
OKU Timur, Ogannews.com – Di tengah gempuran produk modern dan industri massal yang terus mendominasi pasar, Pemerintah Kabupaten OKU Timur memilih tetap menjaga jati diri daerah melalui penguatan produk wastra lokal hasil karya masyarakat sendiri.
Komitmen itu diwujudkan melalui kegiatan Penyusunan dan Evaluasi Rencana Pembangunan Industri Kabupaten/Kota yang dirangkaikan dengan pelatihan pembuatan Tas Wastra Angkinan, Bidak Komering, dan Batik bagi pelaku Industri Kecil Menengah (IKM), yang digelar di Sekretariat TP PKK Kabupaten OKU Timur, Selasa (12/5/2026).
Kegiatan tersebut menjadi langkah nyata pemerintah daerah dalam mendorong pelestarian budaya sekaligus memperkuat ekonomi kreatif berbasis kerajinan lokal. Tidak hanya sekadar pelatihan, program ini juga diharapkan mampu membuka peluang usaha baru bagi masyarakat dan meningkatkan daya saing produk UMKM daerah.
Pelatihan dibuka langsung oleh Ketua TP PKK Kabupaten OKU Timur Sheila Noberta serta dihadiri Plt Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kabupaten OKU Timur Fajri Nuryadi, jajaran TP PKK, Dekranasda, dan para peserta pelatihan.
Dalam sambutannya, Sheila Noberta menegaskan bahwa pengembangan wastra daerah harus berjalan beriringan dengan peningkatan kualitas pelaku UMKM agar mampu bersaing di industri kreatif yang terus berkembang.
Menurutnya, OKU Timur memiliki kekayaan budaya berupa wastra lokal yang bukan hanya bernilai tradisi, tetapi juga memiliki potensi ekonomi yang besar apabila dikelola secara kreatif dan berkelanjutan.
“Ini merupakan upaya nyata Pemerintah Daerah melalui Dinas Perdagangan dan Perindustrian bersama Dekranasda dan PKK Kabupaten OKU Timur dalam meningkatkan kapasitas pelaku UMKM, khususnya di bidang wastra,” ujarnya.
Ia juga mengajak masyarakat untuk mulai menggunakan produk wastra lokal dalam kehidupan sehari-hari sebagai bentuk dukungan terhadap pelestarian budaya daerah.
“Di Kabupaten OKU Timur banyak sekali wastra yang harus kita lestarikan, salah satunya dengan memakai wastra tersebut,” katanya.
Selain menjaga eksistensi budaya lokal, penggunaan produk daerah dinilai mampu memberikan dampak langsung terhadap pertumbuhan ekonomi masyarakat, khususnya bagi para pelaku usaha kecil.
Sementara itu, Fajri Nuryadi menjelaskan bahwa pelatihan tersebut dirancang untuk meningkatkan keterampilan pelaku UMKM agar memiliki daya saing yang lebih kuat di sektor industri kreatif.
“Kegiatan ini dilaksanakan untuk memberikan ruang kepada pelaku usaha kecil menengah agar dapat mengembangkan keterampilan sehingga mempunyai daya saing di industri kreatif, khususnya kerajinan Tas Wastra Angkinan, Bidak Komering, dan Batik,” jelasnya.
Ia menambahkan, kegiatan ini diikuti sebanyak 30 peserta yang terbagi dalam 10 kelompok dari lima kecamatan di Kabupaten OKU Timur.
Melalui pelatihan ini, Pemerintah Kabupaten OKU Timur berharap lahir lebih banyak pelaku usaha kreatif yang inovatif dan mampu mengangkat produk lokal menjadi kebanggaan daerah sekaligus penggerak ekonomi masyarakat, sejalan dengan visi “OKU Timur Maju Lebih Mulia.” (*)










