
OKU, Ogannews.com – Respons cepat ditunjukkan oleh PT PLN (Persero) Unit Layanan Pelanggan (ULP) Baturaja setelah menerima laporan masyarakat terkait kondisi kabel listrik yang melorot di wilayah Kecamatan Baturaja Timur, Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU). Kabel yang dinilai terlalu rendah tersebut sempat dikhawatirkan membahayakan keselamatan warga dan pengguna jalan.
Laporan warga menyebutkan adanya kabel listrik kendor yang berada di depan Pasar Korpri, tepatnya di area eks lapangan upacara Desa Tanjung Baru. Kondisi itu dinilai berisiko, terutama bagi kendaraan besar maupun pejalan kaki yang melintas di kawasan tersebut.
Menindaklanjuti laporan tersebut, Manager PLN ULP Baturaja, Triyo Indrawan, langsung mengerahkan Tim Pelayanan Teknik (Yantek) untuk melakukan pengecekan dan penanganan di lapangan.
“Kami mengapresiasi kepedulian masyarakat yang cepat melaporkan potensi bahaya kelistrikan. Setelah laporan kami terima, tim langsung turun untuk melakukan pengaturan ulang kabel agar kembali pada posisi yang aman sesuai standar,” ujar Triyo.
Di lokasi, petugas melakukan penyesuaian ketinggian kabel sekaligus memastikan kekuatan serta kestabilan jaringan listrik. Langkah ini dilakukan untuk mencegah risiko gangguan maupun potensi kecelakaan yang dapat membahayakan masyarakat.
Triyo menegaskan, respon cepat terhadap setiap laporan masyarakat merupakan komitmen PLN dalam menjaga keandalan sistem kelistrikan serta memberikan pelayanan terbaik kepada pelanggan.
Selain itu, ia juga mengimbau masyarakat untuk terus memanfaatkan layanan pengaduan resmi melalui aplikasi PLN Mobile. Melalui platform tersebut, pelanggan dapat melaporkan gangguan secara langsung dan memantau proses penanganan secara real-time.
“Dengan PLN Mobile, komunikasi antara pelanggan dan PLN menjadi lebih cepat dan efektif. Ini bagian dari transformasi layanan berbasis digital yang terus kami kembangkan,” tambahnya.
PLN ULP Baturaja memastikan akan terus meningkatkan kualitas pelayanan serta memperkuat sinergi dengan masyarakat dalam menjaga keamanan jaringan listrik di wilayah kerja mereka. (*)









