
OKU, Ogannews.com – Upaya pelarian dramatis terjadi di halaman Rumah Tahanan (Rutan) Kelas IIB Baturaja, Kamis (23/4/26) sore. Tiga tahanan kasus narkotika berhasil kabur saat proses pengembalian dari Pengadilan Negeri Baturaja, meski sempat terjadi perlawanan sengit dengan petugas pengawal.
Kasi Intelijen Kejaksaan Negeri OKU, Hendri Dunan, mengungkapkan insiden bermula sekitar pukul 16.40 WIB. Saat itu, tim pengawal tahanan Kejari OKU yang berjumlah empat orang, dibantu dua anggota dari Polres OKU, tengah menjalankan tugas rutin mengembalikan para tahanan usai menjalani sidang perkara pidana umum di Pengadilan Negeri Baturaja.
Sekitar pukul 17.00 WIB, mobil operasional yang membawa 23 tahanan tiba di halaman depan Rutan Baturaja. Petugas kemudian secara bertahap menurunkan para tahanan dalam kondisi terborgol untuk masuk ke dalam rutan.
Namun situasi mendadak berubah tegang saat tersisa lima tahanan di dalam mobil. Kelima terdakwa tersebut diduga telah merencanakan aksi pelarian dengan menyembunyikan sepotong kawat yang digunakan untuk membuka borgol.
“Ketika petugas meminta tahanan turun dari kendaraan, salah satu terdakwa tiba-tiba melompat keluar dan diikuti empat lainnya untuk melarikan diri,” ujar Hendri.
Petugas yang sigap langsung melakukan tindakan pengamanan. Dua tahanan berhasil dilumpuhkan setelah sempat terjadi aksi perkelahian. Dalam insiden tersebut, dua petugas pengawal mengalami luka-luka akibat upaya penangkapan.
Sementara itu, tiga tahanan lainnya berhasil kabur dan hingga kini masih dalam pengejaran. Ketiganya diketahui berinisial AS, NA, dan HF, yang merupakan terdakwa dalam kasus tindak pidana narkotika.
Pasca kejadian, pihak Kejaksaan Negeri OKU bersama Polres OKU dan petugas Rutan Baturaja langsung melakukan koordinasi intensif untuk memburu ketiga tahanan yang melarikan diri.
“Upaya pencarian dan penangkapan terus dilakukan agar ketiganya dapat kembali menjalani proses hukum,” tegas Hendri.
Hingga saat ini, aparat gabungan masih melakukan penyisiran di sejumlah titik yang diduga menjadi jalur pelarian para tahanan. (*)








