
Ogannews.com – Perumda Air Minum Tirta Raja menggelar acara yang bertajuk “Menuju Perusahaan yang Unggul dan Tangguh: Langkah Transformasi Strategis” pada Jumat (13/09/24) di The Wong Cafe & Resto, Baturaja.
Acara tersebut menandai dimulainya proses transformasi besar-besaran bagi perusahaan penyedia air bersih unggulan Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU).
Direktur Utama PDAM Tirta Raja, Bertho Darmo Poedjo Asmanto, yang baru saja dilantik enam bulan lalu, membuka acara dengan paparan visioner mengenai masa depan perusahaan.
Dalam kesempatan tersebut, Bertho meluncurkan Struktur Organisasi dan Tata Kerja (SOTK) terbaru yang diharapkan dapat mendongkrak produktivitas serta meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.
“Kami berkomitmen untuk menghadirkan pelayanan air bersih yang lebih optimal, seiring dengan transformasi yang tengah kami jalankan,” ujar Bertho.
Tidak hanya itu, salah satu terobosan yang mendapat sorotan dalam acara ini adalah peluncuran Aplikasi Absensi “TIRRA,” sebuah inovasi yang menjadikan Tirta Raja sebagai BUMD pertama di OKU yang menerapkan sistem absensi digital berbasis pengenalan wajah.
“Aplikasi ini adalah langkah konkret kami untuk menegakkan kedisiplinan dan efisiensi dalam manajemen sumber daya manusia,” tambah Bertho.
Aplikasi absensi tersebut memungkinkan pegawai melakukan absensi masuk dan pulang dengan memindai wajah mereka, yang langsung terhubung ke sistem penggajian.
Peluncuran aplikasi ini akan berlangsung bertahap, dengan sosialisasi hingga 30 September, uji coba pada Oktober, dan implementasi penuh mulai 1 November 2024.
Acara yang dihadiri oleh Asisten Perekonomian dan Pembangunan Pemkab OKU, Hasan HD, sebagai perwakilan Dewan Pengawas Perumda Air Minum Tirta Raja, juga diwarnai dengan peresmian program Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) di lingkungan perusahaan. Hal ini menunjukkan komitmen PDAM Tirta Raja terhadap kesejahteraan pegawai dan keselamatan kerja.
Selain itu, Tirta Raja juga memperkenalkan logo perusahaan yang baru, hasil dari sayembara internal. Wahyu Suhada, staf IPA Batu Kuning, terpilih sebagai pemenang lomba ini.

Logo baru tersebut memadukan simbol-simbol yang menggambarkan air, sungai, serta kepercayaan masyarakat terhadap pelayanan air bersih perusahaan.
Bertho berharap logo baru ini menjadi lambang dari perubahan besar yang tengah dilakukan PDAM Tirta Raja.
“Logo ini adalah simbol dari semangat kami untuk terus berinovasi dan memberikan manfaat lebih besar bagi masyarakat OKU,” tutupnya. (Fiq)

Logo terbaru itu sendiri berupa siluet tetesan air dan memiliki makna sebagai berikut:
SumberAir
Dua lengkungan melambangkan aliran Sungai Ogan dan Sungai Lengkayap yang menjadi sumber air baku utama.
Legitimasi
Mahkota melambangkan kepercayaan masyarakat kepada pelayanan air bersih dari Perumda Tirta Raja.
Konsistensi
Lima Lingkaran pada mahkota melambangkan keberlanjutan/ kontinuitas dari visi Kabupaten OKU, yaitu Bersih, Kreatif, Religius, Maju, dan Sejahtera.
Sejarah
Menara Air yang gagah telah menjadi ikon perusahaan sejak awal berdiri.
Pelayanan
Garis hijau penghubung menara melambangkan saling terhubung setiap unsur didalam perusahaan untuk memberi layanan prima kepada pelanggan.
Warna
Biru melambangkan air yang jernih dan melimpah, Hijau melambangkan sikap religius yang mengiringi setiap langkah, Kuning Emas melambangkan kemakmuran finansial.








