Menu

Mode Gelap
Hari Pramuka ke-65, Bupati OKU Dorong Generasi Muda Mandiri dan Berkontribusi Nyata Geger! Plt Kepala KUA Pulau Beringin Tewas Ditusuk, 2 Pelaku Diciduk dalam 9 Jam Bupati OKU Perkuat Pengawasan Pengadaan Barang dan Jasa Lewat Diklat Probity Audit Karyawan Suzuki Thamrin Group Diduga Gelapkan Uang Pembelian Mobil Rp143 Juta Cekcok Batas Tanah Berujung Bacokan, Dua Warga Panggal-Panggal Luka PLN UP3 Lahat Sambungkan Listrik PT MIP Tanpa Padam, Dukung Operasional Industri di Merapi Barat

Berita Utama

Lagi! Petani di OKU Diserang Beruang Saat Hendak Mencari Rotan

Korban mengalami luka robek di bagian kaki kanan.

Ogannews.com – Hewan buas berbulu tebal kembali menyerang warga Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) hingga mengalami luka robel di bagian kaki.

Umar Tini (50), seorang petani yang beralamat di Desa Sukajadi, Kecamatan Ulu Ogan menjadi korban serangan beruang.

Penyerangan beruang tersebut terjadi di hutan Ayakh Benaye, Desa Kemala jaya Kecamatan Muara Jaya, Kabupaten OKU. Saat itu korban sedang mencari tanaman rotan sambil membawa anjing peliharaan, Rabu (20/03/24) sekitar pukul 19.00 WIB.

“Tiba-tiba di tengah perjalanan, korban bertemu dengan hewan buas beruang dan selanjutnya beruang tersebut langsung menyerang korban,” kata Kasi Humas Polres OKU, IPTU Ibnu Holdon, Kamis (21/03/24).

Akibat serangan beruang, korban mengalami luka robek pada kaki sebelah kanan yang disebabkan dari gigitan dan cakaran beruang.

“Korban juga menjelaskan bahwa beruang tidak menyerang dalam waktu lama mengingat anjing peliharaan korban pada saat kejadian melakukan perlawanan sehingga beruang tersebut langsung kabur,” jelasnya.

Menurut keterangan korban kepada pihak kepolisian, setelah diserang beruang korban menuju pondok kebun dan bertemu dengan petani lain.

“Selanjutnya petani itu mengantar korban menuju rumahnya di Desa Sukajadi dan tiba di rumahnya pada Pukul 17.00 Wib,” sambung Kasi Humas.

Saat ini korban dirawat jalan dan telah dilakukan tindakan medis oleh pegawai Puskesmas Mendingin Kecamatan Ulu Ogan.

“Terjadinya serangan binatang buas terhadap warga di karenakan kurang kewaspadaan korban, dimana kawasan serta hutan di lokasi korban tersebut berada di hutan cukup luas yang banyak masih terdapat binatang buas,” beber IPTU Ibnu Holdon.

Ia juga mengatakan, potensi kejadian serupa bisa saja terulang dimana masih adanya masyarakat yang berkebun di daerah tersebut. Menurutnya kawasan itu masih termasuk hutan belantara.

“Kami menghimbau masyarakat yang pergi ke kebun atau hutan untuk berhati-hati. Polsek setempat juga akan berkoordinasi dengan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) terkait adanya temuan serangan binatang buas,” pungkasnya. (Fiq)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca juga

Hari Pramuka ke-65, Bupati OKU Dorong Generasi Muda Mandiri dan Berkontribusi Nyata

14 Agustus 2026 - 19:48 WIB

Bupati OKU Perkuat Pengawasan Pengadaan Barang dan Jasa Lewat Diklat Probity Audit

13 Agustus 2026 - 19:38 WIB

Karyawan Suzuki Thamrin Group Diduga Gelapkan Uang Pembelian Mobil Rp143 Juta

12 Agustus 2026 - 14:18 WIB

Cekcok Batas Tanah Berujung Bacokan, Dua Warga Panggal-Panggal Luka

12 Agustus 2026 - 14:06 WIB

PLN UP3 Lahat Sambungkan Listrik PT MIP Tanpa Padam, Dukung Operasional Industri di Merapi Barat

12 Agustus 2026 - 10:42 WIB

Trending di Daerah