Menu

Mode Gelap
Kemarau Hampir Lima Bulan, Pemkab OKU Kerahkan Lima Tangki Air Bersih untuk Warga Terdampak Sports and Cultural Day Tutup Super Garuda Shield 2026 Wabup OKU Temui Menteri Koperasi, Dorong Koperasi Jadi Motor Ekonomi Daerah 49 Prajurit Indonesia, AS, dan Jepang Uji Kemampuan Strike and Raid Ratusan Prajurit Kostrad Pacu Adrenalin dalam Latihan Menembak Lorong SGS 2026 Alutsista Modern Disajikan, TNI dan AS Simulasikan Serangan Gabungan di Baturaja

Nasional

Alutsista Modern Disajikan, TNI dan AS Simulasikan Serangan Gabungan di Baturaja

OKU, ogannews.com — Dentuman kekuatan tempur menggema di Pusat Latihan Tempur (Puslatpur) Kodiklat TNI AD, Baturaja, Sumatera Selatan. Ribuan prajurit dari Indonesia dan Amerika Serikat menguji kemampuan tempur gabungan dalam latihan Land Joint Strike (LJS) sebagai bagian dari Latihan Gabungan Bersama (Latgabma) Super Garuda Shield (SGS) 2026.

Latihan yang digelar pada Senin (7/9/2026) tersebut turut disaksikan langsung Komandan Kodiklat TNI Letjen TNI Mohamad Naudi Nurdika selaku Direktur Latihan (Dirlat) Latgabma SGS 2026 dari Pos Tinjau T12 Puslatpur Kodiklat TNI AD.

Dalam skenario latihan, kekuatan gabungan menguji kemampuan melancarkan serangan darat secara terkoordinasi dengan dukungan sistem komunikasi modern dan rantai komando yang terintegrasi.

Teknologi tersebut memungkinkan setiap unsur tempur berkoordinasi secara real time, sehingga pergerakan dan dukungan tembakan dapat diselaraskan dengan kondisi medan latihan.

Tak sekadar mengandalkan kekuatan personel, latihan ini juga melibatkan sejumlah alat utama sistem senjata (alutsista) modern.

Dari pihak Indonesia, kekuatan yang digelar antara lain ASTROS, MLS Vampire, pesawat tempur F-16, serta helikopter AH-64E Apache. Sementara Amerika Serikat turut mengerahkan HIMARS dan helikopter AH-64E Apache dalam skenario latihan.

Kombinasi kekuatan tersebut memperlihatkan bagaimana berbagai unsur tempur dengan karakteristik berbeda dapat diintegrasikan dalam satu operasi gabungan.

Sebanyak 4.743 personel terlibat dalam Latgabma SGS 2026. Selain mengasah kemampuan tempur, latihan ini diarahkan untuk memperkuat interoperabilitas antarnegara sekaligus meningkatkan kesiapan menghadapi dinamika keamanan di kawasan Indo-Pasifik.

Super Garuda Shield 2026 pun menjadi salah satu ruang penting bagi Indonesia dan negara peserta untuk memperkuat kerja sama pertahanan, membangun kepercayaan, serta meningkatkan kemampuan operasi bersama.

Melalui latihan Land Joint Strike, kekuatan gabungan tidak hanya menguji kecanggihan alutsista, tetapi juga memastikan koordinasi, komunikasi, dan pengambilan keputusan dapat berjalan efektif dalam satu kesatuan operasi.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca juga

Kemarau Hampir Lima Bulan, Pemkab OKU Kerahkan Lima Tangki Air Bersih untuk Warga Terdampak

12 September 2026 - 09:50 WIB

Sports and Cultural Day Tutup Super Garuda Shield 2026

11 September 2026 - 20:22 WIB

Wabup OKU Temui Menteri Koperasi, Dorong Koperasi Jadi Motor Ekonomi Daerah

9 September 2026 - 09:48 WIB

49 Prajurit Indonesia, AS, dan Jepang Uji Kemampuan Strike and Raid

9 September 2026 - 07:58 WIB

Ratusan Prajurit Kostrad Pacu Adrenalin dalam Latihan Menembak Lorong SGS 2026

8 September 2026 - 08:48 WIB

Trending di Nasional