
Ogannews.com – Suasana aula Universitas Baturaja, Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU), mendadak riuh pada Jumat pagi (9/1/26). Ratusan tangan mahasiswa teracung ke udara, saling berebut kesempatan bertanya. Topik yang mereka incar bukan sembarangan: industri hulu minyak dan gas bumi (migas), sektor strategis penopang ketahanan energi nasional.
Mahasiswa berseragam almamater oranye itu antusias mengikuti kuliah umum yang digelar PT Pertamina Hulu Energi (PHE) Ogan Komering bersama Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Migas (SKK Migas) Sumbagsel. Kegiatan ini menjadi ruang dialog langsung antara dunia akademik dan para praktisi migas berpengalaman.
Dalam kuliah umum tersebut, mahasiswa mendapatkan gambaran komprehensif mengenai industri hulu migas, mulai dari perannya dalam menjaga ketahanan energi nasional, proses operasional di lapangan, hingga peluang karier di sektor energi yang terus berkembang.
Materi disampaikan langsung oleh para pemangku kepentingan, di antaranya Kepala Divisi Formalitas dan Komunikasi SKK Migas Sumbagsel Safei, Superintendent PHE Ogan Komering Field Dumadi Ferianto, serta Senior Officer Relations PHR Zona 4 wilayah Prabumulih, Ogan Komering, Limau, dan Raja Tempirai, Ivan Andra Sebayang.
Tak sekadar paparan satu arah, forum berlangsung interaktif. Mahasiswa aktif melontarkan pertanyaan kritis seputar tantangan industri migas, kontribusi generasi muda, hingga kesiapan SDM lokal menghadapi kebutuhan energi masa depan.
Menurut Dumadi Ferianto, keterlibatan mahasiswa menjadi kunci penting dalam menyiapkan masa depan sektor energi nasional. Hal inilah yang mendorong SKK Migas Sumbagsel bersama PHE Ogan Komering, PT Tiara Bumi Petroleum, dan Sele Raya menginisiasi kegiatan edukatif tersebut.
“Melalui kegiatan ini, kami berharap mahasiswa dapat memahami peran strategis industri hulu migas sekaligus melihat potensi besar untuk berkontribusi dalam pembangunan energi Indonesia,” ujar Dumadi.
Ia menegaskan, PHE Ogan Komering berkomitmen mendukung pengembangan sumber daya manusia melalui program edukasi dan kolaborasi berkelanjutan dengan perguruan tinggi di wilayah Sumatera Bagian Selatan.
Sementara itu, Rektor Universitas Baturaja, Lindawati, menyambut positif pelaksanaan kuliah umum tersebut. Menurutnya, sinergi antara dunia akademik dan industri memberikan nilai tambah nyata bagi mahasiswa.
“Mahasiswa tidak hanya memperoleh teori di ruang kelas, tetapi juga mendapatkan wawasan industri yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja,” kata Lindawati.
Melalui kolaborasi ini, diharapkan terbangun hubungan yang semakin kuat antara industri dan akademisi, sekaligus melahirkan talenta-talenta muda yang siap berperan aktif di sektor energi nasional. (*)








