
Ogannews.com – Hingga akhir September 2025, capaian realisasi penerimaan pajak di UPTB Pengelolaan Pendapatan Daerah Bapenda Provinsi Sumatera Selatan Wilayah OKU I tercatat sebesar Rp29,64 miliar atau 67,52 persen dari total target APBD Perubahan (APBD-P) 2025 senilai Rp43,90 miliar.
Capaian tersebut menunjukkan kinerja positif di tengah berbagai tantangan ekonomi daerah. Meski belum mencapai target keseluruhan, beberapa sektor pajak menunjukkan tren peningkatan signifikan.
Dari data yang dirilis, Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) masih menjadi penyumbang terbesar dengan target Rp21,59 miliar, dan realisasi hingga September mencapai Rp15,29 miliar atau 70,84 persen. Disusul Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBN-KB) dengan target Rp22,10 miliar dan realisasi Rp14,09 miliar atau 63,75 persen.
Sementara itu, Pajak Alat Berat (PAB) masih terbilang rendah dengan capaian 23,69 persen, yakni Rp14,5 juta dari target Rp61,2 juta. Namun, sektor Pajak Air Permukaan (PAP) justru melampaui ekspektasi dengan realisasi Rp235,47 juta dari target Rp137,86 juta, atau 170,80 persen.
Kepala Cabang UPTB Samsat OKU I, Mgs Hidayatullah, mengatakan pihaknya akan terus memacu kinerja agar target penerimaan pajak bisa tercapai 100 persen hingga akhir tahun. Beragam strategi pun disiapkan untuk mendekatkan pelayanan sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya taat pajak.
“Kami akan menggalakkan razia kendaraan bermotor, memperkuat layanan door to door, serta melakukan sosialisasi langsung ke kecamatan-kecamatan. Prinsipnya, kami tidak menekan, tapi mengajak masyarakat agar sadar bahwa pajak kendaraan sangat berperan dalam pembangunan daerah,” jelas Hidayatullah.
Menurutnya, pendekatan persuasif menjadi kunci dalam meningkatkan kepatuhan wajib pajak. Selain itu, sinergi dengan pihak kepolisian dan jajaran pemerintah kecamatan juga akan diperkuat untuk mendukung kegiatan razia dan sosialisasi di lapangan.
“Kami berharap dengan pendekatan humanis ini, masyarakat semakin terbuka dan tertib dalam membayar pajak. Karena setiap rupiah pajak yang dibayarkan akan kembali kepada masyarakat dalam bentuk pembangunan,” tambahnya.
Langkah strategis ini sejalan dengan upaya Bapenda Provinsi Sumatera Selatan dalam memperkuat sistem pendapatan daerah. Optimalisasi pajak kendaraan menjadi salah satu sumber utama yang menopang pembiayaan berbagai program pembangunan di Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU).
Dengan sisa waktu kurang dari tiga bulan hingga tutup tahun anggaran, UPTB Samsat OKU I optimistis target penerimaan pajak dapat dicapai melalui kerja keras tim di lapangan serta meningkatnya kesadaran wajib pajak. (*)







