
Ogannews.com – PJ Bupati OKU, H Teddy Meilwansyah, berkomitmen untuk segera memperbaiki jembatan gantung di Desa Lubuk Rukam, Kecamatan Peninjauan. Dimana jembatan tersebut merupakan akses utama bagi warga Talang Bali Dusun VI Sumber Sari Desa Lubuk Rukam.
Janji tersebut disampaikan Teddy saat mengunjungi masyarakat Talang Bali Dusun VI Sumber Sari Desa Lubuk Rukam pada Sabtu (19/5/24). Kunjungan ini bertujuan untuk memberikan bantuan dan memastikan kondisi terkini masyarakat pasca banjir yang sempat terisolir.
“Kami sangat senang Pak Bupati datang langsung ke tempat kami. Jembatan gantung ini rusak, jadi kami harus melalui Kecamatan Sinar Peninjauan yang memakan waktu sekitar dua jam, padahal jika melalui jembatan gantung hanya butuh 15 menit,” ujar seorang warga.
Dalam sambutannya, Teddy mengungkapkan kebahagiaannya bisa bertemu langsung dengan warga. Ia juga mengenang ayahnya, Kuryana Aziz (Alm), yang sering berkunjung ke desa tersebut.
“Alhamdulillah, saya bisa menyambung tali silaturahmi beliau,” kata Teddy.
Teddy menjelaskan, jembatan gantung rusak akibat diterjang banjir luapan Sungai Ogan, menyebabkan warga Talang Bali sempat terisolir.
“Kami bersama BPBD OKU dan OPD terkait datang ke sini untuk menyerahkan bantuan seadanya,” ujarnya.
“Insya Allah tahun ini kita akan segera memperbaiki dan membangun kembali jembatan gantung yang rusak akibat banjir,” sambung Teddy, yang disambut tepuk tangan warga.
Teddy meminta doa dan dukungan dari masyarakat setempat agar proses perbaikan berjalan lancar.
“Mudah-mudahan setelah proses peninjauan, pemantapan, dan lelang, paling lambat bulan September ini jembatan sudah bisa dibangun kembali, sehingga warga Talang Bali bisa menggunakan jembatan itu lagi,” tambahnya.
Setelah sambutan, Teddy menyerahkan bantuan berupa paket sembako, logistik, perlengkapan anak-anak, dan kebutuhan lainnya.
Kegiatan ini dihadiri oleh Kepala Desa Lubuk Rukam, Izarullah, Kalaksa BPBD OKU, Januar Efendi, Plt Kadin PU Perkim, Muzaim, Asisten III Setda OKU, H. Romson Fitri, serta Stafsus Bupati OKU, M. Nazier dan Bowo Sunarso. (Fiq)







