Menu ✖

Mode Gelap
Bupati OKU Jajaki WTP Mobile, Targetkan Air Bersih Tetap Mengalir Saat Banjir Pengukuran Terjadwal Hadirkan Layanan Pertanahan yang Lebih Jelas bagi Masyarakat Mengenal Nomor Sertipikat dan Makna yang Terkandung di Dalamnya Manfaatkan ATR/BPN Dekat untuk Cari Informasi Layanan Pertanahan, Masyarakat: Lebih Hemat Waktu, Biaya, dan Tenaga Masuki Tahap Ketiga Pilot Project, PERINTIS 10 Hari Kini Tersedia di 131 Kantah Manfaatkan PTSL untuk Urus Sertipikat, Masyarakat: Proses Dipermudah

Berita Utama

Dua Komisioner Bawaslu OKU Dilaporkan ke Polisi Terkait Dugaan Suap

Dua oknum Komisioner Bawaslu OKU digiring korban ke Mapolres OKU.

Ogannews.com – Dua oknum Komisioner Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU), dengan inisial F dan AK, dilaporkan ke Mapolres OKU, Senin (04/02/24) dini hari sekitar pukul 01.00 WIB.

Mereka dilaporkan karena diduga menerima suap sebesar Rp1,340 Miliar dengan menjanjikan seorang calon legislatif (caleg) agar bisa lolos menjadi anggota DPRD setempat.

Kejadian ini terungkap ketika kedua oknum komisioner tersebut berada di kediaman Caleg yang dijanjikan tersebut, sekitar pukul 22.00 WIB.

Keduanya sempat bermusyawarah untuk menuntaskan persoalan tersebut beberapa jam sebelum akhirnya dibawa ke Mapolres.

Caleg yang merasa dirugikan adalah Mirsawati, caleg nomor urut 3 asal PAN dari daerah pemilihan (dapil 1) Baturaja Timur.

Menurut Angga, anak dari Mirsawati, pihaknya telah mengeluarkan uang sebanyak Rp1,340 miliar dengan iming-iming memperoleh sebanyak 4.000 suara di dapil 1 Baturaja Timur. Uang tersebut diserahkan secara bertahap melalui perantara atau orang suruhan F.

“Uang ini kami serahkan sebelum pelaksanaan Pileg. Itu diserahkan bertahap kepada utusannya bernama Arya, atas perintah F. Dengan asumsi Rp300 per kepala untuk 4.000 suara,” ungkap Angga.

Keluarga Mirsawati merasa dipermainkan oleh kedua oknum komisioner tersebut karena suara yang masuk jauh dari yang dijanjikan, terutama karena ini adalah kali pertama mereka ikut kontestasi Pemilu.

Dalam menanggapi kasus ini, beberapa fungsionaris DPD PAN OKU membawa persoalan tersebut ke pihak yang berwajib atas dasar dugaan menerima suap.

Kedua oknum komisioner tersebut tak banyak berbicara saat berhadapan dengan keluarga Mirsawati dan beberapa pengurus DPD PAN OKU.

Salah satunya bahkan melarang wartawan untuk mendokumentasikan pertemuan tersebut. Hingga berita ini ditulis, keduanya masih berada di Mapolres OKU. (Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca juga

Bupati OKU Jajaki WTP Mobile, Targetkan Air Bersih Tetap Mengalir Saat Banjir

27 Oktober 2026 - 12:24 WIB

Demo di Polda Sumsel Ricuh, Dua Tersangka Ditahan

17 Oktober 2026 - 20:22 WIB

Resto Raja Kuliner Baturaja Dilalap Api, 1 Jam Damkar Berjibaku

16 Oktober 2026 - 21:49 WIB

PLN Tindak Lanjuti Kebutuhan Listrik Dinas Perpustakaan Muara Enim

16 Oktober 2026 - 15:44 WIB

BPBD OKU Gelar Simulasi Penyelamatan Banjir, Perkuat Kesiapsiagaan Hadapi Bencana

15 Oktober 2026 - 19:26 WIB

Trending di OKU