
OKU Timur, Ogannews.com — Riuh kebersamaan mewarnai penghujung rangkaian Latihan Gabungan Bersama (Latgabma) Super Garuda Shield (SGS) 2026 di Kabupaten Ogan Komering Ulu Timur (OKUT), Sumatera Selatan.
Ribuan personel militer dari berbagai negara yang sebelumnya digembleng dalam rangkaian latihan militer multinasional, kini melebur dalam suasana penuh keakraban melalui Sports and Cultural Day yang digelar di Lapangan Mako Pusat Latihan Tempur Kodiklat TNI AD, Martapura.
Kegiatan tersebut dipimpin langsung Wakil Komandan Kodiklat TNI, Marsekal Muda (Marsda) TNI Bambang Gunarto.
Berbeda dari suasana latihan taktis yang sarat disiplin dan ketegangan, para prajurit dari negara-negara peserta tampak antusias mengikuti berbagai kegiatan olahraga bersama serta permainan tradisional khas Indonesia.
Sports and Cultural Day menjadi momentum untuk membangun kedekatan antarprajurit sekaligus memperkuat confidence building measures dalam hubungan militer antarnegara.
Interaksi dalam suasana informal dinilai menjadi bagian penting dalam membangun rasa saling percaya atau trust yang tidak selalu dapat dibentuk melalui latihan perang dan simulasi taktis semata.
Selain olahraga, kegiatan ini juga menjadi kesempatan bagi Indonesia sebagai tuan rumah untuk memperkenalkan kekayaan budaya kepada komunitas militer internasional.
Beragam kearifan lokal, kesenian, tradisi hingga kuliner khas daerah turut diperkenalkan dalam agenda tersebut.
Di tengah padatnya rangkaian latihan yang menguras fisik dan konsentrasi, Sports and Cultural Day menjadi ruang penyegaran bagi para personel sekaligus memperkuat hubungan persahabatan antara TNI dan negara-negara mitra.
Kemeriahan tersebut kemudian ditutup dengan upacara resmi penutupan Latgabma Super Garuda Shield 2026 yang kembali dipimpin Marsda TNI Bambang Gunarto.
Upacara penutupan berlangsung khidmat dan dilaksanakan secara serempak di dua lokasi, yakni Bandung dan Baturaja.
Berakhirnya SGS 2026 tidak hanya menandai selesainya rangkaian latihan militer multinasional, tetapi juga meninggalkan pesan penting tentang kekuatan kerja sama, interoperabilitas, serta persahabatan antarnegara.
Dari medan latihan hingga permainan tradisional, para prajurit dari berbagai negara menunjukkan bahwa membangun kekuatan pertahanan tidak hanya berbicara tentang kemampuan tempur, tetapi juga tentang kepercayaan dan hubungan antarmanusia.(*)











