Menu ✖

Mode Gelap
Warga Antusias, Pemkab OKU Kembali Gelar Makan Bersama Gratis Setiap Jumat Pemkab OKU Bidik Predikat Kabupaten Informatif, Seluruh OPD Diminta Berbenah Bobol Rumah Warga, Pria di Lengkiti Diciduk Tim Singa Ogan Polres OKU 12 UMKM Binaan PLN Jambi Pamerkan Produk Unggulan di Palembang Icon, Catat Tanggalnya! Pemkab OKU Usulkan Pembangunan Perumahan Komunitas 3 Hektare, Sasar PNS Golongan I-II dan MBR Bobol Toko Sembako Tengah Malam, Pria 56 Tahun Ditangkap Polisi, Kerugian Capai Rp400 Juta

Nasional

Prajurit Marinir Indonesia Uji Kemampuan Tempur Malam di Super Garuda Shield 2026

Lampung, ogannews.com – Kemampuan tempur prajurit Marinir Indonesia kembali diuji dalam Latihan Gabungan Bersama (Latgabma) Super Garuda Shield (SGS) 2026.

Kali ini, para prajurit mengikuti latihan menembak malam atau night firing serta Scout Live Fire di Batalyon Infanteri 9 Marinir, Teluk Pandan, Kabupaten Pesawaran, Lampung, Kamis (4/9/2026).

Latihan berlangsung dalam suasana minim cahaya dengan mengedepankan kemampuan prajurit menghadapi situasi pertempuran pada malam hari.

Kegiatan tersebut melibatkan prajurit Korps Marinir TNI AL bersama personel militer dari sejumlah negara mitra, yakni United States Marine Corps (USMC) Amerika Serikat, Japan Amphibious Rapid Deployment Brigade (ARDB) Jepang, serta ROK Marine Corps Korea Selatan.

Dalam materi night firing, para prajurit dituntut mampu mempertahankan ketepatan tembakan meski beroperasi dalam kondisi gelap.

Berbagai kemampuan diuji, mulai dari penggunaan Night Vision Goggles (NVG), disiplin penggunaan cahaya, hingga ketepatan membidik sasaran di tengah keterbatasan jarak pandang.

Tak hanya kemampuan menembak, latihan juga mengasah keterampilan prajurit dalam bergerak dan bertindak secara senyap.

Pada skenario Scout Live Fire, regu pengintai mempraktikkan sejumlah kemampuan penting, seperti scout stalking, infiltrasi secara tersembunyi, navigasi darat, hingga pengamatan medan.

Seluruh rangkaian latihan dirancang untuk menguji kemampuan prajurit dalam mengambil keputusan secara cepat di medan operasi.

Koordinasi antarprajurit juga menjadi salah satu aspek penting yang mendapat perhatian. Komunikasi yang efektif diperlukan agar setiap unsur mampu bergerak secara terkoordinasi tanpa mengurangi unsur kerahasiaan dalam operasi.

Latihan Super Garuda Shield 2026 sekaligus menjadi momentum bagi prajurit Indonesia untuk meningkatkan interoperabilitas dengan militer negara-negara mitra.

Melalui latihan bersama tersebut, kemampuan teknis, taktis, komunikasi, serta kerja sama antarsatuan terus diasah sebagai bagian dari kesiapan menghadapi berbagai skenario operasi.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca juga

Menteri Nusron Ungkap Rencana Pembagian Peran Kementerian ATR/BPN dan LPRA dalam Penyelesaian Konflik Agraria

22 September 2026 - 11:24 WIB

Pembahasan Tingkat I RUU Pengaturan Reforma Agraria Disepakati untuk Dilanjutkan ke Sidang Paripurna

21 September 2026 - 13:13 WIB

Menteri ATR/Kepala BPN Hormati Proses Hukum KPK dan Pastikan Pelayanan Pertanahan Tetap Berjalan

18 September 2026 - 20:20 WIB

Tak Hanya Beri Kepastian Hukum, Sertipikasi Rumah Ibadah Tegaskan Eksistensi Jemaat Gereja

18 September 2026 - 11:09 WIB

Gelar Sosialisasi Percepatan Sertipikasi Tanah bagi MBR, Kejar Target 3 Juta Bidang

17 September 2026 - 13:07 WIB

Trending di Nasional