Menu ✖

Mode Gelap
Warga Antusias, Pemkab OKU Kembali Gelar Makan Bersama Gratis Setiap Jumat Pemkab OKU Bidik Predikat Kabupaten Informatif, Seluruh OPD Diminta Berbenah Bobol Rumah Warga, Pria di Lengkiti Diciduk Tim Singa Ogan Polres OKU 12 UMKM Binaan PLN Jambi Pamerkan Produk Unggulan di Palembang Icon, Catat Tanggalnya! Pemkab OKU Usulkan Pembangunan Perumahan Komunitas 3 Hektare, Sasar PNS Golongan I-II dan MBR Bobol Toko Sembako Tengah Malam, Pria 56 Tahun Ditangkap Polisi, Kerugian Capai Rp400 Juta

Sejarah

Mengenal Lebih Dekat Suku Komering: Warisan Budaya Unik di Sepanjang Sungai Komering

Tiga gadis Komering pada tahun 1929 dan makanan khasnya yakni Kasuran.

Ogannews.com – Suku Komering merupakan salah satu suku asli yang mendiami wilayah Sumatera Selatan, terutama di sepanjang Sungai Komering.

Suku Komering bisa dengan mudah ditemui di berbagai wilayah Sumatera Selatan, mulai dari OKU Timur, OKI, sampai OKU Selatan. Boleh dibilang, Komering adalah salah satu suku terbesar di provinsi ini.

Yang menarik, Suku Komering berasal dari rumpun suku Lampung, bukan rumpun Melayu seperti kebanyakan suku di Sumatera Selatan. Ini membuat tradisi dan budaya mereka terasa berbeda dan khas.

Asal Usul dan Sejarah

Konon katanya, leluhur Suku Komering berasal dari sebuah kerajaan tua bernama Kepaksian Sekala Brak di daerah Lampung. Jauh sebelum abad ke-7, mereka mulai bermigrasi ke wilayah Sumatera Selatan. Lama-kelamaan, komunitas mereka pun tumbuh dan membentuk berbagai marga yang masih dikenal sampai sekarang.

Tradisi yang Melekat: Adok atau Jajuluk

Salah satu tradisi unik suku ini adalah pemberian Adok atau Jajuluk, semacam gelar atau nama kehormatan bagi pasangan yang baru menikah. Namanya diambil dari bahasa Komering dan punya makna khusus, jadi nggak bisa asal-asalan. Bahkan, tidak sembarangan orang boleh membuatnya — pemberian Adok biasanya diumumkan saat resepsi pernikahan. Abis dikasih Adok, biasanya pasangan suami istri jadi makin dihormati dan dipanggil pakai nama itu terus, lho.

Ragam Kuliner Khas Komering

Suku Komering juga punya sederet makanan tradisional yang menggoda selera. Berikut beberapa di antaranya:

  • Sambal Jok-jok

Sambal ini jadi favorit sebagai pelengkap ikan bakar. Bahan-bahannya simpel—terasi, cabai, garam, gula, jeruk, dan air—tinggal diuleg bareng, rasanya langsung bikin nagih!

  • Kasuran

Makanan ini mirip lontong, hanya saja bentuknya digulung menyerupai kasur mini. Hidangan ini sering banget nongol pas Lebaran, jadi favorit keluarga buat dinikmati bareng-bareng.

  • Bungkul

Terbuat dari beras ketan dan kelapa parut, lalu dibungkus dengan daun enau atau pandan sebelum dikukus. Aromanya? Bikin lapar!

  • Kapicut dan Bugis

Sekilas mirip, tapi bentuknya beda. Kapicut berbentuk kerucut, sedangkan Bugis menyerupai piramida. Dua-duanya dibuat dari campuran beras dan kelapa, lalu dimasak dengan cara dikukus.

Arti di Balik Nama Komering

Nama ‘Komering’ datang dari sungai legendaris di daerah sana — Way Komering — yang dulunya jadi jalur penting buat kehidupan mereka. Dalam sastra lisan dan babad lokal, nama ini bahkan sering dikaitkan dengan akar sejarah yang menyambung hingga ke Tanah Pagaruyung dan Gunung Pesagi.

Salah satu syair lokal berbunyi:

“Adat lembaga sai ti pakaisa buasal jak Belasa Kapampang, Sajaman rik tanoh Pagaruyung pemerintah Bundo Kandung…”

Syair ini menggambarkan nilai-nilai adat yang diwariskan turun-temurun oleh para leluhur Komering.

Di Mana Suku Komering Tinggal?

Saat ini, populasi Suku Komering mayoritas berada di tiga kabupaten utama:

  • Ogan Komering Ilir (OKI): sekitar 57%
  • Ogan Komering Ulu Selatan (OKUS): sekitar 59%
  • Ogan Komering Ulu Timur (OKUT): sekitar 55%

Sisanya tersebar di beberapa daerah lain, termasuk Kota Palembang.

Suku Komering bukan sekadar nama di peta budaya Indonesia, tapi juga bagian penting dari sejarah dan keberagaman Sumatera Selatan. Dengan tradisi yang masih dijaga dan kuliner khas yang terus dilestarikan, Komering tetap menjadi identitas yang kuat di tengah modernisasi zaman.

Jika Anda tertarik mengeksplorasi budaya Indonesia lebih jauh, jangan lewatkan untuk mengenal Suku Komering lebih dalam. Karena dari sungai yang mengalir, lahirlah peradaban yang terus hidup hingga hari ini. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca juga

PLN Perluas Jaringan Listrik, Dua Desa di Banding Agung Segera Dipasang Tiang Baru

14 September 2026 - 20:18 WIB

Sports and Cultural Day Tutup Super Garuda Shield 2026

11 September 2026 - 20:22 WIB

49 Prajurit Indonesia, AS, dan Jepang Uji Kemampuan Strike and Raid

9 September 2026 - 07:58 WIB

Ratusan Prajurit Kostrad Pacu Adrenalin dalam Latihan Menembak Lorong SGS 2026

8 September 2026 - 08:48 WIB

Prajurit Tiga Negara Diuji Lewat Latihan Survival dan Patroli

3 September 2026 - 17:06 WIB

Trending di Nasional