Menu

Mode Gelap
Setelah DJKA, Kini PT KAI Sambut Positif Flyover Pasar Tempel 55 Tim Basket Ramaikan Bupati Cup 2026 OKU Timur, Jadi Ajang Cari Bibit Atlet Porprov Polres OKU Bongkar Peran Dua Orang yang Bantu Tahanan Kabur PHR Tampil Percaya Diri di IPA Convex 2026, Pamerkan Inovasi Migas hingga Komitmen Ketahanan Energi Nasional Diduga ODGJ Bakar Rumah Sendiri di OKU, Sempat Coba Bunuh Diri dengan Parang Polda Sumsel Musnahkan 4,2 Kilogram Sabu dan Belasan Kilogram Ganja, 49 Tersangka Diamankan

Nasional

PHR Tampil Percaya Diri di IPA Convex 2026, Pamerkan Inovasi Migas hingga Komitmen Ketahanan Energi Nasional

Jakarta, Ogannews.com – PT Pertamina Hulu Rokan (PHR), bagian dari Subholding Upstream Pertamina, menunjukkan peran strategisnya dalam industri migas nasional melalui partisipasi aktif pada ajang Indonesian Petroleum Association Convention and Exhibition (IPA Convex) 2026. Dalam forum bergengsi yang mempertemukan para pemangku kepentingan sektor energi itu, PHR tampil membawa sederet capaian produksi, inovasi teknologi, hingga komitmen keberlanjutan untuk mendukung ketahanan energi Indonesia.

Direktur Utama PHR Regional 1, Muhamad Arifin, menegaskan bahwa kehadiran PHR di IPA Convex 2026 menjadi momentum penting untuk memperlihatkan strategi bisnis dan pengembangan teknologi perusahaan di tengah tantangan industri migas nasional.

“PHR terus berkomitmen menjaga keberlanjutan produksi migas melalui berbagai inovasi, termasuk pengembangan Migas Non-Konvensional (MNK) yang diyakini menjadi salah satu solusi masa depan ketahanan energi nasional,” ujarnya.

PHR saat ini memang tengah mendorong pengembangan Migas Non-Konvensional sebagai langkah strategis menghadapi tantangan lapangan migas konvensional yang semakin menua. Langkah tersebut diproyeksikan menjadi game changer dalam memperkuat portofolio energi Pertamina di masa depan.

Strategi Lapangan Tua Jadi Sorotan

Dalam IPA Convex 2026, PHR juga ambil bagian dalam sesi Technical Program – Special Session bertajuk Best Practices in Mature Field Management: Sustaining Production and Ensuring Energy Security. Pada sesi itu, General Manager Zona Rokan Andre Wijanarko memaparkan strategi pengelolaan lapangan tua agar tetap produktif melalui penerapan teknologi modern dan manajemen berkelanjutan.

Zona Rokan sendiri merupakan operasi darat terbesar di Indonesia dengan lebih dari 115 lapangan dan sekitar 12.600 sumur aktif. Saat ini, wilayah tersebut memproduksi sekitar 151 ribu barel minyak per hari serta 33 MMSCFD gas melalui metode pemulihan primer, sekunder hingga tersier seperti waterfloodsteamflood, dan CEOR.

Ke depan, Blok Rokan akan terus dikembangkan melalui survei seismik 3D, reaktivasi sumur idle, ekspansi waterflood dan steamflood, hingga penerapan teknologi digital berbasis Artificial Intelligence dan Machine Learning (AI/ML).

PHR menilai, kombinasi disiplin manajemen reservoir, penerapan teknologi mutakhir, dan kepemimpinan operasional yang kuat menjadi kunci menjaga produktivitas lapangan tua demi mendukung pasokan energi nasional.

PHR Catat Berbagai Inovasi Produksi

Selain tampil dalam forum diskusi utama, PHR Regional 1 Sumatra juga mencatatkan total 13 keterlibatan dalam program Poster Presentation, Oral Presentation, dan Core Workshop. Keterlibatan itu menjadi bukti kontribusi aktif perusahaan dalam berbagi pengetahuan dan inovasi teknologi di industri migas nasional maupun internasional.

Di Zona Rokan, PHR sukses melaksanakan Put On Injection (POI) pertama proyek Enhanced Oil Recovery (EOR) metode steamflood di lapangan North Duri Development (NDD) A14 pada Januari 2025. Proyek tersebut dinilai menjadi tonggak penting penerapan teknologi migas karya anak bangsa dalam meningkatkan cadangan dan produksi minyak di Blok Rokan.

