Menu

Mode Gelap
PLN UP3 Lahat Perkuat Sinergi dengan Pemkab, Dukung Sensus Ekonomi 2026 Demi Data Nasional Akurat Bupati OKU Timur Lepas 437 Jemaah Haji, Tangis Haru Iringi Kloter Perdana Sumsel Tanpa Biaya, Dapat Laptop hingga Makan Gratis: Sekolah Rakyat OKU Timur Resmi Dibuka Cara PLN S2JB “Memaksa” Pegawai Beralih ke Transportasi Ramah Lingkungan PLN Baturaja Jemput Bola, Siapkan Listrik Andal untuk Koperasi Desa Merah Putih di 5 Desa OKU Teddy ‘Sentil’ Baznas OKU: Kurangi Retorika, Perbanyak Aksi Nyata untuk Umat

OKU

Bupati OKU Pelajari Teknologi Budidaya Ikan Air Tawar di Sukabumi

Bupati OKU berkunjung ke Sukabumi pelajari budidaya ikan tawar.

Sukabumi, Ogannews.com – Pemerintah Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) terus mematangkan langkah untuk menjadi salah satu daerah pelaksana program nasional Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) yang digagas Kementerian Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia.

Keseriusan tersebut ditunjukkan melalui kunjungan kerja dan rapat teknis yang dipimpin langsung oleh Bupati OKU H Teddy Meilwansyah SSTP MM MPd ke Balai Besar Perikanan Air Tawar (BBPAT) Sukabumi, Rabu (8/4/26).

Kunjungan ini dilakukan sebagai bagian dari persiapan pembangunan kawasan budidaya perikanan modern di Kabupaten OKU guna mendukung program Presiden RI Prabowo Subianto dalam mewujudkan ketahanan pangan nasional.

Bupati Teddy menegaskan, langkah tersebut merupakan tindak lanjut dari instruksi Presiden terkait percepatan pembangunan kawasan swasembada pangan, energi, dan air nasional menuju Indonesia Emas 2045. 

“Kami datang ke BBPAT Sukabumi untuk belajar secara langsung mempersiapkan pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih. Program ini merupakan instruksi Presiden Prabowo dalam rangka memperkuat ketahanan pangan nasional,” ujar Teddy. 

Menurut Teddy, Kabupaten OKU dinilai memiliki potensi besar untuk mengembangkan sektor budidaya ikan air tawar secara berkelanjutan. Bahkan, secara geografis dan topografi, wilayah yang akan dikembangkan di OKU disebut memiliki kemiripan dengan kawasan BBPAT Sukabumi. 

“Kenapa kami belajar ke sini, karena secara topografi dan geografis hampir mirip dengan wilayah yang akan kami kembangkan di OKU,” tambahnya.

Teddy mengungkapkan, Pemkab OKU sebelumnya telah memaparkan kesiapan daerah kepada Direktorat Jenderal Perikanan Tangkap Kementerian Kelautan dan Perikanan pada 14 Februari 2026 lalu.

Hasilnya, Pemerintah Kabupaten OKU menerima surat balasan dari Dirjen Perikanan Tangkap dengan Nomor B.995/DJPT.1/PI.420/IV/2026 tertanggal 6 April 2026 yang menyatakan tim kementerian akan melakukan survei lapangan ke Desa Lubuk Leban, lokasi yang disiapkan untuk pengembangan program tersebut. 

“Insyaallah kami bisa menimba ilmu dan pengalaman dari sini untuk kemudian diterapkan dalam pengembangan budidaya ikan air tawar di lahan yang telah kami siapkan,” jelas Teddy.

Dalam kunjungan tersebut, Bupati Teddy tidak hanya mendengarkan pemaparan teknis, tetapi juga meninjau langsung berbagai fasilitas budidaya modern di BBPAT Sukabumi.

Ia mempelajari sistem teknologi budidaya, pengelolaan kualitas air, hingga penerapan digitalisasi dalam pengembangan sektor perikanan.

Teddy bahkan memasang target ambisius kepada jajaran Dinas Perikanan agar dalam dua tahun mendatang pengembangan budidaya ikan di OKU dapat melampaui capaian BBPAT Sukabumi. 

“Saya ingin ATM, Ambil Tiru Modifikasi. Kalau bisa dua tahun ke depan melebihi balai ini. Gantungkan cita-cita setinggi mungkin, hasilnya nanti kita maksimalkan bersama,” tegasnya.

Lebih lanjut, Teddy menegaskan bahwa pengembangan sektor perikanan modern tidak dapat dilakukan sendiri, melainkan membutuhkan kolaborasi antara pemerintah daerah, pemerintah pusat, peneliti, hingga masyarakat pembudidaya. 

“Kami ingin membangun jejaring kerja sama nyata dan berkelanjutan dengan BBPAT. Karena kemajuan perikanan harus dibangun dengan sinergi bersama,” katanya. 

Program Kampung Nelayan Merah Putih sendiri dirancang sebagai pembangunan kawasan terintegrasi dari hulu hingga hilir yang bertujuan mentransformasi ruang hidup dan sosial masyarakat guna meningkatkan produktivitas, mendorong kemandirian ekonomi, serta kesejahteraan masyarakat.  

Dalam kesempatan itu, Bupati dan rombongan meninjau area BBPAT seluas 26 hektare, termasuk fasilitas pembenihan ikan nila, lele, koi, katak, serta berbagai teknologi modern yang diterapkan di balai tersebut.

Rombongan diterima langsung oleh Kepala BBPAT Sukabumi Rokhmad Mohamad Rofiq, S.Pi., M.App.Sc beserta jajaran. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca juga

PLN Baturaja Jemput Bola, Siapkan Listrik Andal untuk Koperasi Desa Merah Putih di 5 Desa OKU

18 April 2026 - 12:59 WIB

Teddy ‘Sentil’ Baznas OKU: Kurangi Retorika, Perbanyak Aksi Nyata untuk Umat

18 April 2026 - 05:25 WIB

Demo Pedagang atau Penguasa Kios? Perumda Buka Borok Lama Pasar Baturaja

17 April 2026 - 19:33 WIB

Banjir Rendam Baturaja Timur, 90 KK Terima Bantuan Sembako dari Pemkab OKU

17 April 2026 - 10:32 WIB

Bupati OKU Jemput Investasi ke Jakarta, Dorong RDF Plant Jadi Solusi Sampah dan Energi Baru

17 April 2026 - 10:24 WIB

Trending di OKU