Menu

Mode Gelap
Gandeng 17 Lembaga Kursus, Teddy Ingin Anak Muda OKU Punya Skill dan Pekerjaan Petani OKU Timur Kompak Dukung Swasembada Pangan Prabowo, Harga Gabah Tembus Rp7.000 per Kg Komitmen Besar Pemkab OKU: SPMB Harus Jujur, Adil dan Bebas Titipan Video Asusila Tersebar di Sekolah, Siasat Bejat Pemuda di OKU Setubuhi Pacar Sambil Direkam Akhirnya Terbongkar! Rekayasa “Amuk Massa” di Kebun Kopi OKU Selatan Terbongkar, Polisi Tetapkan Dua Tersangka Pembunuhan OKU Bidik Teknologi Pengubah Sampah Jadi Cuan

Daerah

Penganiayaan dan Intimidasi, Relawan Pragib Laporkan Oknum Warga Desa Lubuk Batang Lama ke Polisi

Relawan Pragib laporan oknum warga ke Polisi.

Ogannews.com — Upaya sosialisasi Tim Pemenangan Prabowo Gibran (Pragib) di Desa Lubuk Batang Lama, Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU), berujung kekerasan, Senin (4/11/24).

Sejumlah relawan perempuan Pragib, yang sedang memperkenalkan pasangan calon “BERTAJI,” mengaku mengalami penganiayaan oleh sekelompok warga desa setempat.

NH (52), sopir relawan, menjadi korban tindakan kekerasan yang menyebabkan luka gores dan lebam di bahu kanan, serta luka di bibir dan kepala. Selain itu, pakaian NH robek saat ditarik paksa oleh oknum warga desa.

Tidak terima dengan insiden ini, NH bersama tim kuasa hukum melaporkan peristiwa tersebut ke Polres OKU pada Senin petang.

Pengacara tim relawan, Rahmad Hidayat, menjelaskan bahwa pihaknya melaporkan dugaan pidana penganiayaan yang dilakukan sejumlah oknum warga.

“Kami mendatangi SPKT Mapolres OKU untuk melaporkan dugaan tindakan kekerasan oleh oknum warga yang melakukan pemukulan secara bergantian terhadap korban,” ujar Rahmad.

Ia juga mengungkap adanya ancaman yang diberikan kepada para relawan.

“Ada ancaman kepada korban dan saksi, mereka diancam akan ‘dikarungi’. Ini tindakan yang seharusnya tidak terjadi,” tambahnya.

Rahmad menyayangkan aksi kekerasan ini, terutama karena relawan Pragib bertugas dengan izin resmi dari Prabowo Gibran.

“Legal standing kami jelas, tapi tetap saja muncul tindakan premanisme yang tidak bertanggung jawab,” tuturnya.

Salah seorang saksi, FB, mengisahkan kronologi penganiayaan yang dialami saat tim relawan tengah mengadakan sosialisasi. Meskipun telah mengantongi izin Kepala Desa, kehadiran mereka ditentang oleh sejumlah warga.

“Kami dikumpulkan di balai desa dan diintimidasi. Kami bahkan dilarang mengambil gambar dan video. Sedangkan mereka dengan leluasa mengancam dan mengintimidasi kami,” ungkap FB.

Ketika para relawan hendak meninggalkan lokasi dengan mobil, seorang perempuan provokator memancing emosi warga yang kemudian bertindak kasar.

“Saat kami di dalam mobil, kaca terbuka, dan ibu itu berkata ‘cak kecantikan nutup kaco’ (seperti orang cantik menutup kaca). Kami spontan menoleh, tapi dia langsung marah dan memprovokasi warga lainnya,” cerita FB.

Akibat provokasi tersebut, sejumlah warga mendekati mobil relawan, memaksa NH turun, dan memukulnya hingga terluka. Oknum warga bahkan sempat merampas kunci mobil, semakin memperparah situasi.

“Kami sangat ketakutan. Salah seorang warga laki-laki mengancam, mengatakan ‘ku karungi kamu sikok-sikok’ (akan saya karungi satu per satu),” lanjut FB dengan cemas.

Menanggapi laporan ini, Kapolres OKU melalui Kanit SPKT 1, Bripka Tino Saputra, membenarkan bahwa laporan telah diterima.

“Laporan sudah kita terima dan koordinasi dengan Reskrim sedang berlangsung. Saat ini pemeriksaan masih dilakukan,” ujarnya. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca juga

Gandeng 17 Lembaga Kursus, Teddy Ingin Anak Muda OKU Punya Skill dan Pekerjaan

25 Mei 2026 - 22:07 WIB

Komitmen Besar Pemkab OKU: SPMB Harus Jujur, Adil dan Bebas Titipan

25 Mei 2026 - 18:54 WIB

Video Asusila Tersebar di Sekolah, Siasat Bejat Pemuda di OKU Setubuhi Pacar Sambil Direkam Akhirnya Terbongkar!

24 Mei 2026 - 16:30 WIB

Rekayasa “Amuk Massa” di Kebun Kopi OKU Selatan Terbongkar, Polisi Tetapkan Dua Tersangka Pembunuhan

24 Mei 2026 - 10:56 WIB

OKU Bidik Teknologi Pengubah Sampah Jadi Cuan

24 Mei 2026 - 08:36 WIB

Trending di OKU