
Teddy secara aklamasi terpilih sebagai Ketua PGRI OKU 2025.
Ogannews.com – H. Teddy Meilwansyah S.STP MM MPd kembali dipercaya memimpin Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) untuk masa bakti 2025–2030, setelah terpilih secara aklamasi dalam Konferensi Kabupaten yang berlangsung di Gedung SKB OKU, Kamis (26/6/25).
Proses pemilihan berlangsung demokratis dan tanpa friksi, diikuti oleh perwakilan pengurus cabang dan ranting PGRI dari 13 kecamatan. Hanya satu nama yang mengemuka: Teddy Meilwansyah.
Dukungan bulat itulah yang mengantar dirinya ditetapkan sebagai Ketua dan langsung dilantik oleh Wakil Ketua PGRI Provinsi Sumsel dalam rapat pleno yang penuh khidmat.
Dalam sambutannya usai pelantikan, Teddy menekankan bahwa jabatan ini bukan sekadar simbol, tapi tanggung jawab besar untuk memperjuangkan nasib guru dan pendidikan di OKU.
“Amanah ini adalah kepercayaan luar biasa. Saya bersama jajaran pengurus baru siap mendorong PGRI lebih aktif dan berdampak demi masa depan pendidikan OKU,” tegasnya.
Ia juga menyoroti pentingnya sinergi antara PGRI dan pemerintah daerah agar program peningkatan mutu guru bisa berjalan maksimal dan tepat sasaran, terutama dalam bidang kompetensi dan inovasi pendidikan.
Sementara itu, Wakil Ketua II PGRI Sumsel, Syahrial SPd MSi, mengapresiasi jalannya konferensi dan menyampaikan optimismenya terhadap kepemimpinan Teddy.
“Kami yakin PGRI OKU akan lebih kuat dan inovatif. Kunci ke depan adalah peningkatan penguasaan teknologi di kalangan guru,” ujarnya.
Tak hanya Teddy, jajaran pengurus baru lainnya juga turut dilantik untuk mengisi struktur strategis organisasi, di antaranya; Ansuswani SPd MM sebagai Wakil Ketua, Syaihon SPd MM sebagai Wakil Ketua II dan H. Sapto Surono SPd MM sebagai Wakil Ketua III, serta Natun SPd MSi sebagai Sekretaris.
Dengan kepengurusan baru ini, PGRI OKU diharapkan mampu bertransformasi menjadi kekuatan penggerak perubahan dalam dunia pendidikan, bukan hanya sebagai organisasi profesi, tapi juga mitra strategis pemerintah dalam mencetak guru-guru tangguh di era digital. (*)







