
Lubuklinggau, Ogannews.com – Pasca momentum Idul Fitri, PT PLN (Persero) Unit Layanan Pelanggan (ULP) Lubuklinggau langsung tancap gas melakukan penguatan sistem kelistrikan. Fokus utama kali ini adalah perbaikan Saluran Kabel Tegangan Menengah (SKTM) di kawasan Jalan Poros Gardu Induk Lubuklinggau guna memastikan pasokan listrik tetap stabil setelah lonjakan beban selama Ramadan dan Lebaran.
Langkah cepat ini menjadi bagian dari strategi pemulihan sistem yang dilakukan PLN untuk mengantisipasi potensi gangguan pasca periode beban puncak, di mana konsumsi listrik masyarakat biasanya meningkat signifikan.
Dari hasil inspeksi berkala dan pemeliharaan preventif, petugas menemukan adanya potensi gangguan pada jaringan kabel bawah tanah. Temuan tersebut segera ditindaklanjuti melalui perbaikan menyeluruh untuk mencegah dampak yang lebih besar terhadap keandalan pasokan listrik.
Manager PLN ULP Lubuklinggau, Achmad Meiledy, menegaskan bahwa langkah ini merupakan bentuk komitmen PLN dalam menjaga kualitas layanan kepada masyarakat.
“Pasca Idul Fitri, PLN terus memperkuat sistem kelistrikan melalui langkah preventif agar potensi gangguan dapat diminimalisasi,” ujar Achmad.
Senada dengan itu, General Manager PLN UID S2JB, Adhi Herlambang, menilai periode setelah Lebaran merupakan waktu krusial untuk memastikan seluruh sistem kelistrikan kembali dalam kondisi optimal.
Menurutnya, penguatan infrastruktur menjadi faktor penting dalam menjaga kenyamanan dan produktivitas masyarakat.
PLN, kata Adhi, berkomitmen melakukan pemeliharaan berkelanjutan agar pasokan listrik tetap andal tanpa mengganggu aktivitas warga.
Adapun pekerjaan yang dilakukan di lapangan meliputi penelusuran titik gangguan, penggalian area kabel, perbaikan sambungan SKTM, hingga pengujian ulang sistem kelistrikan. Seluruh proses tersebut dijalankan dengan standar keselamatan kerja yang ketat untuk memastikan keamanan teknisi maupun keandalan jaringan.
Dengan upaya ini, PLN berharap sistem kelistrikan di wilayah Lubuklinggau dan sekitarnya tetap stabil serta mampu mendukung aktivitas masyarakat secara optimal pasca hari raya. (*)










