dan koordinasi yang efektif.
Melalui latihan ini, kemampuan interoperabilitas antarpasukan diharapkan semakin kuat. Prajurit tidak hanya diuji dalam aspek keterampilan taktis, tetapi juga dalam membangun pola kerja bersama dalam operasi multinasional.
Pelaksanaan FTX tersebut sekaligus menjadi sarana untuk meningkatkan profesionalisme dan kesiapsiagaan pasukan, sekaligus memperkuat hubungan kerja sama pertahanan antara Indonesia, Amerika Serikat, Jepang, dan negara-negara sahabat lainnya.
Dengan medan latihan di Puslatpur TNI AD Martapura, OKU Timur, kemampuan pasukan khusus dari tiga negara kembali diuji untuk menghadapi dinamika operasi yang membutuhkan gerak cepat, koordinasi presisi, dan keputusan tepat di lapangan.(*)










