
OKU, Ogannews.com – Upaya membangun budaya literasi di lingkungan sekolah terus membuahkan hasil positif di SMKN 3 Ogan Komering Ulu (OKU). Tidak hanya mendorong siswa gemar membaca, sekolah ini juga berhasil mencetak penulis muda melalui berbagai program literasi yang berujung pada penerbitan buku karya siswa.
Sejumlah karya tulis hasil kreativitas pelajar kini telah resmi diterbitkan dan menjadi koleksi Perpustakaan SMKN 3 OKU. Keberhasilan tersebut menjadi bukti bahwa siswa sekolah kejuruan juga mampu menghasilkan karya sastra yang berkualitas dan layak dibaca masyarakat luas.
Kepala SMKN 3 OKU, Berkat Hanafi, didampingi Kepala Perpustakaan SMKN 3 OKU, Warni Ritawati, S.Pd., menjelaskan bahwa sekolah berkomitmen memberikan dukungan penuh kepada siswa yang memiliki minat dan bakat di bidang kepenulisan.
Menurutnya, dukungan tersebut tidak hanya berupa pembinaan dan pendampingan, tetapi juga fasilitasi proses penerbitan hingga karya siswa dapat terwujud menjadi sebuah buku.
“Kami ingin anak-anak tidak hanya menjadi pembaca, tetapi juga menjadi pencipta karya. Karena itu sekolah membuka ruang seluas-luasnya agar mereka dapat mengembangkan kemampuan menulis dan menerbitkan hasil karya mereka,” ujar Berkat Hanafi, Rabu (3/6/2026).
Hasil dari program tersebut mulai terlihat dalam beberapa tahun terakhir. Pada 2025, siswa SMKN 3 OKU berhasil menerbitkan sebuah buku antologi puisi yang berisi kumpulan karya para pelajar dari berbagai jurusan.
Tak hanya itu, salah satu siswa juga sukses menerbitkan novel hasil karyanya sendiri. Bahkan setelah lulus dari sekolah, penulis muda tersebut terus produktif berkarya dan kini telah menghasilkan enam novel lainnya.
“Buku antologi puisi ini sudah diterbitkan dan menjadi koleksi perpustakaan. Sementara untuk novel, penulisnya merupakan alumni SMKN 3 OKU dan saat ini sudah menerbitkan enam novel lainnya,” ungkap Warni Ritawati.
Semangat literasi tersebut terus berlanjut pada tahun 2026. Melalui program terbaru, SMKN 3 OKU tengah mempersiapkan penerbitan buku kumpulan cerpen karya siswa yang melibatkan sekitar 75 pelajar dengan pendampingan lima guru dari berbagai tingkat dan kompetensi keahlian.
Warni menilai, capaian tersebut menunjukkan bahwa potensi literasi generasi muda masih sangat besar apabila mendapat ruang, motivasi, serta fasilitas yang memadai dari lingkungan sekolah.
“Kami berharap semakin banyak siswa yang berani menulis dan menghasilkan karya. Dengan begitu budaya literasi di sekolah akan semakin kuat dan terus berkembang,” katanya.
Melalui program literasi yang berkelanjutan, SMKN 3 OKU tidak hanya mencetak lulusan yang kompeten di bidang kejuruan, tetapi juga melahirkan generasi kreatif, produktif, dan mampu menuangkan gagasan mereka dalam bentuk karya tulis yang bermanfaat bagi masyarakat. (*)










