Menu

Mode Gelap
Bayi 3 Bulan Jadi Sasaran, Ayah Berdalih Kesal Dengar Tangisan 446 Kantor BPN Terapkan Pengukuran Terjadwal, Waktu Tunggu Maksimal 7 Hari Serunya Lomba 17-an di SDN 3 OKU, Siswa dan Guru Sama-sama Semangat Hujan Deras Ganggu Jaringan Listrik, PLN ULP Lembayung Kerahkan 31 Personel Pulihkan Listrik di Lahat HUT ke-81 Republik Indonesia, Kementerian ATR/BPN Luncurkan Tiga Program Transformasi Pelayanan ATR/BPN Ubah Struktur Kantor Pertanahan, Kini Berbasis Wilayah untuk Percepat Layanan

OKU

OKU Bidik Teknologi Pengubah Sampah Jadi Cuan

Bupati OKU Teddy Meilwansyah tinjau pengolahan sampah RDF Plant Jakarta.

Jakarta, Ogannews.com – Pemerintah Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) mulai serius mencari solusi modern untuk mengatasi persoalan sampah. Bupati OKU, H. Teddy Meilwansyah turun langsung meninjau fasilitas pengolahan sampah RDF Plant Jakarta atau Saringan Sampah TB Simatupang, Jumat (22/5/2026).

Kunjungan tersebut dilakukan sebagai tindak lanjut penjajakan kerja sama dengan PT Asiana Technologies Lestary, perusahaan yang mengembangkan teknologi pengolahan sampah menjadi bahan bakar alternatif pengganti energi fosil.

Di lokasi, Teddy melihat langsung proses pengolahan sampah landfill yang diubah menjadi Refuse Derived Fuel (RDF), bahan bakar yang nantinya digunakan untuk kebutuhan industri semen. Teknologi ini dinilai mampu menjadi solusi pengelolaan sampah modern tanpa membebani Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) maupun biaya tipping fee.

Tak hanya mengurangi tumpukan sampah di Tempat Pembuangan Akhir (TPA), skema kerja sama tersebut juga dinilai berpotensi mendatangkan Pendapatan Asli Daerah (PAD). Nantinya, perusahaan akan menyewa lahan milik pemerintah daerah di kawasan TPA sebagai lokasi operasional pengolahan sampah.

Menurut Teddy, persoalan sampah saat ini menjadi tantangan serius yang membutuhkan langkah inovatif dan berkelanjutan.

“Selama ini pengelolaan sampah masih dilakukan secara konvensional dan cukup membebani anggaran daerah. Teknologi RDF ini menjadi solusi yang sangat menarik karena sampah bisa berkurang, lingkungan lebih bersih, dan daerah juga memperoleh pemasukan dari sewa lahan tanpa biaya operasional dari APBD,” ujar Teddy usai peninjauan.

Pemkab OKU berencana menerapkan sistem tersebut di lahan TPA yang ada di wilayah Kabupaten OKU. Dengan teknologi RDF, volume sampah yang masuk ke TPA ditargetkan dapat ditekan secara signifikan, sekaligus mendukung kebutuhan industri terhadap bahan bakar ramah lingkungan.

Sementara itu, Kepala Penjualan Domestik & Internasional PT Asiana Technologies Lestary, Boris Evan, menyatakan pihaknya siap mendukung penuh rencana kerja sama tersebut. Ia berharap Kabupaten OKU dapat menjadi salah satu daerah percontohan pengelolaan sampah berbasis teknologi di Sumatera Selatan.

“Potensi penerapan teknologi ini di daerah sangat besar. Kami berharap kerja sama dengan Pemkab OKU bisa segera direalisasikan sehingga manfaatnya dapat langsung dirasakan masyarakat,” katanya.

Rencana kerja sama itu selanjutnya akan dibahas lebih lanjut bersama Dinas Lingkungan Hidup dan sejumlah instansi terkait di lingkungan Pemkab OKU. Pembahasan difokuskan pada pematangan skema kerja sama hingga persiapan pembangunan fasilitas pengolahan sampah terpadu di Kabupaten OKU. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca juga

Bayi 3 Bulan Jadi Sasaran, Ayah Berdalih Kesal Dengar Tangisan

21 Agustus 2026 - 09:21 WIB

Serunya Lomba 17-an di SDN 3 OKU, Siswa dan Guru Sama-sama Semangat

20 Agustus 2026 - 13:36 WIB

36 Anggota Paskibraka OKU 2026 Dikukuhkan, Dua Siswa Sekolah Rakyat Catat Sejarah

16 Agustus 2026 - 09:21 WIB

Hari Pramuka ke-65, Bupati OKU Dorong Generasi Muda Mandiri dan Berkontribusi Nyata

14 Agustus 2026 - 19:48 WIB

Bupati OKU Perkuat Pengawasan Pengadaan Barang dan Jasa Lewat Diklat Probity Audit

13 Agustus 2026 - 19:38 WIB

Trending di OKU