
Ogannews.com – Dalam upaya menciptakan lingkungan sekolah yang lebih aman dan nyaman, SMAN 4 OKU menggelar program inovatif “Roots Indonesia: Pencegahan Perundungan di Sekolah melalui Agen Perubahan.”
Sebanyak 40 siswa dipilih sebagai agen perubahan, dibekali kemampuan untuk menjadi motor penggerak anti-perundungan di sekolah.
Kegiatan pembukaan dilaksanakan pada Selasa (8/10) di Aula SMAN 4 OKU, dihadiri langsung oleh Kepala Sekolah Hj. Jumiati, SPd MM, yang memimpin acara ini dengan penuh semangat.
Dalam sambutannya, Jumiati menegaskan pentingnya program Roots dalam menekan angka perundungan antar siswa.
“Kami ingin menciptakan iklim sekolah yang aman melalui peran aktif siswa sebagai agen perubahan,” jelasnya.
Program tersebut merupakan hasil kerja sama dengan Kemendikbudristek dan UNICEF Indonesia, dengan dukungan dari berbagai pihak, termasuk Polres OKU, Puskesmas Sekarjaya, dan Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) OKU.
Jumiati menambahkan, program ini tidak hanya melibatkan kegiatan tatap muka, tetapi juga kampanye daring di media sosial.
“Siswa akan menyusun dan menyebarkan pesan-pesan anti-perundungan, sekaligus terlibat dalam pemilihan duta anti-perundungan. Semua ini dilakukan untuk membangun soft skill dan perilaku positif di kalangan remaja,” ungkapnya.
Salah satu narasumber, Ir. H. Arman, M.Si., dari Dinas PPPA OKU, memberikan penekanan pada pentingnya perlindungan anak di sekolah.
“Perundungan tidak hanya fisik, tetapi juga psikis dan verbal. Kami berharap siswa memahami dampak negatifnya dan menjauh dari perilaku tersebut,” kata Arman.
Tak hanya memberikan materi, PPPA siap mendampingi korban perundungan jika terjadi kasus.
“Kami ingin memastikan bahwa setiap siswa merasa aman di lingkungan sekolah,” tambahnya.
Program Roots di SMAN 4 OKU diharapkan dapat menjadi langkah nyata dalam memberantas perundungan dan menciptakan lingkungan belajar yang positif dan inklusif. (*)








