Menu ✖

Mode Gelap
Bupati OKU Jajaki WTP Mobile, Targetkan Air Bersih Tetap Mengalir Saat Banjir Pengukuran Terjadwal Hadirkan Layanan Pertanahan yang Lebih Jelas bagi Masyarakat Mengenal Nomor Sertipikat dan Makna yang Terkandung di Dalamnya Manfaatkan ATR/BPN Dekat untuk Cari Informasi Layanan Pertanahan, Masyarakat: Lebih Hemat Waktu, Biaya, dan Tenaga Masuki Tahap Ketiga Pilot Project, PERINTIS 10 Hari Kini Tersedia di 131 Kantah Manfaatkan PTSL untuk Urus Sertipikat, Masyarakat: Proses Dipermudah

Hukum dan Kriminal

Perempuan di Pengandonan Ditemukan Tewas di Kamar Mandi, Polisi Pastikan Bukan Korban Kekerasan

Polisi cek TKP.

Ogannews.com – Warga Dusun II Desa Kesambirata, Kecamatan Pengandonan, Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU), digemparkan dengan penemuan sosok perempuan yang sudah tidak bernyawa di dalam rumahnya, pada Jumat (24/10/25) sekitar pukul 13.30 WIB. 

Korban diketahui bernama Lamisa (59), seorang petani yang tinggal seorang diri di desa tersebut.

Kapolsek Pengandonan bersama tim piket SPK, Reskrim, dan Intelkam langsung mendatangi lokasi usai menerima laporan dari warga. Setibanya di tempat kejadian perkara (TKP), petugas menemukan korban dalam posisi terlentang di dalam kamar mandi rumahnya.

Dua warga yang pertama kali menemukan korban adalah Nuraini (52) dan Albet (69), keduanya merupakan tetangga korban yang curiga karena korban tak kunjung terlihat sejak pagi. 

Setelah memanggil berulang kali tanpa jawaban, keduanya kemudian mendobrak pintu dan mendapati korban sudah tidak bernyawa.

Pihak kepolisian kemudian berkoordinasi dengan tenaga medis dari Puskesmas Pengandonan untuk melakukan pemeriksaan. Dari hasil visum luar, tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan di tubuh korban.

Kasi Humas Polres OKU AKP Ibnu Holdon membenarkan kejadian tersebut. “Benar, telah ditemukan seorang perempuan bernama Lamisa binti Jalil dalam keadaan meninggal dunia di rumahnya sendiri. Dari hasil pemeriksaan medis, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan. Berdasarkan keterangan keluarga, korban diketahui sudah lama sakit dan tinggal sendirian,” ujar AKP Ibnu Holdon. 

Lebih lanjut, AKP Ibnu Holdon menjelaskan bahwa pihak keluarga telah membuat pernyataan resmi untuk tidak dilakukan otopsi, karena meyakini kematian korban disebabkan oleh penyakit yang dideritanya. 

“Keluarga korban sudah membuat surat pernyataan tidak keberatan dan menolak dilakukan otopsi. Mereka menerima kejadian ini sebagai musibah,” tambahnya. 

Jenazah korban kemudian diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan di tempat pemakaman umum Desa Kesambirata. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca juga

Bupati OKU Jajaki WTP Mobile, Targetkan Air Bersih Tetap Mengalir Saat Banjir

27 Oktober 2026 - 12:24 WIB

Demo di Polda Sumsel Ricuh, Dua Tersangka Ditahan

17 Oktober 2026 - 20:22 WIB

Resto Raja Kuliner Baturaja Dilalap Api, 1 Jam Damkar Berjibaku

16 Oktober 2026 - 21:49 WIB

PLN Tindak Lanjuti Kebutuhan Listrik Dinas Perpustakaan Muara Enim

16 Oktober 2026 - 15:44 WIB

BPBD OKU Gelar Simulasi Penyelamatan Banjir, Perkuat Kesiapsiagaan Hadapi Bencana

15 Oktober 2026 - 19:26 WIB

Trending di OKU