
Palembang, Ogannews.com – Komitmen PT PLN (Persero) dalam mendorong transisi energi bersih tak lagi sebatas wacana. Melalui program PLN Clean Energy Day, perusahaan pelat merah ini mulai “mengubah kebiasaan” pegawainya dengan pendekatan yang terukur dan berkelanjutan.
Program yang kembali digelar untuk kedua kalinya pada Jumat (17/4/2026) di lingkungan PLN UID S2JB ini menitikberatkan pada perubahan pola transportasi harian sebagai langkah konkret menekan emisi gas rumah kaca (GRK).
Setiap hari Jumat, pegawai PLN yang masuk kerja diwajibkan menggunakan moda transportasi rendah emisi. Mulai dari kendaraan listrik, seperti mobil dan motor listrik, hingga alternatif lain seperti LRT, sepeda, scooter listrik, bahkan berjalan kaki bagi yang berdomisili dekat kantor.
Menariknya, PLN juga masih memberikan ruang bagi penggunaan transportasi umum berbahan bakar fosil, sebagai opsi yang dinilai lebih ramah lingkungan dibanding kendaraan pribadi.
Tak sekadar imbauan, PLN memastikan program ini berjalan berbasis data. Melalui aplikasi internal PLN Click, setiap pegawai diwajibkan menginput moda transportasi dan jarak tempuh perjalanan mereka.
Dari data tersebut, perusahaan dapat menghitung estimasi total pengurangan emisi karbon yang dihasilkan secara kolektif dari aktivitas harian pegawai.
Salah satu pegawai PLN UID S2JB, Wahyudi, mengaku merasakan langsung manfaat program ini. Ia memilih menggunakan scooter listrik untuk menempuh perjalanan sekitar 16 kilometer dari rumah ke kantor.
“Biaya perjalanan saya sangat hemat, hanya sekitar Rp143 untuk sekali jalan. Waktu tempuhnya juga tidak jauh berbeda dengan kendaraan pribadi, bahkan saat kondisi macet,” ujarnya.
Menurutnya, selain efisien secara biaya, penggunaan kendaraan listrik juga memberikan kepuasan tersendiri karena lebih ramah lingkungan.
General Manager PLN UID S2JB, Diksi Erfani Umar, menegaskan bahwa program ini bukan sekadar kegiatan simbolik, melainkan bagian dari strategi besar perusahaan dalam mendukung agenda transisi energi nasional.
“PLN Clean Energy Day menjadi langkah nyata untuk membangun kesadaran kolektif pegawai terhadap pentingnya pengurangan emisi. Ini dimulai dari hal sederhana, seperti memilih moda transportasi yang lebih bersih,” tegasnya.
Ia berharap, inisiatif ini tidak hanya berdampak di internal perusahaan, tetapi juga mampu menginspirasi masyarakat luas untuk ikut berkontribusi dalam menjaga lingkungan.
Dengan pelaksanaan rutin setiap hari Jumat, PLN optimistis budaya penggunaan transportasi rendah emisi dapat tumbuh secara konsisten. Langkah kecil ini diyakini mampu memberikan dampak besar terhadap upaya pengurangan emisi karbon sekaligus mendukung target nasional dalam menghadapi perubahan iklim. (*)










