Menu

Mode Gelap
Jaringan Air Tanah Jadi Andalan Baru Petani OKU, Bupati Teddy: Jangan Sampai Rusak Bayi 3 Bulan Jadi Sasaran, Ayah Berdalih Kesal Dengar Tangisan Berkontribusi dalam Pengembangan Geotermal di Indonesia, Kementerian ATR/BPN Dapat Penghargaan dari Kementerian ESDM 446 Kantor BPN Terapkan Pengukuran Terjadwal, Waktu Tunggu Maksimal 7 Hari Serunya Lomba 17-an di SDN 3 OKU, Siswa dan Guru Sama-sama Semangat Tak Perlu Menunggu Tanpa Kepastian, Masyarakat Rasakan Manfaat Pengukuran Terjadwal Saat Sertipikasi Tanah

Berita Utama

Sungai Hitam Pekat Usai Hujan, Warga Duga Limbah Tambang Cemari Desa Tanjung Kurung

Screenshot tiktok @rival.baturaja.

Viral! Sungai Tanjung Kurung Menghitam Usai Hujan, Warga Teriak Dapat “Warisan Limbah” dari Tambang

Ogannews.com — Masyarakat Desa Tanjung Kurung, Kecamatan Semidang Aji, digegerkan dengan perubahan drastis warna Sungai Tanjung Kurung yang mendadak hitam pekat setelah hujan mengguyur kawasan itu pada Minggu pagi (27/7/25). 

Dugaan pencemaran pun mengarah ke aktivitas tambang batu bara di wilayah Desa Gunung Kuripan.

Pemicunya? Sebuah video viral di TikTok. Akun @rival.baturaja mengunggah detik-detik aliran sungai yang berubah menjadi keruh dan gelap, disertai keluhan pedas dari warga.

“Lihatlah Sungai Tanjung Kurung habis hujan subuh tadi, bagaimana solusinya ini? Airnya hitam pekat, seperti penuh limbah tambang batu bara,” kata Rival dalam unggahan yang cepat menyebar di media sosial.

Dalam video berdurasi kurang dari semenit itu, ia juga menyoroti nasib masyarakat sekitar yang kehilangan akses terhadap air bersih untuk mandi dan kebutuhan harian lainnya.

“Orang lain dapat uang dari tambang, kami malah dapat limbahnya. Tolong Pak Bupati lihatlah kondisi sungai kami,” ucapnya penuh kecewa.

Menurut pengakuan Rival, kejadian serupa bukanlah hal baru. Setiap kali hujan deras mengguyur, aliran Sungai Tanjung Kurung berubah warna dan mengeluarkan bau menyengat, diduga berasal dari buangan limbah tambang batu bara.

Warga pun makin resah dan merasa dianaktirikan oleh pemerintah. Mereka berharap Bupati OKU segera turun tangan dan menindaklanjuti laporan pencemaran tersebut.

“Tolong kami, Pak Bupati. Ini bukan sekali dua kali. Tiap hujan kami mandi limbah. Kami warga Desa Tanjung Kurung bukan tempat buangan tambang,” tutup Rival.

Hingga berita ini ditulis, belum ada pernyataan resmi dari pihak perusahaan tambang maupun Pemerintah Kabupaten OKU. Masyarakat masih menunggu tindakan konkret sebelum Sungai Tanjung Kurung benar-benar berubah jadi “kubangan racun.” (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca juga

Jaringan Air Tanah Jadi Andalan Baru Petani OKU, Bupati Teddy: Jangan Sampai Rusak

24 Agustus 2026 - 07:40 WIB

Bayi 3 Bulan Jadi Sasaran, Ayah Berdalih Kesal Dengar Tangisan

21 Agustus 2026 - 09:21 WIB

Serunya Lomba 17-an di SDN 3 OKU, Siswa dan Guru Sama-sama Semangat

20 Agustus 2026 - 13:36 WIB

Hujan Deras Ganggu Jaringan Listrik, PLN ULP Lembayung Kerahkan 31 Personel Pulihkan Listrik di Lahat

19 Agustus 2026 - 22:32 WIB

Bupati Teddy Pimpin Upacara HUT ke-81 RI

17 Agustus 2026 - 15:25 WIB

Trending di OKU