
OKU, ogannews.com – Pemerintah Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) terus memperkuat sektor pertanian sebagai salah satu upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat, khususnya para petani.
Komitmen tersebut diwujudkan melalui keberhasilan Pemkab OKU memperoleh dukungan anggaran pemerintah pusat untuk pembangunan infrastruktur pengairan pertanian di sejumlah wilayah Kabupaten OKU.
Sedikitnya 30 unit irigasi perpompaan (Irpom) dan irigasi air tanah telah dialokasikan untuk mendukung kebutuhan pengairan lahan pertanian. Pemkab OKU juga kembali memperoleh tambahan 15 unit irigasi melalui APBN Perubahan 2026.
Bupati OKU, H Teddy Meilwansyah, mengatakan pembangunan infrastruktur pengairan menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah dalam memastikan sektor pertanian dapat berkembang sekaligus memberikan dampak langsung terhadap kesejahteraan petani.
“Pemerintah daerah siap mendampingi para petani untuk mendongkrak hasil panen mereka. Fokus utama kita tidak hanya sekadar swasembada, tetapi bagaimana meningkatkan kesejahteraan para petani yang ada di Kabupaten OKU,” ujar Teddy.
Pada alokasi APBN Induk, bantuan infrastruktur pengairan tersebut tersebar di sejumlah wilayah yang dinilai membutuhkan dukungan sistem irigasi.
Sebanyak 12 unit irigasi perpompaan dialokasikan di beberapa titik, di antaranya Desa Banuayu sebanyak dua unit, Kecamatan Pengandonan satu unit, Desa Muara Saeh satu unit, Kecamatan Sinar Peninjauan lima unit, serta kawasan Batumarta I sebanyak dua unit.
Selain irigasi perpompaan, pemerintah juga memberikan dukungan berupa 10 titik sumur bor untuk kawasan yang memiliki keterbatasan sumber air permukaan.
Dua unit mesin pompa pemanfaatan air sungai turut disalurkan untuk mendukung pengairan di Desa Tanjung Sari dan Desa Muara Saeh.
Sementara itu, bantuan irigasi air tanah juga menyasar sejumlah wilayah, yakni Kecamatan Sinar Peninjauan sebanyak tiga unit, Desa Raksa Jiwa satu unit, dan Desa Batuputih satu unit.
Dukungan terhadap sektor pertanian di OKU berlanjut melalui APBN Perubahan 2026. Kabupaten OKU kembali mendapatkan tambahan kuota sebanyak 15 unit irigasi.
Tambahan tersebut terdiri atas 10 unit untuk mendukung sektor tanaman pangan dan lima unit untuk sektor hortikultura.
Menurut Teddy, tambahan alokasi tersebut tidak terlepas dari koordinasi antara pemerintah daerah melalui organisasi perangkat daerah (OPD) teknis dengan pemerintah pusat dan Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan.
Usulan kebutuhan infrastruktur pertanian yang disampaikan Pemkab OKU akhirnya mendapat perhatian dan dukungan dari Kementerian Pertanian.
“Koordinasi dan sinergi antara pemerintah daerah, provinsi dan pusat terus kita lakukan. Kita ingin setiap bantuan yang diterima benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat, khususnya petani,” katanya.
Teddy juga mengingatkan kelompok tani dan masyarakat penerima manfaat agar tidak hanya memanfaatkan fasilitas yang telah dibangun, tetapi ikut menjaga dan merawatnya.
Menurutnya, keberadaan irigasi tersebut merupakan aset bersama yang diharapkan dapat digunakan dalam jangka panjang untuk mendukung produktivitas pertanian.
“Ini adalah aset bersama. Saya minta warga dan kelompok tani menjaga serta merawat fasilitas irigasi ini dengan sebaik-baiknya agar fungsi pemanfaatannya bisa dirasakan dalam jangka panjang,” tegasnya.
Pemkab OKU, lanjut Teddy, akan terus melakukan pemantauan terhadap pembangunan fisik irigasi perpompaan guna memastikan pengerjaan di lapangan berjalan sesuai kebutuhan dan sasaran yang telah ditetapkan.(*)










