
Ogannews.com – Masyarakat Desa Melati Jaya, Kecamatan Semendawai Timur, Kabupaten OKU Timur dibuat heboh.
Dimana seorang pemuda bernama Okta Ari Pratama (22) ditemukan tewas hanyut di Sungai Macak, yang hanya berjarak sekitar satu kilometer dari rumahnya.
Saat itu Okta sedang mencari ikan bersama teman-temannya. Peristiwa naas ini terjadi pada Jumat (19/7) dini hari, sekitar pukul 01.00 WIB.
Okta bersama tiga temannya, Kurniawan (26), Yudi Pratama (36), dan Untung (36), berangkat menuju Sungai Macak untuk mencari ikan.
Setibanya di lokasi, mereka berpencar untuk mencari ikan. Yudi dan Untung menuju hulu sungai, sementara Kurniawan dan Okta memilih ilir sungai, dengan Kurniawan hanya berjarak sekitar 10 meter dari Okta.
Hanya berselang 10 menit, Kurniawan dikejutkan oleh pemandangan mengerikan. Ia melihat Okta hanyut terbawa arus di tengah sungai.
Tanpa berpikir panjang, Kurniawan berteriak memanggil kedua temannya untuk meminta bantuan. Namun, upaya penyelamatan terlambat. Okta sudah tenggelam sebelum mereka bisa menolongnya.
Mendengar teriakan Kurniawan, ketiga teman Okta segera meminta bantuan warga sekitar untuk melakukan pencarian. Informasi ini kemudian disampaikan kepada Kepala Desa Melati Jaya, yang segera melaporkannya kepada pihak berwenang.
“Kita mendapat kabar dari Kades Melati Jaya sekitar pukul 06.30 WIB. Kemudian langsung ke TKP bersama personel Koramil 403-14 untuk ikut melakukan pencarian,” ungkap Kapolres OKU Timur, AKBP Kevin Leleury SIK MSi, melalui Kapolsek Suku Semendawai III, Ipda Toni Aji SH MH, Sabtu (20/07/24).
Pencarian yang berlangsung beberapa jam akhirnya membuahkan hasil. Sekitar pukul 09.30 WIB, tubuh Okta ditemukan sekitar 20 meter dari lokasi kejadian dalam kondisi sudah tidak bernyawa.
Tragisnya, saat ditemukan, di pinggang Okta masih tergantung wadah ikan yang ia bawa.
Menurut hasil pemeriksaan luar yang dilakukan oleh pihak Puskesmas Burnai Mulya, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh Okta.
Atas permintaan keluarga, jenazah Okta tidak diotopsi dan langsung dimakamkan di TPU Desa Melati Jaya. Pihak keluarga menganggap kejadian ini sebagai musibah yang tak terelakkan.
“Saat ini jenazah korban sudah dikebumikan di TPU Desa Melati Jaya. Atas permintaan pihak keluarga, jenazah korban tidak dilakukan autopsi dan menganggap kejadian tersebut sebagai musibah,” pungkas Ipda Toni Aji. (*)







