
OKU Selatan, Ogannews.com — Warga Perumahan Bukit Berlian, Desa Pelangki, Kecamatan Muaradua, Kabupaten Ogan Komering Ulu Selatan, digegerkan dengan penemuan jasad seorang perempuan di dalam rumah kontrakan, Rabu pagi (25/3/2026) sekitar pukul 07.50 WIB.
Korban diketahui berinisial MS (38), seorang staf Sekretariat Bawaslu OKU Selatan yang selama ini tinggal seorang diri di kontrakan tersebut. Ia ditemukan dalam kondisi tak bernyawa di dalam kamar, memicu tanda tanya besar terkait penyebab kematiannya.
Peristiwa ini pertama kali terungkap setelah warga sekitar merasa curiga karena korban tidak terlihat beraktivitas sejak sehari sebelumnya. Kecurigaan semakin kuat saat korban tak merespons panggilan dari tetangga.
Saat dilakukan pengecekan ke dalam rumah, warga mendapati korban sudah tergeletak tak bernyawa. Temuan itu sontak membuat geger lingkungan sekitar, hingga akhirnya dilaporkan ke pihak kepolisian.
Tak berselang lama, jajaran Polres OKU Selatan bersama Polsek Muaradua dan Unit Identifikasi langsung turun ke lokasi. Petugas bergerak cepat melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), memasang garis polisi, serta mengumpulkan keterangan dari sejumlah saksi.
Untuk memastikan penyebab pasti kematian, jenazah korban kemudian dievakuasi ke RSUD Muaradua guna menjalani pemeriksaan medis melalui Visum et Repertum (VER).
Kabid Humas Polda Sumsel Kombes Pol Nandang Mu’min Wijaya menegaskan bahwa pihak kepolisian menangani kasus ini secara serius dan sesuai prosedur.
“Personel sudah melakukan olah TKP dan mengumpulkan keterangan saksi. Saat ini kami masih menunggu hasil pemeriksaan medis untuk memastikan penyebab kematian korban,” ujarnya.
Ia juga mengimbau masyarakat agar tidak berspekulasi terkait peristiwa tersebut dan memberikan ruang bagi aparat kepolisian dalam melakukan penyelidikan.
“Jika ada informasi yang berkaitan dengan kejadian ini, segera laporkan ke kepolisian terdekat atau melalui layanan 110,” tegasnya.
Hingga saat ini, situasi di lokasi telah kondusif. Namun, misteri kematian korban masih dalam penyelidikan intensif aparat kepolisian. (*)










