Menu

Mode Gelap
Video Asusila Tersebar di Sekolah, Siasat Bejat Pemuda di OKU Setubuhi Pacar Sambil Direkam Akhirnya Terbongkar! Rekayasa “Amuk Massa” di Kebun Kopi OKU Selatan Terbongkar, Polisi Tetapkan Dua Tersangka Pembunuhan OKU Bidik Teknologi Pengubah Sampah Jadi Cuan SPBU Belitang Diserbu Warga, Kuota BBM Akhirnya Ditambah Setelah DJKA, Kini PT KAI Sambut Positif Flyover Pasar Tempel 55 Tim Basket Ramaikan Bupati Cup 2026 OKU Timur, Jadi Ajang Cari Bibit Atlet Porprov

Nasional

PLN, ANTAM dan HYD Garap Industri Baterai Rp96 Triliun, Siap Serap 10 Ribu Tenaga Kerja

Jakarta, Ogannews.com – Pemerintah terus mempercepat pembangunan ekosistem industri baterai nasional terintegrasi sebagai bagian dari agenda besar hilirisasi sumber daya alam Indonesia. Komitmen tersebut diperkuat melalui penandatanganan framework agreement antara PT PLN (Persero), PT Aneka Tambang Tbk. dan Konsorsium HYD Investment Limited melalui Indonesia Battery Corporation di Jakarta, Jumat (30/1/2026).

Kerja sama strategis ini menjadi langkah awal pengembangan industri baterai nasional dari sektor hulu hingga hilir dengan total investasi mencapai USD 6 miliar atau sekitar Rp96 triliun. Proyek tersebut ditargetkan memiliki kapasitas produksi baterai hingga 20 gigawatt hour (GWh).

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menyebut proyek ini sebagai tonggak penting percepatan hilirisasi nasional sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto.

Menurut Bahlil, pengembangan industri baterai terintegrasi tidak hanya akan memperkuat posisi Indonesia dalam rantai pasok global kendaraan listrik, tetapi juga membuka sekitar 10 ribu lapangan kerja baru bagi masyarakat Indonesia.

“Saya ulangi arahan Bapak Presiden Prabowo, bahwa dalam rangka pengelolaan sumber daya alam, baik sekarang maupun ke depan, kita harus memprioritaskan kepentingan negara,” ujar Bahlil.

Ia menegaskan seluruh tahapan proyek harus mengutamakan keterlibatan tenaga kerja dan industri dalam negeri. Kawasan industri baterai dan katoda direncanakan dibangun di Jawa Barat, sedangkan sektor pertambangan, smelter hingga hilirisasi akan berpusat di Halmahera Timur, Maluku Utara.

“Yang bisa dikerjakan dalam negeri, pakai tenaga kerja dalam negeri. Yang tidak bisa dikerjakan, baru ambil dari luar,” tegasnya.

Tak hanya mendukung ekosistem kendaraan listrik, proyek ini juga diproyeksikan menjadi tulang punggung pengembangan energi baru terbarukan nasional. Pemerintah menyiapkan baterai sebagai komponen utama dalam pengembangan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) berkapasitas 100 gigawatt (GW).

“Ini tidak hanya untuk baterai mobil listrik, tapi juga didesain untuk baterai panel surya,” tambah Bahlil.

Direktur Utama Indonesia Battery Corporation, Aditya Farhan Arif menjelaskan bahwa kesepakatan awal ini menjadi fondasi menuju pengembangan industri baterai nasional yang kompetitif dan berkelanjutan.

Menurutnya, kerja sama dengan mitra global tidak hanya fokus pada investasi, tetapi juga transfer teknologi dan penguatan kapasitas industri nasional dalam jangka panjang.

“Kami ingin memastikan terjadinya transfer pengetahuan dan teknologi yang akan memperkuat fondasi industri baterai nasional,” jelas Aditya.

Ia menambahkan, proyek akan berlanjut ke tahap joint feasibility study sebelum masuk ke penandatanganan definitive agreement. Seluruh proses ditargetkan dapat rampung tahun ini dengan tetap mengedepankan prinsip tata kelola yang baik dan kepentingan strategis nasional.

Sementara itu, Direktur Utama PT PLN (Persero), Darmawan Prasodjo menilai industri baterai terintegrasi menjadi kunci penting dalam memperkuat sistem kelistrikan nasional berbasis energi bersih.

Menurutnya, kehadiran industri baterai domestik akan mempercepat pemanfaatan energi terbarukan, mendukung pengembangan kendaraan listrik, serta meningkatkan ketahanan energi nasional secara berkelanjutan.

“Langkah ini sejalan dengan komitmen PLN dalam menghadirkan sistem kelistrikan yang ramah lingkungan, berdaya saing, dan berbasis produk dalam negeri,” tutup Darmawan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca juga

PHR Tampil Percaya Diri di IPA Convex 2026, Pamerkan Inovasi Migas hingga Komitmen Ketahanan Energi Nasional

21 Mei 2026 - 17:10 WIB

Kementerian ATR/BPN dan KPK Jadikan Sulut Lokasi Percontohan Transformasi Pelayanan Publik di Bidang Pertanahan

14 Mei 2026 - 18:41 WIB

Tawarkan Sembilan Program Kerja Sama dengan KPK, Sahli ATR/BPN Ungkap Keuntungan bagi Pemerintah Daerah Se-Sulut

13 Mei 2026 - 10:54 WIB

Layanan Pertanahan Era Digital, Lebih Mudah Pantau Berkas Lewat Aplikasi Sentuh Tanahku

11 Mei 2026 - 13:40 WIB

50% Bidang Tanah di Sulteng Sudah Bersertipikat, Wamen Ossy: Ini Menunjukkan Sulteng Terus Bertumbuh

10 Mei 2026 - 14:38 WIB

Trending di Nasional