Menu

Mode Gelap
Gandeng 17 Lembaga Kursus, Teddy Ingin Anak Muda OKU Punya Skill dan Pekerjaan Petani OKU Timur Kompak Dukung Swasembada Pangan Prabowo, Harga Gabah Tembus Rp7.000 per Kg Komitmen Besar Pemkab OKU: SPMB Harus Jujur, Adil dan Bebas Titipan Video Asusila Tersebar di Sekolah, Siasat Bejat Pemuda di OKU Setubuhi Pacar Sambil Direkam Akhirnya Terbongkar! Rekayasa “Amuk Massa” di Kebun Kopi OKU Selatan Terbongkar, Polisi Tetapkan Dua Tersangka Pembunuhan OKU Bidik Teknologi Pengubah Sampah Jadi Cuan

Daerah

SMAN 4 OKU Tingkatkan Kompetensi Guru Lewat Pelatihan Pendidikan Inklusi dan Metode Pembelajaran Interaktif

Pose bersama tenaga pengajar SMAN 4 OKU.

Ogannews.com – Dalam upaya terus memajukan mutu pendidikan, SMAN 4 OKU menggelar pelatihan intensif bagi para guru tentang penerapan pendidikan inklusi dan metode pembelajaran interaktif.

Pelatihan ini diikuti oleh seluruh staf pengajar sekolah, bertujuan untuk membekali mereka dengan pengetahuan dan keterampilan yang relevan dalam mengelola pembelajaran yang inklusif serta lebih dinamis.

Kepala SMAN 4 OKU, Hj Jumiati SPd MM, menegaskan pentingnya pelatihan ini sebagai bagian dari evaluasi rapor pendidikan sekolah yang menunjukkan kebutuhan akan peningkatan di bidang inklusi.

“Kami ingin para guru memahami konsep pendidikan inklusi dengan lebih baik dan mampu menerapkannya di lingkungan kelas, sekaligus meningkatkan interaksi yang lebih aktif dan dinamis dengan siswa,” ujar Jumiati.

Jumiati juga menegaskan komitmen SMAN 4 OKU untuk menerima semua siswa, baik yang berkebutuhan khusus maupun tidak.

“Kami tidak membedakan siswa. Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) akan kami terima dengan persiapan yang tepat, sehingga mereka bisa belajar bersama siswa lainnya,” tambahnya.

Pelatihan ini menghadirkan Darmawan Kristianto, SPd, Gr, Humas SLB Negeri di Baturaja, sebagai narasumber. Ia menyoroti pentingnya pelatihan berkelanjutan bagi sekolah penyelenggara pendidikan inklusi.

“Masih banyak sekolah yang belum memahami secara penuh cara mengelola pendidikan inklusi. Oleh karena itu, kami memberikan materi tentang metode mengajar yang tepat bagi ABK, agar mereka bisa berbaur dengan siswa reguler,” jelasnya.

Darmawan juga menyoroti bahwa sejak 2012, Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan telah mendorong deklarasi sekolah inklusi. Namun, di Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU), baru enam sekolah dasar yang menerapkannya.

Menurutnya, ABK memiliki beragam kebutuhan, termasuk anak dengan hambatan fisik, autisme, maupun kesulitan ekonomi, yang memerlukan pendekatan khusus di dalam kelas.

“Pendidikan inklusi menuntut sekolah untuk menyesuaikan kurikulum berdasarkan kebutuhan individu siswa. Misalnya, anak tunarungu membutuhkan guru yang menguasai bahasa isyarat,” kata Darmawan, menambahkan bahwa inklusi berarti memberikan ruang bagi semua anak untuk belajar bersama tanpa diskriminasi.

Dengan pelatihan ini, SMAN 4 OKU berharap dapat semakin memperkuat peran mereka sebagai penyelenggara pendidikan inklusi yang berkualitas, membawa perubahan positif dalam dunia pendidikan di Kabupaten OKU. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca juga

Gandeng 17 Lembaga Kursus, Teddy Ingin Anak Muda OKU Punya Skill dan Pekerjaan

25 Mei 2026 - 22:07 WIB

Komitmen Besar Pemkab OKU: SPMB Harus Jujur, Adil dan Bebas Titipan

25 Mei 2026 - 18:54 WIB

Video Asusila Tersebar di Sekolah, Siasat Bejat Pemuda di OKU Setubuhi Pacar Sambil Direkam Akhirnya Terbongkar!

24 Mei 2026 - 16:30 WIB

OKU Bidik Teknologi Pengubah Sampah Jadi Cuan

24 Mei 2026 - 08:36 WIB

Setelah DJKA, Kini PT KAI Sambut Positif Flyover Pasar Tempel

22 Mei 2026 - 20:20 WIB

Trending di OKU