Menu ✖

Mode Gelap
Bupati OKU Jajaki WTP Mobile, Targetkan Air Bersih Tetap Mengalir Saat Banjir Pengukuran Terjadwal Hadirkan Layanan Pertanahan yang Lebih Jelas bagi Masyarakat Mengenal Nomor Sertipikat dan Makna yang Terkandung di Dalamnya Manfaatkan ATR/BPN Dekat untuk Cari Informasi Layanan Pertanahan, Masyarakat: Lebih Hemat Waktu, Biaya, dan Tenaga Masuki Tahap Ketiga Pilot Project, PERINTIS 10 Hari Kini Tersedia di 131 Kantah Manfaatkan PTSL untuk Urus Sertipikat, Masyarakat: Proses Dipermudah

OKU

Bupati OKU Jajaki WTP Mobile, Targetkan Air Bersih Tetap Mengalir Saat Banjir

Bekasi, ogannews.com – Pemerintah Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU), Sumatera Selatan, mulai menjajaki inovasi teknologi pengolahan air bersih bergerak atau Mobile Water Treatment Plant (WTP) untuk memperkuat pelayanan masyarakat, terutama saat bencana banjir melanda.

Bupati OKU Teddy Meilwansyah memimpin langsung penjajakan kerja sama dengan PT Desalite Tirtamas Teknologi di Workshop Desalite Group, Bekasi Timur, Jawa Barat, Senin (26/10/2026).

Langkah ini dilakukan untuk mencari solusi penyediaan air bersih yang cepat, fleksibel, dan mampu menjangkau permukiman warga ketika infrastruktur air bersih terganggu akibat banjir.

Teddy menegaskan, ketersediaan air bersih merupakan kebutuhan dasar yang harus tetap terpenuhi, termasuk ketika masyarakat berada dalam situasi darurat.

“Keinginan terbesar saya adalah memastikan tidak ada lagi warga OKU yang kesulitan mendapatkan air bersih, terlebih di saat mereka sedang tertimpa musibah seperti banjir. Air bersih adalah hak dasar masyarakat yang wajib dipenuhi,” tegas Teddy saat meninjau proses pengolahan air.

Menurut dia, teknologi WTP mobile berpotensi menjadi salah satu solusi bagi pemerintah daerah untuk mempercepat distribusi air bersih langsung ke lokasi yang membutuhkan.

Dengan sistem pengolahan air bergerak, pemerintah diharapkan memiliki alternatif penanganan ketika sumber air maupun jaringan distribusi mengalami gangguan atau pencemaran akibat bencana.

“Karena itu, kami bergerak cepat menjajaki teknologi WTP mobile ini agar pemerintah daerah bisa lebih responsif dan sigap menyuplai air bersih langsung ke lokasi permukiman warga yang membutuhkan, baik dalam kondisi normal maupun darurat,” ujarnya.

Penjajakan kerja sama tersebut belum menjadi keputusan akhir pengadaan teknologi. Pemerintah Kabupaten OKU akan terlebih dahulu melakukan kajian menyeluruh untuk memastikan kesesuaian teknologi dengan kondisi geografis, kebutuhan masyarakat, serta kemampuan daerah.

Kajian itu mencakup aspek teknis, regulasi, skema kerja sama, hingga penganggaran sebelum ditentukan langkah tindak lanjutnya.

Untuk memastikan pembahasan berjalan komprehensif, Teddy turut membawa sejumlah pejabat terkait, yakni Kepala Bapelitbangda Yoyin Arifianto, Kepala Dinas Kesehatan Deddy Wijaya, Kepala Bapenda Tetty Verawati, Plt. Kepala Dinas PUPR Ir. A.K. Fajarudin, Plt. Sekretaris BKAD Syahfitri Ulandari, serta Direktur PDAM Tirta Raja Bertho Darmo Poedjo Asmanto.

Kehadiran lintas organisasi perangkat daerah tersebut diharapkan dapat membantu pemerintah menilai kebutuhan kapasitas pengolahan air, aspek kesehatan dan kualitas air, kesiapan infrastruktur, serta dukungan pembiayaan.

Sementara itu, kunjungan tersebut disambut jajaran direksi PT Desalite Tirtamas Teknologi, yakni Direktur Utama Hadi Kurniawan, Direktur Operasional Bernadi Somantri, Direktur Teknik Hendra Pinandito, dan Manajer Operasional Sabili Rosyid.

Bagi Kabupaten OKU, pengembangan teknologi pengolahan air bergerak diharapkan dapat menjadi bagian dari upaya memperkuat kesiapsiagaan menghadapi bencana, khususnya banjir yang berpotensi mengganggu akses masyarakat terhadap air layak konsumsi.

Ketersediaan air bersih saat bencana menjadi persoalan penting karena gangguan sumber air dan jaringan distribusi dapat berdampak langsung terhadap kebutuhan rumah tangga serta kesehatan warga.

Karena itu, Pemkab OKU berupaya mencari alternatif pelayanan yang tidak hanya bermanfaat dalam kondisi darurat, tetapi juga berpotensi mendukung pemenuhan kebutuhan air bersih dalam situasi normal.

Teddy berharap penjajakan tersebut dapat menghasilkan inovasi pelayanan publik yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat OKU.

“Melalui upaya ini, Pemerintah Kabupaten OKU terus mendorong inovasi pelayanan publik, khususnya dalam memastikan ketersediaan air bersih bagi masyarakat serta meningkatkan kesiapan menghadapi potensi bencana banjir di wilayah Kabupaten Ogan Komering Ulu,” pungkasnya.

Hasil kajian dan pembahasan lanjutan nantinya akan menjadi dasar bagi Pemkab OKU dalam menentukan kelayakan pengembangan WTP mobile sebagai salah satu alternatif sistem penyediaan air bersih yang tangguh terhadap bencana.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca juga

Resto Raja Kuliner Baturaja Dilalap Api, 1 Jam Damkar Berjibaku

16 Oktober 2026 - 21:49 WIB

BPBD OKU Gelar Simulasi Penyelamatan Banjir, Perkuat Kesiapsiagaan Hadapi Bencana

15 Oktober 2026 - 19:26 WIB

Bupati OKU Soroti Guru Terjerat Pinjol dan Judol, Minta Sekolah Berinovasi

15 Oktober 2026 - 18:06 WIB

Tabrakan Dua KA Babaranjang di OKU, Lokomotif Terguling dan Belasan Gerbong Terbalik

15 Oktober 2026 - 17:17 WIB

Cuma Senggolan, Berujung Pengeroyokan: 4 Pelaku Diciduk

15 Oktober 2026 - 17:08 WIB

Trending di Hukum dan Kriminal