Menu

Mode Gelap
Kemarau Hampir Lima Bulan, Pemkab OKU Kerahkan Lima Tangki Air Bersih untuk Warga Terdampak Sports and Cultural Day Tutup Super Garuda Shield 2026 Wabup OKU Temui Menteri Koperasi, Dorong Koperasi Jadi Motor Ekonomi Daerah 49 Prajurit Indonesia, AS, dan Jepang Uji Kemampuan Strike and Raid Ratusan Prajurit Kostrad Pacu Adrenalin dalam Latihan Menembak Lorong SGS 2026 Alutsista Modern Disajikan, TNI dan AS Simulasikan Serangan Gabungan di Baturaja

Nasional

49 Prajurit Indonesia, AS, dan Jepang Uji Kemampuan Strike and Raid

OKU Timur, ogannews.com – Puluhan prajurit pasukan khusus dari tiga negara menguji kemampuan operasi taktis dalam latihan multinasional di Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) Timur, Sumatera Selatan.

Sebanyak 49 personel Special Operations Forces (SOF) Indonesia, Amerika Serikat, dan Jepang terlibat dalam Tactical Ground Operation (TGO) Strike and Raid Operations Field Training Exercise (FTX) yang digelar di Pusat Latihan Tempur (Puslatpur) TNI AD, Martapura, OKU Timur, Selasa (8/9/2026).

Latihan ini menjadi salah satu bagian penting dalam rangkaian Super Garuda Shield 2026, dengan fokus menguji kemampuan pasukan dalam menjalankan operasi khusus secara terpadu di medan latihan.

Bukan sekadar mengandalkan kemampuan individu, para prajurit dituntut mampu bergerak sebagai satu kesatuan melalui skenario operasi yang membutuhkan kecepatan, ketepatan, komunikasi, serta pengambilan keputusan dalam situasi taktis.

Dari Indonesia, sebanyak 24 personel diterjunkan dalam latihan tersebut. Mereka terdiri dari 8 personel Bravo, 8 personel Taifib, dan 8 personel Gultor.

Sementara itu, Amerika Serikat mengerahkan 21 personel, sedangkan Jepang melibatkan 4 personel. Ketiga kontingen kemudian berlatih secara terpadu dengan mengedepankan koordinasi dan kesamaan prosedur dalam setiap tahapan operasi.

Materi Strike and Raid Operations dirancang untuk mengasah kemampuan prajurit sejak tahap perencanaan hingga pelaksanaan operasi. Setiap personel dituntut mampu memahami peran masing-masing sekaligus menyesuaikan diri dengan pola operasi pasukan dari negara lain.

Interaksi langsung di lapangan juga menjadi bagian penting dari latihan. Perbedaan prosedur, metode, maupun karakteristik satuan menjadi tantangan tersendiri yang harus dijembatani melalui komunikasi dan koordinasi yang efektif.

Melalui latihan ini, kemampuan interoperabilitas antarpasukan diharapkan semakin kuat. Prajurit tidak hanya diuji dalam aspek keterampilan taktis, tetapi juga dalam membangun pola kerja bersama dalam operasi multinasional.

Pelaksanaan FTX tersebut sekaligus menjadi sarana untuk meningkatkan profesionalisme dan kesiapsiagaan pasukan, sekaligus memperkuat hubungan kerja sama pertahanan antara Indonesia, Amerika Serikat, Jepang, dan negara-negara sahabat lainnya.

Dengan medan latihan di Puslatpur TNI AD Martapura, OKU Timur, kemampuan pasukan khusus dari tiga negara kembali diuji untuk menghadapi dinamika operasi yang membutuhkan gerak cepat, koordinasi presisi, dan keputusan tepat di lapangan.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca juga

Sports and Cultural Day Tutup Super Garuda Shield 2026

11 September 2026 - 20:22 WIB

Ratusan Prajurit Kostrad Pacu Adrenalin dalam Latihan Menembak Lorong SGS 2026

8 September 2026 - 08:48 WIB

Alutsista Modern Disajikan, TNI dan AS Simulasikan Serangan Gabungan di Baturaja

7 September 2026 - 20:00 WIB

Usai Terjun, Pasukan Multinasional Serbu Sasaran di Hutan Martapura

7 September 2026 - 06:19 WIB

Sri Sultan Hamengkubuwono X: Indonesia Butuh Insan Pertanahan yang Mampu Baca Peta Sekaligus Memahami Manusia

6 September 2026 - 20:05 WIB

Trending di Nasional