
OKU, Ogannews.com – Wakil Bupati Ogan Komering Ulu (OKU), Marjito Bachri, menegaskan pentingnya integritas dan profesionalisme para calon petugas Sensus Ekonomi 2026 saat melakukan pendataan di lapangan. Ia mengingatkan agar tidak ada praktik manipulasi data yang dapat merugikan masyarakat maupun pemerintah dalam penyusunan kebijakan pembangunan.
Pesan tersebut disampaikan Marjito saat membuka secara resmi Pelatihan Calon Petugas Sensus Ekonomi 2026 yang berlangsung di Ballroom The Zuri Hotel Baturaja, Selasa (2/6/2026).
Di hadapan ratusan peserta pelatihan, Marjito menekankan bahwa data yang dikumpulkan harus sesuai dengan kondisi riil masyarakat. Menurutnya, keakuratan data menjadi faktor utama dalam menentukan arah pembangunan daerah dan berbagai program kesejahteraan masyarakat.
“Jangan sekali-kali memanipulasi data. Misalnya ada warga yang sebenarnya mampu, tetapi dibuat seolah-olah miskin agar mendapatkan bantuan. Hal seperti itu tidak boleh terjadi karena akan berdampak pada ketepatan kebijakan pemerintah,” tegasnya.
Menurut Marjito, hasil pendataan ekonomi yang akurat akan menjadi landasan penting bagi pemerintah daerah dalam menyusun program pembangunan yang tepat sasaran, termasuk dalam upaya menekan angka kemiskinan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Ia menjelaskan, berbagai kebijakan pemerintah sangat bergantung pada kualitas data yang tersedia. Karena itu, petugas sensus memegang peran strategis dalam menyajikan gambaran nyata kondisi sosial dan ekonomi masyarakat.
“Kalau datanya akurat, pemerintah bisa menentukan langkah yang tepat untuk mengentaskan kemiskinan dan menyusun program pembangunan yang benar-benar sesuai kebutuhan masyarakat,” ujarnya.
Selain itu, Wabup juga meminta seluruh peserta mengikuti pelatihan dengan serius agar memahami teknik pendataan, metode wawancara, hingga tata kelola data yang benar. Dengan bekal tersebut, para petugas diharapkan mampu menghasilkan data berkualitas yang dapat dipertanggungjawabkan.
“Data yang dihasilkan nantinya harus menjadi dasar bagi pemerintah dalam merumuskan kebijakan pembangunan yang lebih efektif, tepat sasaran, dan berkelanjutan,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) OKU, Anugrahani Prasetyowati, mengungkapkan bahwa pelatihan calon petugas Sensus Ekonomi 2026 diikuti sebanyak 199 peserta, terdiri dari 94 laki-laki dan 105 perempuan.
Ia menjelaskan, pelatihan tersebut merupakan bagian dari persiapan pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 yang bertujuan memperoleh gambaran menyeluruh mengenai aktivitas dan kondisi ekonomi masyarakat di Kabupaten OKU.
“Pelatihan dilaksanakan dalam dua gelombang. Gelombang pertama berlangsung pada 2 hingga 4 Juni 2026, sedangkan gelombang kedua dilaksanakan pada 5 hingga 7 Juni 2026,” jelasnya.
Melalui pelatihan ini, BPS berharap seluruh calon petugas sensus memiliki kompetensi yang memadai untuk melaksanakan pendataan secara profesional, sehingga menghasilkan data yang akurat dan berkualitas sebagai dasar perencanaan pembangunan daerah ke depan.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Dinas Kominfo OKU Mirdaili, Kepala Bapelitbangda OKU Yoyin Arifianto, Kepala Disdukcapil OKU A. Suryadi, Camat Baturaja Timur Doni Heridadi, serta sejumlah pejabat dan tamu undangan lainnya. (*)









