Menu

Mode Gelap
OKU Bidik Teknologi Pengubah Sampah Jadi Cuan SPBU Belitang Diserbu Warga, Kuota BBM Akhirnya Ditambah Setelah DJKA, Kini PT KAI Sambut Positif Flyover Pasar Tempel 55 Tim Basket Ramaikan Bupati Cup 2026 OKU Timur, Jadi Ajang Cari Bibit Atlet Porprov Polres OKU Bongkar Peran Dua Orang yang Bantu Tahanan Kabur PHR Tampil Percaya Diri di IPA Convex 2026, Pamerkan Inovasi Migas hingga Komitmen Ketahanan Energi Nasional

OKU

OKU Bidik Teknologi Pengubah Sampah Jadi Cuan

Bupati OKU Teddy Meilwansyah tinjau pengolahan sampah RDF Plant Jakarta.

Jakarta, Ogannews.com – Pemerintah Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) mulai serius mencari solusi modern untuk mengatasi persoalan sampah. Bupati OKU, H. Teddy Meilwansyah turun langsung meninjau fasilitas pengolahan sampah RDF Plant Jakarta atau Saringan Sampah TB Simatupang, Jumat (22/5/2026).

Kunjungan tersebut dilakukan sebagai tindak lanjut penjajakan kerja sama dengan PT Asiana Technologies Lestary, perusahaan yang mengembangkan teknologi pengolahan sampah menjadi bahan bakar alternatif pengganti energi fosil.

Di lokasi, Teddy melihat langsung proses pengolahan sampah landfill yang diubah menjadi Refuse Derived Fuel (RDF), bahan bakar yang nantinya digunakan untuk kebutuhan industri semen. Teknologi ini dinilai mampu menjadi solusi pengelolaan sampah modern tanpa membebani Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) maupun biaya tipping fee.

Tak hanya mengurangi tumpukan sampah di Tempat Pembuangan Akhir (TPA), skema kerja sama tersebut juga dinilai berpotensi mendatangkan Pendapatan Asli Daerah (PAD). Nantinya, perusahaan akan menyewa lahan milik pemerintah daerah di kawasan TPA sebagai lokasi operasional pengolahan sampah.

Menurut Teddy, persoalan sampah saat ini menjadi tantangan serius yang membutuhkan langkah inovatif dan berkelanjutan.

“Selama ini pengelolaan sampah masih dilakukan secara konvensional dan cukup membebani anggaran daerah. Teknologi RDF ini menjadi solusi yang sangat menarik karena sampah bisa berkurang, lingkungan lebih bersih, dan daerah juga memperoleh pemasukan dari sewa lahan tanpa biaya operasional dari APBD,” ujar Teddy usai peninjauan.

Pemkab OKU berencana menerapkan sistem tersebut di lahan TPA yang ada di wilayah Kabupaten OKU. Dengan teknologi RDF, volume sampah yang masuk ke TPA ditargetkan dapat ditekan secara signifikan, sekaligus mendukung kebutuhan industri terhadap bahan bakar ramah lingkungan.

Sementara itu, Kepala Penjualan Domestik & Internasional PT Asiana Technologies Lestary, Boris Evan, menyatakan pihaknya siap mendukung penuh rencana kerja sama tersebut. Ia berharap Kabupaten OKU dapat menjadi salah satu daerah percontohan pengelolaan sampah berbasis teknologi di Sumatera Selatan.

“Potensi penerapan teknologi ini di daerah sangat besar. Kami berharap kerja sama dengan Pemkab OKU bisa segera direalisasikan sehingga manfaatnya dapat langsung dirasakan masyarakat,” katanya.

Rencana kerja sama itu selanjutnya akan dibahas lebih lanjut bersama Dinas Lingkungan Hidup dan sejumlah instansi terkait di lingkungan Pemkab OKU. Pembahasan difokuskan pada pematangan skema kerja sama hingga persiapan pembangunan fasilitas pengolahan sampah terpadu di Kabupaten OKU. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca juga

Setelah DJKA, Kini PT KAI Sambut Positif Flyover Pasar Tempel

22 Mei 2026 - 20:20 WIB

Polres OKU Bongkar Peran Dua Orang yang Bantu Tahanan Kabur

21 Mei 2026 - 18:43 WIB

Diduga ODGJ Bakar Rumah Sendiri di OKU, Sempat Coba Bunuh Diri dengan Parang

21 Mei 2026 - 10:10 WIB

Akhir Pelarian Nuang, Tahanan Kabur OKU Ditangkap

20 Mei 2026 - 17:52 WIB

PKK OKU Dipuji Ketua TP PKK Sumsel, Konsisten Ukir Prestasi hingga Jadi Contoh Daerah Lain

20 Mei 2026 - 13:44 WIB

Trending di OKU