Menu

Mode Gelap
Sekda OKU Serahkan Bantuan untuk Korban Kebakaran 14 Tahun WTP Beruntun, OKU Timur Perkuat Komitmen Mengawal Uang Rakyat untuk Pelayanan Publik OKU Raih WTP ke-11, Bukti Tata Kelola Keuangan Makin Solid KPK OTT Bupati Muara Enim, 10 Orang Diamankan Tinggalkan Kertas, SDN 3 OKU Sukses Terapkan Ujian Berbasis Android Dari Aksi Sosial hingga Potong Tumpeng, HUT Baturaja Post ke-27 dan KWRI OKU Raya ke-28 Penuh Makna

Berita Utama

Lagi! Petani di OKU Diserang Beruang Saat Hendak Mencari Rotan

Korban mengalami luka robek di bagian kaki kanan.

Ogannews.com – Hewan buas berbulu tebal kembali menyerang warga Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) hingga mengalami luka robel di bagian kaki.

Umar Tini (50), seorang petani yang beralamat di Desa Sukajadi, Kecamatan Ulu Ogan menjadi korban serangan beruang.

Penyerangan beruang tersebut terjadi di hutan Ayakh Benaye, Desa Kemala jaya Kecamatan Muara Jaya, Kabupaten OKU. Saat itu korban sedang mencari tanaman rotan sambil membawa anjing peliharaan, Rabu (20/03/24) sekitar pukul 19.00 WIB.

“Tiba-tiba di tengah perjalanan, korban bertemu dengan hewan buas beruang dan selanjutnya beruang tersebut langsung menyerang korban,” kata Kasi Humas Polres OKU, IPTU Ibnu Holdon, Kamis (21/03/24).

Akibat serangan beruang, korban mengalami luka robek pada kaki sebelah kanan yang disebabkan dari gigitan dan cakaran beruang.

“Korban juga menjelaskan bahwa beruang tidak menyerang dalam waktu lama mengingat anjing peliharaan korban pada saat kejadian melakukan perlawanan sehingga beruang tersebut langsung kabur,” jelasnya.

Menurut keterangan korban kepada pihak kepolisian, setelah diserang beruang korban menuju pondok kebun dan bertemu dengan petani lain.

“Selanjutnya petani itu mengantar korban menuju rumahnya di Desa Sukajadi dan tiba di rumahnya pada Pukul 17.00 Wib,” sambung Kasi Humas.

Saat ini korban dirawat jalan dan telah dilakukan tindakan medis oleh pegawai Puskesmas Mendingin Kecamatan Ulu Ogan.

“Terjadinya serangan binatang buas terhadap warga di karenakan kurang kewaspadaan korban, dimana kawasan serta hutan di lokasi korban tersebut berada di hutan cukup luas yang banyak masih terdapat binatang buas,” beber IPTU Ibnu Holdon.

Ia juga mengatakan, potensi kejadian serupa bisa saja terulang dimana masih adanya masyarakat yang berkebun di daerah tersebut. Menurutnya kawasan itu masih termasuk hutan belantara.

“Kami menghimbau masyarakat yang pergi ke kebun atau hutan untuk berhati-hati. Polsek setempat juga akan berkoordinasi dengan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) terkait adanya temuan serangan binatang buas,” pungkasnya. (Fiq)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca juga

Sekda OKU Serahkan Bantuan untuk Korban Kebakaran

12 Juni 2026 - 18:05 WIB

14 Tahun WTP Beruntun, OKU Timur Perkuat Komitmen Mengawal Uang Rakyat untuk Pelayanan Publik

10 Juni 2026 - 22:24 WIB

OKU Raih WTP ke-11, Bukti Tata Kelola Keuangan Makin Solid

10 Juni 2026 - 21:47 WIB

KPK OTT Bupati Muara Enim, 10 Orang Diamankan

8 Juni 2026 - 18:53 WIB

Tinggalkan Kertas, SDN 3 OKU Sukses Terapkan Ujian Berbasis Android

8 Juni 2026 - 18:21 WIB

Trending di OKU