Menu

Mode Gelap
446 Kantor BPN Terapkan Pengukuran Terjadwal, Waktu Tunggu Maksimal 7 Hari Serunya Lomba 17-an di SDN 3 OKU, Siswa dan Guru Sama-sama Semangat Hujan Deras Ganggu Jaringan Listrik, PLN ULP Lembayung Kerahkan 31 Personel Pulihkan Listrik di Lahat HUT ke-81 Republik Indonesia, Kementerian ATR/BPN Luncurkan Tiga Program Transformasi Pelayanan ATR/BPN Ubah Struktur Kantor Pertanahan, Kini Berbasis Wilayah untuk Percepat Layanan Upacara HUT ke-81 RI di OKU Timur Khidmat, Lanosin Ajak Isi Kemerdekaan dengan Kerja Nyata

OKU

Serunya Lomba 17-an di SDN 3 OKU, Siswa dan Guru Sama-sama Semangat

OKU, Ogannews.com – Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Republik Indonesia di SD Negeri 3 OKU berlangsung meriah. Suasana sekolah yang biasanya dipenuhi aktivitas belajar berubah menjadi arena penuh keceriaan ketika siswa dan guru ikut ambil bagian dalam berbagai perlombaan khas kemerdekaan.

Tak sekadar mencari pemenang, rangkaian kegiatan yang digelar pada 18–20 Agustus 2026 itu menjadi cara sekolah menanamkan nilai nasionalisme, kekompakan, sportivitas dan semangat belajar kepada peserta didik.

Kepala SDN 3 OKU, Nopriadi, S.Pd., mengatakan perayaan HUT ke-81 RI sengaja dikemas dengan kegiatan yang dekat dengan dunia anak. Selain perlombaan, sekolah juga menggelar upacara bendera sebagai bentuk penghormatan terhadap jasa para pahlawan. 

“Yang jelas kita ikut menyemarakkan HUT ke-81 RI. Kami juga melaksanakan upacara bendera. Melalui kegiatan ini, anak-anak bisa ikut merasakan dan mengisi kemerdekaan dengan kegiatan yang positif,” kata Nopriadi.

Perlombaan dibagi berdasarkan jenjang kelas. Fase A diikuti siswa kelas 1 dan 2, Fase B untuk kelas 3 dan 4, sedangkan Fase C diperuntukkan bagi siswa kelas 5 dan 6.

Keseruan dimulai pada Selasa, 18 Agustus 2026. Siswa kelas 1 dan 2 mengikuti sejumlah permainan, mulai dari estafet bendera, balap kelereng hingga memasukkan paku ke dalam botol.

Khusus estafet bendera, setiap kelas mengirimkan satu regu putra dan satu regu putri. Masing-masing regu terdiri dari tiga siswa.

Sehari berikutnya, giliran siswa kelas 3 dan 4 unjuk kebolehan. Mereka ditantang melalui lomba memindahkan karet menggunakan sedotan, balap sarung dan memindahkan air menggunakan sendok.

Sementara siswa kelas 5 dan 6 mendapat giliran pada Kamis, 20 Agustus 2026. Perlombaan mereka menuntut ketelitian dan kekompakan, seperti memindahkan tutup botol menggunakan sumpit, memindahkan sekaligus menyusun kun, serta mengambil kaleng menggunakan karet.

Tak mau kalah dengan siswa, para guru juga ikut turun ke arena. Dua lomba khusus guru disiapkan, yakni estafet air dan estafet sarung.

Menurut Nopriadi, antusiasme seluruh warga sekolah terlihat sejak perlombaan dimulai. Teriakan dukungan dan gelak tawa membuat suasana sekolah semakin hidup. 

“Antusias anak-anak sangat luar biasa. Mereka ceria dan penuh semangat. Guru juga tidak kalah semangat dengan siswa. Jadi, setiap lomba berlangsung cukup heboh dan menyenangkan,” ujarnya.

Di balik permainan yang terlihat sederhana, sekolah menyelipkan pesan penting tentang arti kemerdekaan.

Nopriadi mengatakan, anak-anak diarahkan untuk memahami bahwa kemerdekaan tidak cukup hanya dirayakan dengan kegembiraan. Kemerdekaan juga harus diisi dengan berbagai kegiatan positif, termasuk belajar dengan sungguh-sungguh. 

“Yang kita tanamkan kepada anak-anak adalah nasionalisme. Kita ingin mereka memahami bahwa kemerdekaan harus diisi dengan hal-hal positif. Salah satunya dengan belajar dengan baik,” jelasnya.

Nuansa merah putih pun turut mewarnai kegiatan. Para siswa tampil penuh semangat mengikuti perlombaan, sekaligus menunjukkan rasa cinta terhadap Tanah Air sejak usia dini.

Namun, bagi pihak sekolah, menjadi juara bukanlah tujuan utama.

Nopriadi mengingatkan siswa yang belum berhasil memenangkan perlombaan agar tidak kecewa. Sebaliknya, siswa yang meraih juara juga diharapkan tidak berhenti sampai pada kemenangan. 

“Ini permainan. Kalau anak-anak belum berhasil dan belum juara, jangan berkecil hati. Bagi yang mendapatkan juara, selamat. Tetapi yang paling penting, anak-anak tetap semangat belajar,” tuturnya.

Ia berharap semarak peringatan HUT ke-81 RI di lingkungan SDN 3 OKU tidak berhenti ketika perlombaan selesai. Semangat, keceriaan dan kekompakan yang tumbuh selama kegiatan diharapkan terbawa ke ruang kelas. 

“Dengan kita ceria dan semangat, semangat belajar itu akan tumbuh dengan sendirinya. Jadi, harapan kami setelah kegiatan ini anak-anak semakin kompak, semakin cinta Tanah Air dan tentunya semakin semangat belajar,” pungkasnya.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca juga

36 Anggota Paskibraka OKU 2026 Dikukuhkan, Dua Siswa Sekolah Rakyat Catat Sejarah

16 Agustus 2026 - 09:21 WIB

Hari Pramuka ke-65, Bupati OKU Dorong Generasi Muda Mandiri dan Berkontribusi Nyata

14 Agustus 2026 - 19:48 WIB

Bupati OKU Perkuat Pengawasan Pengadaan Barang dan Jasa Lewat Diklat Probity Audit

13 Agustus 2026 - 19:38 WIB

Karyawan Suzuki Thamrin Group Diduga Gelapkan Uang Pembelian Mobil Rp143 Juta

12 Agustus 2026 - 14:18 WIB

Cekcok Batas Tanah Berujung Bacokan, Dua Warga Panggal-Panggal Luka

12 Agustus 2026 - 14:06 WIB

Trending di Hukum dan Kriminal