
Seluma, Ogannews.com – PLN ULP Tais terus memperkuat komitmennya dalam membangun budaya keselamatan ketenagalistrikan di tengah masyarakat. Melalui program Gebyar Sosialisasi Bahaya Listrik, PLN bergerak masif menjangkau seluruh wilayah di Kabupaten Seluma, mulai dari desa hingga kelurahan.
Hingga awal Mei 2026, program edukasi tersebut tercatat telah menyentuh sedikitnya 190 titik desa dan kelurahan dari target total 206 desa, 29 kelurahan, dan 18 kecamatan di Kabupaten Seluma.
Berbeda dari sosialisasi pada umumnya, PLN memilih pendekatan door to door agar pesan keselamatan listrik benar-benar dipahami masyarakat. Petugas PLN turun langsung memberikan edukasi praktis terkait potensi bahaya listrik, penggunaan instalasi yang aman, hingga pentingnya pemanfaatan listrik sesuai standar keselamatan.
Langkah ini dinilai efektif karena edukasi tidak hanya bersifat seremonial, tetapi menyentuh langsung kehidupan sehari-hari warga.
Program tersebut dikawal langsung oleh Team Leader K3L dan KAM PLN ULP Tais, Nefri Surya. Seluruh pegawai hingga Tenaga Alih Daya (TAD) diterjunkan guna mempercepat penyebaran edukasi ke masyarakat melalui koordinasi bersama perangkat daerah hingga kunjungan langsung ke rumah warga.
Manajer PLN ULP Tais, Didin Putri Madina menegaskan, program ini merupakan gerakan kolektif untuk membangun kesadaran masyarakat terhadap pentingnya keselamatan dalam menggunakan listrik.
“Ini bukan sekadar sosialisasi, tetapi upaya percepatan membangun kesadaran masyarakat agar lebih aman dalam memanfaatkan listrik. Target kami jelas, seluruh desa dan kelurahan di Seluma terjangkau dan teredukasi,” ujarnya.
Sementara itu, Manager PLN UP3 Bengkulu, Teguh Aang Harmadi menilai program tersebut menjadi bukti nyata kehadiran PLN yang semakin dekat dengan masyarakat.
“Kami tidak hanya memastikan listrik andal, tetapi juga aman digunakan. Edukasi seperti ini menjadi bagian penting dalam perlindungan masyarakat,” katanya.
Dukungan penuh juga datang dari General Manager PLN UID S2JB, Diksi Erfani Umar. Ia menegaskan bahwa edukasi keselamatan listrik menjadi agenda strategis PLN dalam memperkuat kualitas layanan berbasis perlindungan pelanggan.
“Melalui pendekatan langsung seperti ini, PLN memastikan masyarakat tidak hanya menikmati listrik, tetapi juga memahami cara menggunakannya secara aman. Ini bagian dari upaya membangun ekosistem ketenagalistrikan yang berkelanjutan, di mana aspek keselamatan menjadi fondasi utama,” tegasnya.
Diksi juga mengajak masyarakat yang telah menerima edukasi agar ikut menyebarluaskan pemahaman tentang keselamatan listrik kepada keluarga dan lingkungan sekitar.
“Kami mengajak masyarakat untuk turut berperan aktif meneruskan informasi yang telah diperoleh kepada keluarga dan lingkungan sekitar, sehingga kesadaran ini dapat berkembang lebih luas dan memberikan perlindungan yang lebih besar,” pungkasnya. (*)










