Menu

Mode Gelap
PLN Teken PJBL PSEL Bali, Sampah Disulap Jadi Listrik 30 MW untuk Dukung Pariwisata PLN dan KKP Perkuat Sinergi, Listrik Andal Siap Dongkrak Produktivitas Sektor Kelautan dan Perikanan BRI BO Baturaja Salurkan Bantuan CSR 1 Unit Traktor untuk Lumbung Pangan Bakti Tani, Dorong Kemajuan Sektor Pertanian di OKU Timur 716 Agen BRILink Capai Target BEP, BO Baturaja Catat Kinerja Positif Hingga 25 Juni 2026 Inovasi Bayar SPP Pakai Sampah Raih Penghargaan, Program Binaan PLN Bantu 153 Anak Tetap Sekolah Hadirkan Pelayanan Cepat, PLN ULP Muara Aman Perkuat Budaya PS4

Berita Utama

Sungai Hitam Pekat Usai Hujan, Warga Duga Limbah Tambang Cemari Desa Tanjung Kurung

Screenshot tiktok @rival.baturaja.

Viral! Sungai Tanjung Kurung Menghitam Usai Hujan, Warga Teriak Dapat “Warisan Limbah” dari Tambang

Ogannews.com — Masyarakat Desa Tanjung Kurung, Kecamatan Semidang Aji, digegerkan dengan perubahan drastis warna Sungai Tanjung Kurung yang mendadak hitam pekat setelah hujan mengguyur kawasan itu pada Minggu pagi (27/7/25). 

Dugaan pencemaran pun mengarah ke aktivitas tambang batu bara di wilayah Desa Gunung Kuripan.

Pemicunya? Sebuah video viral di TikTok. Akun @rival.baturaja mengunggah detik-detik aliran sungai yang berubah menjadi keruh dan gelap, disertai keluhan pedas dari warga.

“Lihatlah Sungai Tanjung Kurung habis hujan subuh tadi, bagaimana solusinya ini? Airnya hitam pekat, seperti penuh limbah tambang batu bara,” kata Rival dalam unggahan yang cepat menyebar di media sosial.

Dalam video berdurasi kurang dari semenit itu, ia juga menyoroti nasib masyarakat sekitar yang kehilangan akses terhadap air bersih untuk mandi dan kebutuhan harian lainnya.

“Orang lain dapat uang dari tambang, kami malah dapat limbahnya. Tolong Pak Bupati lihatlah kondisi sungai kami,” ucapnya penuh kecewa.

Menurut pengakuan Rival, kejadian serupa bukanlah hal baru. Setiap kali hujan deras mengguyur, aliran Sungai Tanjung Kurung berubah warna dan mengeluarkan bau menyengat, diduga berasal dari buangan limbah tambang batu bara.

Warga pun makin resah dan merasa dianaktirikan oleh pemerintah. Mereka berharap Bupati OKU segera turun tangan dan menindaklanjuti laporan pencemaran tersebut.

“Tolong kami, Pak Bupati. Ini bukan sekali dua kali. Tiap hujan kami mandi limbah. Kami warga Desa Tanjung Kurung bukan tempat buangan tambang,” tutup Rival.

Hingga berita ini ditulis, belum ada pernyataan resmi dari pihak perusahaan tambang maupun Pemerintah Kabupaten OKU. Masyarakat masih menunggu tindakan konkret sebelum Sungai Tanjung Kurung benar-benar berubah jadi “kubangan racun.” (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca juga

BRI BO Baturaja Salurkan Bantuan CSR 1 Unit Traktor untuk Lumbung Pangan Bakti Tani, Dorong Kemajuan Sektor Pertanian di OKU Timur

8 Juli 2026 - 16:04 WIB

716 Agen BRILink Capai Target BEP, BO Baturaja Catat Kinerja Positif Hingga 25 Juni 2026

8 Juli 2026 - 16:00 WIB

Inovasi Bayar SPP Pakai Sampah Raih Penghargaan, Program Binaan PLN Bantu 153 Anak Tetap Sekolah

8 Juli 2026 - 10:43 WIB

Hadirkan Pelayanan Cepat, PLN ULP Muara Aman Perkuat Budaya PS4

7 Juli 2026 - 19:21 WIB

Makin Serius, OKU Bersiap Miliki Pabrik RDF Sampah Bernilai Ekonomi Tinggi

7 Juli 2026 - 09:47 WIB

Trending di OKU