Sementara di Zona 1, proyek Put on Production and Exploration (PoPE) Padang Pancuran (PPC-001) di Wilayah Kerja Jambi Merang berhasil meraih penghargaan kategori Onstream R2P Optimized. Proyek tersebut mulai beroperasi sejak Desember 2025 dengan target awal produksi 67 BOPD dan proyeksi puncak produksi mencapai 379 BOPD pada 2026.

Tak hanya itu, Zona 4 juga mencatat hasil impresif melalui penerapan metode batch drilling di Adera Field, Sumatra Selatan. Teknologi tersebut berhasil meningkatkan efisiensi biaya sekaligus mendongkrak produksi minyak dan gas secara signifikan.

Sejak mulai berproduksi pada September 2025, produksi di Lapangan Benuang bahkan mencapai 3.388 BOPD hingga Oktober 2025, jauh melampaui target awal sebesar 1.200 BOPD.

Kontributor Besar Produksi Nasional

Sepanjang 2025, PHR Regional 1 Sumatra tercatat menyumbang lebih dari 30 persen produksi migas nasional. Zona Rokan tetap menjadi tulang punggung produksi nasional di tengah tantangan lapangan tua, sementara Zona 1 dan Zona 4 terus menunjukkan tren peningkatan melalui optimalisasi sumur dan penerapan teknologi baru.

PHR juga mencatat sederet prestasi lain, mulai dari keberhasilan implementasi teknologi EOR berbasis Alkali-Surfactant-Polimer (ASP), pengembangan digital monitoring system, hingga keberhasilan program drilling, workover, dan well intervention yang mendongkrak produksi sekaligus meraih penghargaan keselamatan kerja tingkat nasional.

Dorong UMKM dan Pemberdayaan Masyarakat

Tak hanya fokus pada sektor energi, PHR turut menegaskan komitmen tanggung jawab sosial dan lingkungan melalui berbagai program pemberdayaan masyarakat di wilayah operasi Regional 1 Sumatra.

Di Zona 1, perusahaan mengembangkan Program Edu Ekowisata Mangrove di Desa Pasar Rawa, Kabupaten Langkat, yang menggabungkan konservasi lingkungan dengan pemberdayaan ekonomi masyarakat pesisir.

Sementara di Zona Rokan, PHR menghadirkan Brand Mandau sebagai program ekonomi kreatif berbasis budaya Melayu yang memberdayakan perempuan melalui produk Batik Mandau.

Sedangkan di Zona 4, Program Rumah Kreatif Boek Khaman di Desa Lubuk Raman, Kabupaten Muara Enim, menjadi inovasi sosial berbasis potensi lokal dengan pemanfaatan teknologi ramah lingkungan untuk pengelolaan limbah bambu dan batik.

PHR Zona 1 juga turut memeriahkan booth SKK Migas dengan menghadirkan UMKM difabel binaan Pertamina EP Rantau Field, yakni kedai kopi Inklusi Coffee dari Aceh Tamiang.

Melalui keikutsertaan di IPA Convex 2026, PHR berharap dapat terus memperkuat kontribusinya terhadap industri energi nasional sekaligus menghadirkan dampak positif bagi masyarakat melalui inovasi sosial dan ekonomi berkelanjutan. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca juga

Kementerian ATR/BPN dan KPK Jadikan Sulut Lokasi Percontohan Transformasi Pelayanan Publik di Bidang Pertanahan

14 Mei 2026 - 18:41 WIB

Tawarkan Sembilan Program Kerja Sama dengan KPK, Sahli ATR/BPN Ungkap Keuntungan bagi Pemerintah Daerah Se-Sulut

13 Mei 2026 - 10:54 WIB

Layanan Pertanahan Era Digital, Lebih Mudah Pantau Berkas Lewat Aplikasi Sentuh Tanahku

11 Mei 2026 - 13:40 WIB

50% Bidang Tanah di Sulteng Sudah Bersertipikat, Wamen Ossy: Ini Menunjukkan Sulteng Terus Bertumbuh

10 Mei 2026 - 14:38 WIB

Bicara Soal Amanah Pimpinan dalam Pengajian di Pandeglang, Menteri Nusron: Permudah Rakyat

9 Mei 2026 - 16:35 WIB

Trending di Nasional