Menu ✖

Mode Gelap
Bobol Toko Sembako Tengah Malam, Pria 56 Tahun Ditangkap Polisi, Kerugian Capai Rp400 Juta PLN dan Pemprov Sumsel Perkuat Sinergi, Keandalan Listrik Lahat Jadi Penopang Investasi Saling Bacok di Desa Durian Gara-Gara Perebutan Lahan, 4 Pria Diamankan Kebakaran SMPN 21 OKU, Bupati Teddy Langsung Tinjau Lokasi Pemkab OKU Siapkan Arsitektur Pemerintahan Digital, Hindari Tumpang Tindih Aplikasi dan Data YBM PLN UP3 Lahat Salurkan Beasiswa Cahaya Pintar untuk 66 Pelajar di Kabupaten Lahat

Daerah

Penganiayaan dan Intimidasi, Relawan Pragib Laporkan Oknum Warga Desa Lubuk Batang Lama ke Polisi

Relawan Pragib laporan oknum warga ke Polisi.

Ogannews.com — Upaya sosialisasi Tim Pemenangan Prabowo Gibran (Pragib) di Desa Lubuk Batang Lama, Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU), berujung kekerasan, Senin (4/11/24).

Sejumlah relawan perempuan Pragib, yang sedang memperkenalkan pasangan calon “BERTAJI,” mengaku mengalami penganiayaan oleh sekelompok warga desa setempat.

NH (52), sopir relawan, menjadi korban tindakan kekerasan yang menyebabkan luka gores dan lebam di bahu kanan, serta luka di bibir dan kepala. Selain itu, pakaian NH robek saat ditarik paksa oleh oknum warga desa.

Tidak terima dengan insiden ini, NH bersama tim kuasa hukum melaporkan peristiwa tersebut ke Polres OKU pada Senin petang.

Pengacara tim relawan, Rahmad Hidayat, menjelaskan bahwa pihaknya melaporkan dugaan pidana penganiayaan yang dilakukan sejumlah oknum warga.

“Kami mendatangi SPKT Mapolres OKU untuk melaporkan dugaan tindakan kekerasan oleh oknum warga yang melakukan pemukulan secara bergantian terhadap korban,” ujar Rahmad.

Ia juga mengungkap adanya ancaman yang diberikan kepada para relawan.

“Ada ancaman kepada korban dan saksi, mereka diancam akan ‘dikarungi’. Ini tindakan yang seharusnya tidak terjadi,” tambahnya.

Rahmad menyayangkan aksi kekerasan ini, terutama karena relawan Pragib bertugas dengan izin resmi dari Prabowo Gibran.

“Legal standing kami jelas, tapi tetap saja muncul tindakan premanisme yang tidak bertanggung jawab,” tuturnya.

Salah seorang saksi, FB, mengisahkan kronologi penganiayaan yang dialami saat tim relawan tengah mengadakan sosialisasi. Meskipun telah mengantongi izin Kepala Desa, kehadiran mereka ditentang oleh sejumlah warga.

“Kami dikumpulkan di balai desa dan diintimidasi. Kami bahkan dilarang mengambil gambar dan video. Sedangkan mereka dengan leluasa mengancam dan mengintimidasi kami,” ungkap FB.

Ketika para relawan hendak meninggalkan lokasi dengan mobil, seorang perempuan provokator memancing emosi warga yang kemudian bertindak kasar.

“Saat kami di dalam mobil, kaca terbuka, dan ibu itu berkata ‘cak kecantikan nutup kaco’ (seperti orang cantik menutup kaca). Kami spontan menoleh, tapi dia langsung marah dan memprovokasi warga lainnya,” cerita FB.

Akibat provokasi tersebut, sejumlah warga mendekati mobil relawan, memaksa NH turun, dan memukulnya hingga terluka. Oknum warga bahkan sempat merampas kunci mobil, semakin memperparah situasi.

“Kami sangat ketakutan. Salah seorang warga laki-laki mengancam, mengatakan ‘ku karungi kamu sikok-sikok’ (akan saya karungi satu per satu),” lanjut FB dengan cemas.

Menanggapi laporan ini, Kapolres OKU melalui Kanit SPKT 1, Bripka Tino Saputra, membenarkan bahwa laporan telah diterima.

“Laporan sudah kita terima dan koordinasi dengan Reskrim sedang berlangsung. Saat ini pemeriksaan masih dilakukan,” ujarnya. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca juga

Bobol Toko Sembako Tengah Malam, Pria 56 Tahun Ditangkap Polisi, Kerugian Capai Rp400 Juta

8 Oktober 2026 - 08:37 WIB

PLN dan Pemprov Sumsel Perkuat Sinergi, Keandalan Listrik Lahat Jadi Penopang Investasi

7 Oktober 2026 - 16:35 WIB

Saling Bacok di Desa Durian Gara-Gara Perebutan Lahan, 4 Pria Diamankan

7 Oktober 2026 - 13:20 WIB

Kebakaran SMPN 21 OKU, Bupati Teddy Langsung Tinjau Lokasi

6 Oktober 2026 - 13:30 WIB

Pemkab OKU Siapkan Arsitektur Pemerintahan Digital, Hindari Tumpang Tindih Aplikasi dan Data

5 Oktober 2026 - 15:14 WIB

Trending di OKU