Menu

Mode Gelap
Jaringan Air Tanah Jadi Andalan Baru Petani OKU, Bupati Teddy: Jangan Sampai Rusak Bayi 3 Bulan Jadi Sasaran, Ayah Berdalih Kesal Dengar Tangisan Berkontribusi dalam Pengembangan Geotermal di Indonesia, Kementerian ATR/BPN Dapat Penghargaan dari Kementerian ESDM 446 Kantor BPN Terapkan Pengukuran Terjadwal, Waktu Tunggu Maksimal 7 Hari Serunya Lomba 17-an di SDN 3 OKU, Siswa dan Guru Sama-sama Semangat Tak Perlu Menunggu Tanpa Kepastian, Masyarakat Rasakan Manfaat Pengukuran Terjadwal Saat Sertipikasi Tanah

Daerah

SMAN 4 OKU Tingkatkan Kompetensi Guru Lewat Pelatihan Pendidikan Inklusi dan Metode Pembelajaran Interaktif

Pose bersama tenaga pengajar SMAN 4 OKU.

Ogannews.com – Dalam upaya terus memajukan mutu pendidikan, SMAN 4 OKU menggelar pelatihan intensif bagi para guru tentang penerapan pendidikan inklusi dan metode pembelajaran interaktif.

Pelatihan ini diikuti oleh seluruh staf pengajar sekolah, bertujuan untuk membekali mereka dengan pengetahuan dan keterampilan yang relevan dalam mengelola pembelajaran yang inklusif serta lebih dinamis.

Kepala SMAN 4 OKU, Hj Jumiati SPd MM, menegaskan pentingnya pelatihan ini sebagai bagian dari evaluasi rapor pendidikan sekolah yang menunjukkan kebutuhan akan peningkatan di bidang inklusi.

“Kami ingin para guru memahami konsep pendidikan inklusi dengan lebih baik dan mampu menerapkannya di lingkungan kelas, sekaligus meningkatkan interaksi yang lebih aktif dan dinamis dengan siswa,” ujar Jumiati.

Jumiati juga menegaskan komitmen SMAN 4 OKU untuk menerima semua siswa, baik yang berkebutuhan khusus maupun tidak.

“Kami tidak membedakan siswa. Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) akan kami terima dengan persiapan yang tepat, sehingga mereka bisa belajar bersama siswa lainnya,” tambahnya.

Pelatihan ini menghadirkan Darmawan Kristianto, SPd, Gr, Humas SLB Negeri di Baturaja, sebagai narasumber. Ia menyoroti pentingnya pelatihan berkelanjutan bagi sekolah penyelenggara pendidikan inklusi.

“Masih banyak sekolah yang belum memahami secara penuh cara mengelola pendidikan inklusi. Oleh karena itu, kami memberikan materi tentang metode mengajar yang tepat bagi ABK, agar mereka bisa berbaur dengan siswa reguler,” jelasnya.

Darmawan juga menyoroti bahwa sejak 2012, Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan telah mendorong deklarasi sekolah inklusi. Namun, di Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU), baru enam sekolah dasar yang menerapkannya.

Menurutnya, ABK memiliki beragam kebutuhan, termasuk anak dengan hambatan fisik, autisme, maupun kesulitan ekonomi, yang memerlukan pendekatan khusus di dalam kelas.

“Pendidikan inklusi menuntut sekolah untuk menyesuaikan kurikulum berdasarkan kebutuhan individu siswa. Misalnya, anak tunarungu membutuhkan guru yang menguasai bahasa isyarat,” kata Darmawan, menambahkan bahwa inklusi berarti memberikan ruang bagi semua anak untuk belajar bersama tanpa diskriminasi.

Dengan pelatihan ini, SMAN 4 OKU berharap dapat semakin memperkuat peran mereka sebagai penyelenggara pendidikan inklusi yang berkualitas, membawa perubahan positif dalam dunia pendidikan di Kabupaten OKU. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca juga

Jaringan Air Tanah Jadi Andalan Baru Petani OKU, Bupati Teddy: Jangan Sampai Rusak

24 Agustus 2026 - 07:40 WIB

Bayi 3 Bulan Jadi Sasaran, Ayah Berdalih Kesal Dengar Tangisan

21 Agustus 2026 - 09:21 WIB

Serunya Lomba 17-an di SDN 3 OKU, Siswa dan Guru Sama-sama Semangat

20 Agustus 2026 - 13:36 WIB

Hujan Deras Ganggu Jaringan Listrik, PLN ULP Lembayung Kerahkan 31 Personel Pulihkan Listrik di Lahat

19 Agustus 2026 - 22:32 WIB

Bupati Teddy Pimpin Upacara HUT ke-81 RI

17 Agustus 2026 - 15:25 WIB

Trending di OKU