
OKU, Ogannews.com – Semarak peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-116 Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) tidak hanya menjadi ajang perayaan, tetapi juga momentum memperkuat ekonomi kerakyatan. Sebanyak 52 stan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) memadati kawasan Taman Kota Baturaja dalam Pameran Dagang Lokal yang digelar selama tiga hari sebagai etalase produk unggulan daerah sekaligus mendorong pelaku usaha semakin kompetitif di era digital.
Kegiatan yang digagas Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten OKU tersebut dibuka langsung oleh Gubernur Sumatera Selatan H. Herman Deru didampingi Bupati OKU H. Teddy Meilwansyah, S.STP., M.M., M.Pd., Rabu (29/7/2026).
Turut hadir jajaran Forkopimda Provinsi Sumatera Selatan dan Kabupaten OKU, kepala organisasi perangkat daerah (OPD), pelaku UMKM, hingga ratusan masyarakat yang antusias menyaksikan pembukaan pameran.
Dalam sambutannya, Herman Deru menegaskan bahwa kemajuan suatu daerah tidak dapat dicapai hanya oleh pemerintah semata. Menurutnya, dibutuhkan kolaborasi seluruh elemen, mulai dari dunia usaha, aparat TNI-Polri, lembaga keuangan hingga masyarakat.
Ia menilai sektor UMKM harus terus mendapatkan dukungan nyata, termasuk dari lembaga perbankan dan perusahaan yang beroperasi di Kabupaten OKU.
“Bank Sumsel Babel harus menjadi motor penggerak dalam membangun dan memperkuat UMKM. Begitu juga PT Semen Baturaja yang selama ini konsisten melibatkan pelaku UMKM OKU dalam berbagai kegiatan perusahaan,” ujar Herman Deru.
Gubernur yang merupakan putra daerah kelahiran OKU itu mengatakan usia Kabupaten OKU yang telah mencapai 116 tahun menjadi bukti perjalanan panjang daerah yang terus berkembang mengikuti perubahan zaman.
Menurutnya, perubahan tersebut harus diimbangi dengan perubahan pola pikir masyarakat agar mampu beradaptasi dengan tantangan masa depan.
“Rasanya seperti baru kemarin. Waktu bergerak begitu cepat dan perubahan terus terjadi, disadari ataupun tidak. Karena itu paradigma berpikir juga harus berubah. Hari ini, 116 tahun Kabupaten OKU menyertai zaman,” katanya.
Selain menyoroti pentingnya penguatan ekonomi daerah, Herman Deru juga memberikan perhatian khusus terhadap peningkatan literasi digital masyarakat.
Ia menilai perkembangan teknologi yang semakin pesat harus diiringi dengan kemampuan masyarakat dalam memahami dan memanfaatkan teknologi secara bijak agar tidak tertinggal.
“Sekarang semuanya serba online. Kemampuan literasi digital harus terus diperbarui agar masyarakat memahami teknologi dan tidak tertinggal. Jangan hanya teknologi informasinya yang ditonjolkan, tetapi penggunanya belum siap. Yang harus diperkuat adalah pemahaman masyarakat agar mampu memanfaatkan teknologi secara benar,” tegasnya.
Sementara itu, Bupati OKU H. Teddy Meilwansyah mengatakan penyelenggaraan Pameran Dagang Lokal merupakan salah satu bentuk komitmen Pemerintah Kabupaten OKU dalam memperkuat ekonomi kerakyatan melalui pemberdayaan UMKM.
Menurutnya, pameran tersebut tidak hanya menjadi ruang promosi, tetapi juga menjadi motivasi bagi para pelaku usaha untuk meningkatkan kualitas produk dan memperluas pangsa pasar.
“Pameran ini menjadi ruang promosi sekaligus motivasi bagi para pelaku UMKM untuk terus berkembang, meningkatkan kualitas produk, serta mampu bersaing di pasar yang lebih luas,” ujar Teddy.
Pembukaan pameran ditandai dengan penabuhan bedug oleh Bupati OKU bersama Gubernur Sumatera Selatan didampingi unsur Forkopimda.
Usai seremoni, Herman Deru dan Teddy Meilwansyah meninjau langsung seluruh stan pameran. Keduanya berdialog dengan para pelaku UMKM sekaligus melihat berbagai produk lokal yang dipamerkan.
Pameran Dagang Lokal HUT OKU ke-116 menghadirkan beragam produk unggulan hasil karya masyarakat. Mulai dari 45 produk kuliner, sembilan produk kerajinan, lima stan industri kopi, satu stan industri rotan, lima stan industri keripik, dua stan fesyen, hingga produk agrobisnis jamur, madu, studio foto, gula aren, aneka bumbu, serta perhiasan batu akik.
Melalui kegiatan ini, Pemerintah Kabupaten OKU berharap para pelaku UMKM memperoleh akses pasar yang lebih luas, memperkuat sinergi antara pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat, sekaligus menjadi motor penggerak pertumbuhan ekonomi daerah yang semakin maju, mandiri, dan berdaya saing.(*)









