Menu

Mode Gelap
Jaringan Air Tanah Jadi Andalan Baru Petani OKU, Bupati Teddy: Jangan Sampai Rusak Bayi 3 Bulan Jadi Sasaran, Ayah Berdalih Kesal Dengar Tangisan Berkontribusi dalam Pengembangan Geotermal di Indonesia, Kementerian ATR/BPN Dapat Penghargaan dari Kementerian ESDM 446 Kantor BPN Terapkan Pengukuran Terjadwal, Waktu Tunggu Maksimal 7 Hari Serunya Lomba 17-an di SDN 3 OKU, Siswa dan Guru Sama-sama Semangat Tak Perlu Menunggu Tanpa Kepastian, Masyarakat Rasakan Manfaat Pengukuran Terjadwal Saat Sertipikasi Tanah

Daerah

Krisis Ruang Kelas, SMAN 5 OKU Butuh Perhatian Serius

Kepala SMAN 05 OKU, Ismakun Ranau Wijaya (kiri) meninjau ruangan tambahan yang terbengkalai sejak 2016 lalu.

Ogannews.com – SMA Negeri 5 Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) tengah menjadi sorotan publik karena masalah infrastruktur yang menghambat proses belajar mengajar.

Dari total 15 ruang kelas yang ada, tiga di antaranya tidak dapat digunakan karena proyek pembangunan ruang kelas tambahan yang terhenti sejak tahun 2016.

Sebelumnya, pihak sekolah telah melibatkan praktisi hukum dan pengamat untuk mendesak kelanjutan pembangunan.

Selain itu, revitalisasi infrastruktur tersebut sangat diperlukan untuk meningkatkan kenyamanan dan keamanan proses belajar mengajar. Sehingga dukungan pemerintah dan pihak terkait sangat diharapkan.

Diketahui, SMA Negeri 5 OKU memiliki 38 guru, termasuk 4 guru penggerak, dengan rencana penambahan menjadi 6 guru penggerak di masa depan.

Peran guru penggerak sangat penting dalam mendorong inovasi dan meningkatkan kualitas pendidikan, tetapi efektivitas mereka tergantung pada kondisi infrastruktur yang mendukung.

“Saya berharap pemerintah daerah dapat memastikan proyek pembangunan diselesaikan tepat waktu agar sekolah dapat berkembang dan mencetak generasi penerus berkualitas,” ungkap Kepala SMAN 05 OKU, Ismakun Ranau Wijaya beberapa waktu lalu.

Dirinya juga mengatakan jika keterbatasan ruang ini membuat sekolah harus beradaptasi dengan kondisi yang ada, sementara jumlah siswa terus bertambah setiap tahunnya.

“Jika bangunan ini selesai, daya tampung siswa akan meningkat signifikan,” ujarnya, Senin (09/09/24).

Menanggapi kondisi tersebut, Dr. Khorul Buddy Nagara dari Komisi Nasional Pendidikan (Komnas Pendidikan) Sumatera Selatan melakukan kunjungan langsung ke lokasi.

Ia menyampaikan keprihatinan mendalam terhadap bangunan terbengkalai tersebut yang tidak hanya mengganggu pemandangan, tetapi juga memboroskan anggaran.

Dr. Khorul berjanji akan berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan Provinsi Sumatra Selatan untuk menemukan solusi.

“Kami akan mengusulkan rapat dengan pihak terkait, termasuk kejaksaan, guna membahas kelanjutan proyek. Harapannya, bangunan ini bisa digunakan tahun depan, sehingga kapasitas sekolah meningkat dan siswa dapat belajar dengan lebih nyaman,” jelas Dr. Khorul.

Selain itu, ia meminta pihak sekolah melengkapi semua dokumen terkait pembangunan agar proses penyelesaian masalah dapat berjalan lancar.

Masalah ini diharapkan dapat segera terselesaikan, mengingat pentingnya perbaikan fasilitas pendidikan untuk menunjang kualitas belajar mengajar di SMA Negeri 5 OKU. (Fiq)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca juga

Jaringan Air Tanah Jadi Andalan Baru Petani OKU, Bupati Teddy: Jangan Sampai Rusak

24 Agustus 2026 - 07:40 WIB

Bayi 3 Bulan Jadi Sasaran, Ayah Berdalih Kesal Dengar Tangisan

21 Agustus 2026 - 09:21 WIB

Serunya Lomba 17-an di SDN 3 OKU, Siswa dan Guru Sama-sama Semangat

20 Agustus 2026 - 13:36 WIB

Hujan Deras Ganggu Jaringan Listrik, PLN ULP Lembayung Kerahkan 31 Personel Pulihkan Listrik di Lahat

19 Agustus 2026 - 22:32 WIB

Bupati Teddy Pimpin Upacara HUT ke-81 RI

17 Agustus 2026 - 15:25 WIB

Trending di OKU